Skripsi Psikologi:Hubungan Persepsi terhadap Store Atmosphere dengan Kepuasan Konsumen Ritel


BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Pusat belanja modern yaitu hipermarket dan minimarket terus ekspansif  ditahun 2011. Keduanya menjadi kontributor utama belanja ritel modern yang  akan tumbuh mencapai Rp 134 triliun di tahun ini. Demikian disampaikan Sekjen  Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Rudy Sumampouw  (Prayogi,  2011).  Sedangkan menurut Executive Director Retail Measurement Services  Nielsen, Teguh Yunanto, jumlah gerai minimarket di Indonesia pada 2010 naik  hingga 42% menjadi 16.922 unit dibandingkan 2009 yang sebesar 11.927 unit  (bisnisdaily.com (online) diakses tanggal 4 Oktober 2011).

 Asosiasi Pengusaha Ritel  Indonesia (Aprindo) memproyeksikan pertumbuhan gerai modern tahun ini meningkat 25 persen dari realisasi jumlah  tahun 2009 sebanyak 13.000 gerai. Terkait persaingan ritel  Teguh Yunanto  mengatakan, berdasarkan hasil survei Nielsen, pasar modern baik hypermarket,  minimarket dan pasar tradisional akan bersaing dengan ketat memperebutkan  pasar nasional. Diperkirakan pasar nasional tahun ini mencapai Rp 113-115 triliun (bataviase.co.id (online) diakses tanggal 5 Oktober 2011).
  Levy dan Weitz (1995) mengatakan bahwa ritel merupakan saluran bisnis  yang menjual produk atau jasa kepada konsumen untuk penggunaan personal  maupun keluarga mereka. Ritel adalah saluran bisnis terakhir dalam saluran  distribusi yang menghubungkan pabrik dengan konsumen.
 Adapun pelaku bisnis ritel di Indonesia yang tergolong dalam kategori  minimarket menurut Media Data edisi Februari 2009 yaitu : Tabel 1.1 Pelaku Bisnis Ritel di Indonesia No    Gerai    Pemilik  Omset (Rp.
 milyar) Market  Share 1    Indomart    PT. Indomarco Prismatama  (Group Salim) 7.882    43,16 % 2    Alfamart    PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk  7.253    40,75 % 3    CMI    Tt  731    4,11 % 4    Ceriamart    PT. Global Niaga Perkasa  426    2,39 % 5    Circle K    The Circle K Indonesia Utama – Circle K Group (Amerika) 386    2,17 % 6    Yomart    PT. Akur Pratama  284    1,60 % 7    Starmart    PT. Hero Supermarket Tbk – (Group Hero/Dairy Farm) 223    1,25 % 8    Am/Pm    PT. Sinar Sahabat  122    0,69 % 9    Morkaz    Tt  109    0,57 % 10    Lainnya    Tt  591    3,32 % Total      17.800    100,00 % Ket Tt : data tidak tersedia  Sumber : Media Data – Februari  PT Indomarco Prismatama (Indomaret) adalah satu dari sekian banyak  ritel modern yang ada. Perusahaan swasta nasional ini didirikan berdasarkan akta  notaris No. 207, tertanggal 21 Nopember 1988 oleh Benny Kristianto dan SIUP  No. 789/0902/PB/XII/88 tanggal 20 Desember 1988 dengan NPWP 1.337.994.6-041 dari Departemen Keuangan RI Ditjen Pajak Penjaringan Jakarta Utara. PT  Indomarco Prismatama berkantor pusat di Jalan Ancol I No. 9-10 Ancol Barat  Jakarta Utara, memiliki kantor cabang dan distribution centre (DC) di Jakarta,  Cimanggis (Depok), Jatake (Tangerang), Parung (Bogor), Bekasi (Cikarang),  Bandung, Surabaya, Semarang, Lampung, dan di  sendiri Indomaret hadir  pada pertengahan tahun 2008.
 Hingga Januari 2011, Indomaret telah mengoperasikan lebih dari 5.000  gerai, terdiri dari 60% milik sendiri dan 40% milik masyarakat. Semuanya  tersebar di Jawa, Bali, Madura dan Sumatra. Setiap gerai menyediakan lebih dari  4.800 produk food, nonfood, general merchandisedan fresh product dengan harga  hemat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pelanggan (www.indomaret.co.id (online) diakses tanggal 11 Oktober 2011).
