BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Sumber Daya
Manusia (SDM) adalah salah satu elemen utama yang menepati posisi sangat strategis dalam
organisasi, artinya unsur manusia memegang
peranan penting untuk menjalankan aktifitas guna pencapain tujuan organisasi
atau perusahaan. Pengelolaan SDM
merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap organisasi yang menghasilkan SDM
yang loyal, dan berkualitas.
Suatu organisasi dapat berjalan
efektif apabila fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian,
motivasi dan pengawasan yang ada didalamnya berfungsi dengan baik, serta
unsur-unsur penunjangnya tersedia dan memenuhi persyaratan. Salah satu unsur
terpenting yang dapat mendukung jalannya perusahaan adalah sumber daya manusia
(karyawan). Sumber daya manusia
mempunyai peran penting dalam menentukan keberhasilan perusahaan.
Salah satu permasalahan penting
yang dihadapi oleh para pimpinan adalah bagaimana
dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawannya sehingga dapat mendukung keberhasilan pencapaian tujuan.
Salah satu bentuk pemeliharaan SDM adalah penerapan
Reward/penghargaan. Karena dalam
kenyataannya, hal yang memotivasi karyawan
untuk bekerja adalah reward. Reward (penghargaan) dapat memicu peningkatan produktivitas karena pada dasarnya
reward merupakan salah satu bentuk
pengakuan yang diberikan kepada karyawan yang menunjukan produktivitas ataupun prestasi yang luar
biasa. Reward ini tidak mesti diwujudkan dalam bentuk finansial, misalnya , insentif,
bonus ataupun tunjangan. Reward bisa juga
dalam bentuk pujian atau sanjungan sebagai ungkapan pengakuan atas prestasi yang dicapai (Mahsun, 2006:112).
Begitu juga menerut Danim (2004:43) bahwa
reward tidak hanya diukur dengan materi, akan tetapi juga dipengaruhi oleh interaksi antara manusia serta lingkungan
organisasi.
Karyawan mengetahui reward erat
kaitannya dengan kinerja mereka, maka mereka
akan komit terhadap pelaksanaan kinerja dan memiliki rasa pemilikan terhadap setiap tindakannya. Biasanya jika
karyawan dihargai secara baik atas kinerjanya,
maka mereka akan mengembangkan rasa pencapaian/pemenuhan yang akan membuat mereka bangga dalam pekerjaan
mereka serta akan menimbulkan rasa
kepemilikan yang pada ahkirnya akan meningkatkan produktivitas kerja (Mahsun, 2006:96).
Budaya kerja dalam organisasi yang dianut oleh pimpinan perusahaan dan diimplementasikan oleh karyawan menjadi
perilaku karyawan yang kemudian menentukan
arah keberhasilan suatu perusahaan dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Dimana dalam hal ini
budaya kerja ialah suatu sistem nilai
yang merupakan kesepakatan kolektif dari semua yang terlibat dalam perusahaan. Kesepakatan disini adalah dalam
hal cara pandang tentang bekerja dan
unsur-unsurnya. Budaya kerja berkaitan erat dengan persepsi terhadap nilainilai
dan lingkungannya, persepsi itu melahirkan makna dan pandangan hidup yang akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku
karyawan dan manajemen dalam bekerja.
Budaya kerja dalam organisasi seperti
diperusahaan diaktualisasikan sangat
beragam. Bisa dalam bentuk dedikasi/loyalitas, tanggung jawab, kerjasama, kedisiplinan, ketekunan, semangat,
mutu kerja, keadilan, kreativitas, dan
integritas kepribadian. Semua bentuk aktualisasi budaya kerja itu sebenarnya mengarah untuk pencapaian produktivitas dalam
perusahaan.
Pada prosesnya antara karyawan
dan perusahaan memiliki tujuan yang harus
dapat diintergrasikan dalam suatu hubungan timbal balik, hubungan yang saling membutuhkan dan menguntungkan akan
memberikan komitmen dari masing-masing
pihak untuk mencapai tujuan dalam perusahaan dalam jangka waktu lama. Agar kerjasama yang baik dapat
tercipta antara karyawan dan perusahaan
maka perusahaan harus menetapkan manajemen imbalan (reward management) yang adil bagi kedua belahpihak.
Pemberian reward haruslah
dihubungkan secara langsung dengan tujuan pencapaian melalui cara yang sesederhana
mungkin, sehingga karyawan yang menerima
segera dapat mengetahui berapa rupiah yang dia peroleh dari upayanya.
Salah satu bentuk pemberian
reward yang efektif adalah pemberian insentifdan tunjangan, dimana hasil yang baik segera
diberi imbalan yang sesuai oleh perusahaan.
Hal tersebut lebih efektif dibandingkan menunggu sampai saat pemberian bonus diahkir tahun ketika semua
karyawan menerima.
Reward sebagai motivator yang
tepat akan menimbulkan suasana kondusif atau
berakibat kepada produktifitas kerja yang lebih tinggi. Produktivitas kerja berarti mental seseorang yang berpandangan
bahwa dalam bekerja hari ini hasilnya harus lebih baik dari pada kemarin,
demikian pula hari esok haruslebih baik
dari pada sekarang Sedarmayanti (2004 :7).
Keterkaitan reward dan budaya kerja yang
memuaskan yang akan diterima karyawan
dari perusahaan merupakan salah satu hal yang mendorong setiap orang ingin bekerja diperusahaan besar seperti
halnya pada PT. Indosat Tbk Medan. PT Indosat
Tbk Medan ini merupakan salah satu perusahaan pelayanan telekomunikasi terbesar dan juga merupakan
salah satu operator seluler terbesar di Indonesia.
Perusahaan ini mempunyai komitmen untuk
mengembangkan dirinya secara penuh dan
menciptakan lingkungan yang mendorong para karyawan mengembangkan potensinya secara penuh dalam
mendedikasikan dirinya untuk dapat
meningkatkan pelayanan telekomunikasi terhadap pelangganya. Untuk mendorong atau memotivasi karyawan agar
mengembangkan potensi dirinya secara
penuh, maka perusahaan memberikan reward sebagai perangsang yang kuat agar karyawan lebih dapat produktif.
Kemampuan
dari setiap agent/karyawan dapat
dilihat dari perolehan reward yang
diberikan dapat diukur dari insentif yang diperoleh agent/karyawan tersebut yaitu dapat ditunjukan dari tabel
berikut: Tabel 1.
Data Insentive Tahun Periode Bulan Incentives Agent Jumlah Agent
Incentives Call Incentives Disiplin Incentives Best Agent Januari
13 15 3 Februari
7 10 3 Maret
0 0 3 April
4 4 2 Mai
0 0 2 Juni
0 0 2 Juli
0 0 0 Agustus
0 0 0 September
0 0 0 Oktober
0 0 0 November
0 0 2 Desember
0 0 1 Jumlah
24 29 Sumber
: Jumlah Insentive yang diberikan divisi Call Centerbagian Inbound PT Indosat Tbk Medan.
Pada Tabel 1.1 dapat disimpulkan
bahwa pada periode Januari- Desember tahun 2009, insentif yang dapat diterima
oleh para agent adalah sebanyak agent yang memperoleh insentive karena dapat
melebihi target Call, 29 agent yang memperoleh karena kedisiplinannya dan
18 agent
yang memperoleh prestasi sebagai
karyawan terbaik.
Skripsi Manajemen:Pengaruh Reward dan Budaya Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Divisi Call Center
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
