Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Pertumbuhan Stump Karet Pada Berbagai Kedalaman dan Komposisi Media Tanam



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Total luas areal pertanaman karet Indonesia adalah 3.445.121 ha dengan  jumlah produksi 3.012.254 ton. Lahan karet yang luas itu hanya 15% merupakan  perkebunan besar, sedangkan 85% adalah perkebunan rakyat yang dikelola  seadanya saja, bahkan ada yang hanya mengandalkan pertumbuhan alami. Pada  tahun  2025  diharapkan  Indonesia  menjadi  negara  penghasil  karet  alam  terbesar  di dunia dengan produksi 3,8–4,0 juta ton per tahun. Secara empiris, pemanfaatan  bibit unggul memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan  produktifitas kebun karet (Boerhendhry, 2009). Sehubungan dengan peningkatan kebutuhan karet maka diperlukan  teknologi dalam hal pengelolaan karet, salah satunya dengan penggunaan bahan  tanam karet yang memiliki daya produksi  tinggi. Bahan tanam karet yang  dianjurkan adalah bahan tanaman klon yang diperbanyak secara okulasi.
Dari  hasil okulasi akan diperoleh bahan tanam karet unggul berupa stump mata tidur,  stump mini, atau stump tinggi (Anwar, 2001). Bibit stump mata tidur masih menjadi pilihan dan banyak digunakan  sebagai bahan tanaman. Amypalupy, et al., (2002), menyebutkan bahwa bibit  okulasi stump mata tidur banyak digunakan karena persiapannya lebih mudah dan  harganya lebih murah. Namun permasalahan yang dihadapi para pekebun rakyat jika  menggunakan stump okulasi mata tidur sebagai bahan tanam ialah tingginya  persentase kematian stump di lapangan sekitar 15-20%. Persentase kematian yang  terjadi di lapangan diakibatkan oleh adanya serangan penyakit, pertumbuhan akar  stump yang terganggu dan pertumbuhan tunas yang terhambat  akibat adanya  cekaman kekeringan (Rosyid dan Drajat, 2008). Pertumbuhan akar dan pertumbuhan tunas yang terhambat tersebut dapat  dipicu karena kesalahan dalam penanaman stump dilapangan seperti penanaman  kedalaman stump.
 Seneviratne et al., (1996) dalam penelitiannya mengatakan  bahwa stump mata tidur yang ditanam dengan sebagian perakaran muncul  kepermukaan dapat menyebabkan pembentukan “kaki gajah”. Kerugian yang  terjadi apabila adanya pembentukan “kaki gajah” ialah mempengaruhi kondisi  perakaran batang bawah pada saat penanaman dan tanaman juga menjadi lebih  mudah rebah akibat hempasan angin. Namun belum diketahui kedalaman yang  bagaimana yang mampu meningkatkan pertumbuhan akar dan tunas pada stump. Media sebagai tempat tumbuhnya tanaman juga harus diperhatikan untuk  mendapatkan pertumbuhan bibit yang baik. Andy  (1994) mengatakan bahwa  kriteria media yang baik untuk pertumbuhan bibit diantaranya: 
1) mampu mengikat air dan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, 
2)  mempunyai aerasi dan drainase yang baik, 
3) dapat mempertahankan  kelembaban di sekitar akar tanaman, dan 
4) tidak menjadi sumber penyakit  bagi tanaman.


Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Pertumbuhan Stump Karet Pada Berbagai Kedalaman dan Komposisi Media Tanam
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini 

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads 

Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.