BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Tanaman karet merupakan komoditi perkebunan yang
penting dalam industri otomotif. Karet
(Hevea brasiliensis) berasal dari benua Amerika dan saat ini menyebar luas ke seluruh dunia. Karet
dikenal di Indonesia sejak masa kolonial Belanda, dan merupakan salah satu komoditas
perkebunan yang memberikan sumbangan
besar bagi perekonomian Indonesia. Daerah sentra produksi penghasil karet terbesar di Indonesia yaitu: Sumatera
Selatan (668 ribu hektar), Sumatera Utara
(465 ribu hektar), Jambi (444 ribu hektar), Riau (390 ribu hektar), dan Kalimantan Barat (388 ribu hektar)
(Janudianto, et al.,2003). Luas total perkebunan karet di Indonesia telah mencapai 3.262.291 ha
yang terdiri dari 84,5% kebun milik
rakyat, 8,4% milik swasta dan 7,1% milik negara (Syukur, 2013). Dari total luas
lahan tersebut, perkebunan karet rakyat adalah terbesar, namun produktifitasnya masih rendah yakni 926
kg/h dibandingkan produktivitas perkebunan
besar swasta sebesar 1.565 kg/ha.
Menurut Direktorat Jendral Bina Produksi Perkebunan (2010) rendahnya produktivitas tersebut disebabkan oleh faktor umur tanaman yang lebih dari 20 tahun, pemeliharaan kurang baik dan sebagian tanaman menggunakan bahan tanam biji sapuan (seedling). Para petani karet di Indonesia saat ini masih banyak yang menggunakan bibit karet cabutan, anakan liar, atau hasil semaian biji dari pohon karet alam yang dibudidayakan sebelumnya. Meskipun demikian, bibit karet unggul sebenarnya sudah dikenal luas oleh petani karet di Indonesia (Janudianto, et al.,2003). Selain itu, tanaman karet juga merupakan tanaman tahunan yang mampu memberikan manfaat dalam pelestarian lingkungan, terutama dalam hal penyerapan CO2 dan penghasil O2. Bahkan ke depan, tanaman karet merupakan sumber kayu potensial yang dapat mensubsidi kebutuhan kayu hutan alam yang ketersediaannya semakin menurun. Bibit karet unggul dihasilkan dengan teknik okulasi antara batang atas dengan batang bawah yang tumbuh dari biji-biji karet pilihan.
Menurut Direktorat Jendral Bina Produksi Perkebunan (2010) rendahnya produktivitas tersebut disebabkan oleh faktor umur tanaman yang lebih dari 20 tahun, pemeliharaan kurang baik dan sebagian tanaman menggunakan bahan tanam biji sapuan (seedling). Para petani karet di Indonesia saat ini masih banyak yang menggunakan bibit karet cabutan, anakan liar, atau hasil semaian biji dari pohon karet alam yang dibudidayakan sebelumnya. Meskipun demikian, bibit karet unggul sebenarnya sudah dikenal luas oleh petani karet di Indonesia (Janudianto, et al.,2003). Selain itu, tanaman karet juga merupakan tanaman tahunan yang mampu memberikan manfaat dalam pelestarian lingkungan, terutama dalam hal penyerapan CO2 dan penghasil O2. Bahkan ke depan, tanaman karet merupakan sumber kayu potensial yang dapat mensubsidi kebutuhan kayu hutan alam yang ketersediaannya semakin menurun. Bibit karet unggul dihasilkan dengan teknik okulasi antara batang atas dengan batang bawah yang tumbuh dari biji-biji karet pilihan.
Di Indonesia, pengadaan bibit
karet klonal dengan cara okulasi masih merupakan metode perbanyakan terbaik. Hal ini karena tanaman karet yang
berasal dari biji, meskipun dari jenis unggul,
tidak menjamin keturunannya akan memiliki sifat baik seperti pohon induknya, akibat terjadinya segregasi dari
hasil persarian sendiri (selfing) atau silang
luar (outcrossing) dari genotipe heterozigot. Oleh karena itu, keturunan yang berasal dari biji akan memiliki pertumbuhan
dan produksi yang bervariasi. Untuk mendapatkan
keseragaman dan mempertahankan sifat-sifat baik dari pohon induk, tanaman karet diperbanyak secara vegetatif
dengan teknik okulasi (Hadi et al., 2012 dalam Boerhendhy, 2013). Okulasi
merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman dengan menempelkan mata tunas dari entres tanaman ke
tanaman sejenis dengan tujuan mendapatkan
sifat yang unggul (Amypalupy 2010
dalam Boerhendhy, 2013). Perbanyakan
tanaman karet dengan okulasi dapat menyediakan bahan tanam klonal seefisen mungkin dari sisi waktu (Sutanto,
2008).
Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Respon Pertumbuhan Stump Karet (Hevea Brassiliensis Muell Arg.) Terhadap Pemberian Growtone Pada Berbagai Komposisi Media Tanam
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
