Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Asam Sulfat (H2SO4) Terhadap Viabilitas Benih Delima (Punica granatum L.)



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang  Delima merupakan salah satu tanaman buah-buahan yang hidup sangat  adaptif terhadap berbagai iklim dan kondisi tanah, tanaman ini dapat juga ditanam  di berbagai wilayah geografis yang berbeda termasuk daerah Mediterania dan  California. Delima sendiri merupakan salah satu buah tertua yang memiliki peran  penting dalam keamanan gizi, baik sebagai suplemen, makanan, dan obat-obatan. Buah delima juga memiliki prospek yang baik untuk pasar komersial lokal dan  internasional (Holland et al., 2009).
Menurut Holland et al.  (2009) temuan-temuan ilmiah baru-baru ini  menguatkan penggunaan delima sebagai obat medis dan menunjukkan bahwa  jaringan delima dari buah, bunga, kulit kayu, dan daun mengandung  phytochemical bioaktif yang antimikroba, mengurangi tekanan darah, dan  bertindak terhadap penyakit serius seperti diabetes dan kanker.
Delima digunakan untuk pencegahan dan pengobatan sejumlah gangguan kesehatan seperti radang,  diabetes, diare, disentri, dan plak gigi serta untuk memerangi infeksi s dan parasit malaria (Ismail et al., 2012). Perbanyakan tanaman delima dapat dilakukan secara generatif dan  vegetatif. Perbanyakan generatif tidak disarankan untuk produksi delima dalam  skala besar, namun diperlukan untuk progam pemuliaan tanaman berupa studi  genetik yang dapat menghasilkan varietas baru dan memiliki sifat unggul. Perbanyakan secara generatif delima mempunyai kendala karena benih delima  yang memiliki sifat dormansi dimana kulit benihnya sangat keras. Struktur kulit  benih yang keras diduga menghalangi embrio keluar dan berkecambah.
Berdasarkan hasil penelitian Olmez et al. (2007) untuk mencapai 8% persentase  perkecambahan benih delima diperlukan waktu selama 71 hari. 
Untuk mempercepat proses pemecahan dormansi pada tipe benih berkulit  tebal dan keras harus  dilakukan beberapa cara salah satunya dengan cara  merendam benih dalam larutan kimia seperti asam sulfat (H2SO4), asam klorida  (HCl), dan hidrogen peroksida (H2O2) (Purnomosidhi et al., 2013). Tujuan dari perlakuan skarifikasi kimia adalah menjadikan kulit benih  lebih mudah dimasuki air pada waktu proses imbibisi. Perendaman pada larutan  kimia yaitu asam kuat seperti H2SO4 dan HCl dengan konsentrasi pekat membuat  kulit benih menjadi lebih lunak sehingga dapat dilalui oleh air dengan mudah (Fahmi, 2012). Larutan asam kuat seperti H2SO4 sering digunakan dengan konsentrasi  yang bervariasi sampai pekat tergantung jenis benih yang diperlakukan. Lamanya  perlakuan larutan asam harus memperhatikan dua hal yaitu kulit biji atau pericarp  yang bisa  diretakkan  untuk memungkinkan imbibisi serta  larutan asam tidak  mengenai embrio yang menyebabkan benih rusak total (Fahmi, 2012).


Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Asam Sulfat (H2SO4) Terhadap Viabilitas Benih Delima (Punica granatum L.)
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini 

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads 

Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.