Skripsi Manajemen:Pengaruh Positioning dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian Oli Yamalube


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Manusia saat ini dituntut oleh tingkat  mobilitas  yang tinggi  secara  rutinitas.  Salah satu sarana yang menduku ng lancarnya kegiatan manusia itu  sendiri adalah alat transportasi. Alat transportasi sangat dibutuhkan dalam  menunjang aktivitas seseorang, bahkan dapat dikatakan aktivitas seseorang dapat  tertunda jika alat transportasinya tidak mendukung. Salah satu alat transportasi  yang berkembang saat ini adalah sepeda motor. Tingginya permintaan terhadap  sepeda motor didorong oleh harga sepeda motor yang terjangkau oleh masyarakat,  semakin mudahnya cara memiliki sepeda motor dan mudah dalam perawatan.
Asosiasi Indus tri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memberikan keterangan  pertumbuhan produksi sepeda motor yang mengalami kenaikan, tahun 2008 lalu  produksi sepeda motor sejumlah 4,7 unit, pada tahun 2009 mengalami kenaikan  menjadi 5,8 juta unit, dan pada tahun 2010 diprediksi akan naik menjadi 6,3 juta  unit (www.aisi.or.id/diakses tanggal  11 April 2010).  Terjadinya kenaikan  produksi sepeda motor juga akan menaikkan kebutuhan pada oli sepeda motor  sebagai kebutuhan mesin agar tetap terjaga dengan baik.
Sepeda motor yang dirawat dengan baik dan tertatur merupakan faktor  penting dalam menjaga kondisi kendaraan yang baik. Salah satu yang perlu  diperhatikan adalah oli sebagai pelumas yang berada pada mesin kendaraan.

