BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Tebu
(Saccharum officinarum L.) merupakan
tanaman penghasil gula yang menjadi
salah satu sumber karbohidrat. Kebutuhan tanaman tebu terus meningkat
seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Namun peningkatan konsumsi gula belum dapat diimbangi oleh produksi
gula dalam negeri. Hal tersebut terbukti
dari data Kementerian Pertanian yang
menyatakan bahwa realisasi produksi gula
selama 2013 mencapai 2,54 juta ton dari produksi tebu sebanyak 35,4 juta ton dengan areal 464.644
hektar, dibandingkan pada 2012 produksi
gula mencapai 2,59 juta ton dari produksi tebu sebanyak 31,88 juta ton serta luas areal perkebunan 451.191 hektar.
Seiring dengan penurunan produksi gula
di Indonesia maka perlu adanya upaya untuk memaksimalkan produktivitas tebu (BPTPS, 2014). Namun,
permasalahan hingga kini yang sering dihadapi disebabkan oleh rendahnya
produktivitas tebu maupun rendemen gula dapat dilihat dari sisi on farm.
Salah satu diantaranya yakni adanya serangan hama, dimana hama penggerek batang bergaris Chilo sacchariphagus (Bojer) yang merupakan salah satu hama penting dan hampir selalu ditemukan di perkebunan tebu khususnya wilayah Sumatera Utara. Gejala serangan pada batang tebu ditandai adanya lubang gerek pada permukaan batang. Setiap adanya 1% kerusakan ruas yang diakibatkan penggerek batang bergaris mampu menurunkan 0,5% bobot tebu (Prabowo et al., 2013). Menurut Indrawanto et al. (2010) Pengendalian hama C. sacchariphagus umumnya dilakukan dengan penyemprotan insektisida antara lain dengan penyemprotan Pestona/Natural BVR, secara hayati, secara mekanis dengan rogesan, dan kultur teknis dengan menggunakan varietas tahan yaitu PS 46, 56, 57 dan M442-51 atau secara terpadu dengan memadukan dua atau lebih cara-cara pengendalian tersebut. Namun pada saat ini pengendalian hayati menjadi pengendalian yang diutamakan dengan secara kimiawi menjadi alternatif terakhir.
Salah satu diantaranya yakni adanya serangan hama, dimana hama penggerek batang bergaris Chilo sacchariphagus (Bojer) yang merupakan salah satu hama penting dan hampir selalu ditemukan di perkebunan tebu khususnya wilayah Sumatera Utara. Gejala serangan pada batang tebu ditandai adanya lubang gerek pada permukaan batang. Setiap adanya 1% kerusakan ruas yang diakibatkan penggerek batang bergaris mampu menurunkan 0,5% bobot tebu (Prabowo et al., 2013). Menurut Indrawanto et al. (2010) Pengendalian hama C. sacchariphagus umumnya dilakukan dengan penyemprotan insektisida antara lain dengan penyemprotan Pestona/Natural BVR, secara hayati, secara mekanis dengan rogesan, dan kultur teknis dengan menggunakan varietas tahan yaitu PS 46, 56, 57 dan M442-51 atau secara terpadu dengan memadukan dua atau lebih cara-cara pengendalian tersebut. Namun pada saat ini pengendalian hayati menjadi pengendalian yang diutamakan dengan secara kimiawi menjadi alternatif terakhir.
Menurut Purnomo
(2010), pengendalian hayati adalah aksi dari parasitoid, predator, ataupun patogen di dalam usaha untuk
memelihara kepadatan populasi organisme
lain pada tingkat terendah atau pengendalian hayati adalah manipulasi musuh alami oleh manusia untuk mengendalikan
hama. Pada tahun 1979
ditemukan adanya parasit Tachinidae yang menyerang larva penggerek batang tebu raksasa. Oleh K.M.
Harris dari Common wealth Institute Of
Entomology di London, parasit tersebut
diidentifikasi sebagai S. inferens Towns
(Ramli et al., 2006). Munculnya
parasitoid S. inferens diharapkan mampu
memberikan pengaruh yang signifikan
dalam pengendalian hayati pada hama penting pada tanaman tebu sehingga dapat meningkatkan
produktivitas tebu. Namun dalam perbanyakan
parasitoid S. inferens di laboratorium dijumpai beberapa hambatan seperti penyediaan inang utama yaitu P.
castaneae dimana populasinya semakin menurun
yang berbanding terbalik pada C.
sacchariphagus yang semakin meningkat di lapangan.
Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Pengaruh Lama Inokulasi dan Ukuran Larva Chilo sacchariphagus Boj. (Lepidoptera Crambidae) untuk Perbanyakan Sturmiopsis inferens Towns. (Diptera Tachinidae) di Laboratorium
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