 Gambar 1.1 berikut menunjukkan laju  pertumbuhan jumlah gerai  Indomaret yang ada di Indonesia dari tahun 2008 hingga 2010  yang terus  mengalami peningkatan  Gambar 1.2 Pertumbuhan Gerai Indomaret (www.indomaret.co.id) Di Kota sendiri, minimarket berbendera Indomaret sudah lebih dari  50 gerai, belum lagi dengan jumlah pesaingnya Alfamart. Diperkirakan  pertumbuhan minimarket itu akan semakin pesat karena Pemerintah Kota   telah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 20/2011 yang berlaku sejak April 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat  Perbelanjaan dan Toko Modern di  (bisnisdaily.com (online) diakses  tanggal 4 Oktober 2011).
 Pengelola bisnis ritel di Indonesia disatu sisi memiliki prospek yang baik,  karena potensi yang sangat besar (ingat, Indonesia memiliki penduduk yang luar  biasa besar). Namun, dalam bisnis apa pun “ada gula ada semut” selalu terjadi.
 Kalau ada satu bisnis yang mendatangkan keuntungan, maka percayalah, dengan   cepat akan muncul pelaku-pelaku baru yang juga ingin menikmati keuntungan  (Amir, 2004). Meskipun ritel franchise Indomaret kini makin mudah ditemui di  setiap sudut kota . Persaingan dengan ritel kecil lain seperti minimarket  atau hipermarket membuat ritel ini harus membuat strategi untuk bisa menjaring  konsumen sebanyak-banyaknya (Yoenus, 2011).
 Dalam meningkatkan performa Indomaret, seperti yang diungkapkan  Jimmi Caryabudi, Vice Executive Director  Indomarco, mulai dari pemilihan  lokasi sampai desain interior serta eksterior diperhatikan betul oleh pihak  manajemen. Warna merah, biru dan kuning mencolok bukan sekadar petunjuk  adanya gerai Indomaret, tetapi lebih sebagai penanda sebuah kualitas dan  kepercayaan, baik untuk investor maupun pelanggan (Guritno,2007).
 Pada awal tahun  2011, Indomaret merubah logo baru, yaitu logo  Indomaret di dalam kotak berwarna merah, biru dan kuning dari atasnya.
 Sedangkan dalam rangka meningkatkan kenyamanan konsumen saat berbelanja,  Indomaret memiliki sistem teknologi informasi yang andal. Sistem  tersebut  terintegrasi pada setiap point of sales (POS) kasir di semua gerai yang mencakup  sistem penjualan, persediaan, dan penerimaan barang. Teknologi di POS kasir  tersebut sudah dirancang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan jumlah gerai  dan transaksi pada masa depan. Untuk mempercepat pelayanan dan kenyamanan  berbelanja di kasir, Indomaret menggunakan pemindai (scanner barcode),  pembayaran dengan Indomaret Card, Jak Card, pembayaran debit dan penarikan  tunai dari berbagai bank (www.indomaret.co.id (online)  diakses tanggal 11  Oktober 2011).
  Pada kondisi pasar dengan tingkat persaingan yang sangat ketat saat ini,  keberadaan konsumen yang loyal pada merek sangat dibutuhkan agar perusahaan  dapat bertahan hidup; dan upaya mempertahankan ini sering menjadi strategi yang  jauh lebih efektif ketimbang upaya menarik konsumen baru (Peter dan Olson,  2000). Penelitian menunjukkan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan  konsumen  baru enam  kali lebih besar dari biaya untuk mempertahankan  konsumen lama (Hasan, 2008).
 Kepuasan konsumen adalah titik kritis yang senantiasa dihubungkan  dengan loyalitas konsumen  dan market share  perusahaan. Pada umumnya  dikatakan bahwa jika konsumen puas dengan produk atau layanan yang  ditawarkan, mereka kemudian mungkin melakukan pembelian ulang dan  menambah pembeliannya (East, 1997).


Skripsi Psikologi:Hubungan Persepsi terhadap Store Atmosphere dengan Kepuasan Konsumen Ritel
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download