Perawatan yang tergolong sederhana tetapi sangat vital adalah penggantian rutin  oli pelumas.
 10  Merek pelumas yang berbagai macam jenis tersedia di pasaran. Jumlah  pesaing di pasar yang semakin meningkat akan menimbulkan ketajaman  persaingan diantara merek-merek meningkat. Data menyebutkan,  ada 198  produsen pelumas lokal dan impor yang menjajakan sekitar 250 merek. Tetapi  dari ratusan merek itu yang terdistribusi secara nasional dan memiliki volume  penjualan cukup besar, yakni Mesran, Prima XP, Fastron, Enduro 4T, Evalube,  Top-1, Federal, Pennzoil, Agip, Castrol, Shell Helix, Fuchs Oli, Total, dan Motul (www.aisi.or.id/diakses tanggal 11 April 2010).
Pelumas yang dibutuhkan sangat tinggi. Di Indonesia belum ada lembaga  yang menghitungnya secara detail. Namun, beberapa sumber menyebutkan  kebutuhan pelumas secara nasional diperkirakan sekitar 700 juta kiloliter per  tahun. Melihat potensi pasar pelumas yang besar itu, banyak perusahaan pelumas  yang turut memperebutkan pasar.
Tabel 1.
Volume Penjualan Oli di Indonesia Jenis  Volume  Penjualan Pertamina  54% Penzzoil  12% TOP-1  11% Castrol  5% Shell  3% Agip  3% Yamalube  2,4% Motul  1% Sumber : www.kontan.co.id (diakses tanggal 26 Mei 2010) Tabel di atas menjelaskan tingkat volume penjualan secara nasional  beberapa Oli di Indonesia. Menurut data dari Asosiasi Pelumnas Indonesia (Aspelindo), Pertamina sampai saat ini masih mendominasi pasar sampai sekitar  54% pasar konsumsi produk seperti Fastron, Mesran, Mesran Super, Mesran   11  Prima, Meditran, Prima XP, Federal, 2T Enviro, Rored dan lain-lain. Bahkan  merk Mesran dari Pertamina merupakan penguasa terbesar pasar pelumas  Indonesia, terutama untuk mencukupi kebutuhan sepeda motor. Setelah Pertamina  disl pemain utama lainnya yaitu Penzzoil (12%),Evalube(12%), Top 1 (11%), Castrol  (5%), Shell (3%),  Agip  (3%), Motul  (1%)  (http://wahyublocknote.blogspot.com). Sedangkan penjualan Oli Yamalube  berhasil menembus angka 2,4 % (www.kontan.co.id).
Yamaha Indonesia terus mengalami kenaikan nilai penjualan dari tahun ke  tahun. Hal ini merupakan fenomena pasar yang sangat luar biasa.  Sebagai  pabrikan sepeda motor yang tak pernah berhenti berinovasi, Yamaha memiliki  tekad untuk menjadi no.1 di hati konsumen Indonesia. Hal ini dikarenakan  Yamaha yang mengutamakan kepuasan konsumen dalam hal ini tidak hanya  berkonsentrasi untuk menjual produknya, tetapi sadar betul bahwa tingkat  pelayanan after sales service sangat besar pengaruhnya pada nilai guna sepeda  motor itu sendiri.
Pasar oli  yang diperebutkan beberapa persaingan ini tentunya tidak  terlepas dari pertumbuhan pasar sepeda motor dan peningkatan produksi sepeda  motor.  Produsen kendaraan khsnya sepeda motor semakin bijak dengan  menyesuaikan produksi oli sesuai dengan tipe sepeda motor yang diproduksi,  salah satunya adalah Oli Yamalube.
Seiring dengan lajunya perkembangan teknologi Yamaha, serta  meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap  oli  pelumas yang berkualitas,  Yamalube sebagai oli berstandar kualitas dari Yamaha Motor Co. Japan,  diformulasi khs untuk sepeda motor Yamaha.  Adapun keunggulan yang   12  dimiliki Oli Yamalube yaitu dapat menjadikan performa mesin lebih tinggi,  bersifat ramah lingku ngan, efisien, dan tahan lama.
Keputusan membeli seseorang merupakan hasil suatu hubungan yang  saling mempengaruhi antara faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologi.
Hal ini sangat berguna untuk mengidentifikasikan pembeli-pembeli yang mungkin  memiliki minat terbesar trerhadap suatu produk. Konsumen menjadi fokus  perhatian pabrik. Konsumen merupakan pusat dari seluruh usaha pemasaran.
Pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam faktor yang mempengaruhi  konsumen dan mengembangkan pemahaman konsumen melakukan keputusan  pembelian untuk meraih keberhasilan.
Para pemasar harus mendalami berbagai pengaruh terhadap para pembeli  dan mengembangkan suatu pemahaman mengenai bagaimana sebenarnya para  konsumen membuat keputusan pembelian mereka ( Kotler: 2000:246), dalam hal  ini  positioning  dan  brand awareness  merupakan salah satu faktor yang  mempengaruhi keputusan dalam melakukan pembelian terhadap suatu  perusahaan.
Positioning  sering disebut sebagai strategi  untuk memenangi dan  menguasai benak pelanggan melalui produk yang kita tawarkan (Kartajaya:  2004:11). Kartajaya mempunyai definisi sendiri, positioning didefinisikan sebagai  the strategy to lead your customer credible, yaitu upaya mengarahkan pelanggan  anda secara kredibel atau dengan kata lain untuk membangun dan mendapatkan  kepercayaan pelanggan. Semakin kredibel anda di mata pelanggan, semakin  kukuh pula positioning anda.
 13  Brand awareness (kesadaran akan merk) dari perusahaan tersebut, dimana  apabila suatu perusahaan yang sudah berdiri lama dan memiliki reputasi yang baik  dimata pelanggan maka nama dari perusahaan tersebut akan menimbulkan  loyalitas tersendiri di dalam hati para pelanggan, sehingga pelanggan akan  melakukan pembelian pada perusahaan tersebut  secara berulang-ulang. Suatu  perusahaan terutama perusahaan jasa akan mendapatkan nilai yang baik oleh para  pelanggannya di sebabkan oleh faktor-faktor pendukung yang biasa digunakan  dalam bauran pemasaran jasa, seperti kualitas pelayanan yang baik, fasilitasfasilitas yang memadai sehingga menciptakan kenyamanan.


Skripsi Manajemen:Pengaruh Positioning dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian Oli Yamalube
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download