BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Perubahan kondisi ekonomi dan sosial yang dinamis telah
dengan cepat merubah perilaku dan sikap
konsumen. Dengan snan pilihan produk yang memusingkan yang ada di pasar, konsumen yang
sudah pasti menempati posisi tertinggi,
mengharapkan sesuatu yang lebih dari sebelumnya. Mereka tidak hanya mengharapkan suatu produk yang berkualitas tinggi, karena kualitas
produk sudah merupakan suatu norma dan
persyaratan. Generasi selanjutnya merupakan konsumen baru yang menginginkan produk yang
berkualitas tinggi dengan harga yang
sesuai dan terjangkau bagi mereka (Keegan, 2009:28).
Setiap perusahaan dalam memasarkan
produknya selalu dihadapkan pada pertanyaan
“mengapa orang membeli produk prusahaannya?’’. Jawabannya tidak dapat diterangkan secara langsung langsung
dari hasil pengamatan saja, tetapi dibutuhkan
satu analisis perilaku konsumen secara mendalam. Hal ini nantinya akan banyak membantu manajer pemasaran untuk
memahami “mengapa dan bagaimana” perilaku
konsumen tersebut, sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang secara baik.
1 Memahami perilaku konsumen dan mengenal
pelanggan bukanlah hal yang mudah.
Konsumen mungkin menyatakan kebutuhan dan keinginan mereka, tetapi malah bertindak sebaliknya. Mereka mungkin
tidak memahami motivasinya secara mendalam,
dan mungkin menanggapi pengaruh yang merubah pendirian mereka pada menit-menit terakhir.
Karakteristik pribadi konsumen
yang dipergunakan untuk memproses rangsangan
tersebut sangat komplek, dan salah satunya adalah motivasi konsumen untuk membeli. Menurut Schiffman dan Kanuk
(2004) menyatakan bahwa motivasi sebagai
kekuatan dorongan dari dalam diri individu yang memaksa mereka untuk melakukan tindakan. Jika seseorang mempunyai
motivasi yang tinggi terhadap obyek
tertentu, maka dia akan terdorong untuk berperilaku menguasai produk tersebut. Sebaliknya jika motivasinya rendah,
maka dia akan mencoba untuk menghindari
obyek yang bersangkutan. Implikasinya dalam pemasaran adalah untuk kemungkinan orang tersebut berminat untuk
membeli produk atau merek yang ditawarkan
pemasaran atau tidak.
Perilaku konsumen (consumer
behavior) merupakan kegiatan-kegiatan individu
yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa tersebut didalam
proses pengambilan keputusan pada persiapan
dan penentuan kegiatan-kegiatan
tersebut. Hubungannya dengan keputusan
pembelian suatu produk atau jasa, pemahaman mengenai perilaku konsumen meliputi jawaban atas pertanyaan
seperti apa (what) yang dibeli, dimana membeli
(where), bagaimana kebiasaan (how often) membeli dan dalam keadaan apa (under what condition) barang-barang dan
jasa-jasa dibeli. Keberhasilan perusahaan dalam pemasaran perlu didukung
pemahaman yang baik mengenai perilaku konsumen, karena dengan memahami
perilaku konsumen perusahaan dapat merancang
apa saja yang diinginkan konsumen.
Pertamina merupakan salah satu
produsen minyak pelumas di Indonesia dengan
berbagai macam merek. Pada saat ini Pertamina menghadapi mekanisme pasar yang sangat keras karena adanya pesaing
yang memposisikan pasar sebagai pasar
yang kompetitif. Strategi dan aktivitas pemasaran dikembangkan oleh perusahaan untuk mencapai sasaran pemasaran
yang dinyatakan dalam besaranbesaran penjualan (company sales) dan pangsa pasar
(market share). Hal ini berarti bahwa
perusahaan akan selalu mengembangkan strateginya untuk mempertahankan dan meningkatkan volume penjualannya.
Pada saat yang sama perusahaan
harus mampu mempertahankan atau memperkuat
pangsa pasar yang dimilikinya untuk menghasilkan laba bagi pertumbuhan berkelanjutan sebagai indikator
kinerja pasar dan pemasarannya. Oleh karena
itu, pengetahuan mengenai pangsa pasar yang dimiliki dan kekuatan relatif dari pangsa pasar serta perilaku dari
konsumennya adalah sangat penting untuk diketahui sebagai dasar pengembangan
strategi pemasaran pada masa yang akan datang.
(id-jurnal.blogspot.com/ diakses tanggal 22 Februari 2010) Bisnis pelumas
adalah usaha yang prospektif mengingat Pertamina merupakan Market Leader
pasar pelumas dalam negeri selama lebih dari 30 tahun. Bisnis Pelumas Pertamina terdiri atas bisnis dalam
negeri untuk segmen retail maupun segmen
industri, dan bisnis pelumas luar negeri. Di samping produk jadi, Pelumas Pertamina juga melayani kebutuhan Base Oil
Group I dan Base Oil Group III. Pangsa pasar
saat ini mencapai 54% di segmen retail dan 58% di segmen industri. Pemasaran Pelumas Pertamina di dalam negeri, didukung
oleh 7 Sales Region, 180 Agen Pelumas,
dan 45 OliMart, tersebar dari Sabang sampai Merauke.
(www.pertamina.com / diakses
tanggal 22 Februari 2010) Top 11% Pennzoil + Evalube 12% Castrol 5% Shell 4% Agip 3% Motul 1%
Lain-lain 10% Pertamina 54% Top 1 Pennzoil + Evalube Castrol Shell Agip
Motul Lain-lain Pertamina Gambar 1.
Pangsa Pasar Pelumas Otomotive
Tahun Berdasarkan gambar 1.1, pelumas
Pertamina menduduki peringkat pertama dan juga sebagai market leader (pemimpin pasar)
dengan pangsa pasar sebesar 54%, lalu diikuti
dengan penantang pasar (market challenger) lainnya yaitu Top 1 sebesar 11%, Pennzoil+Evalube sebesar 12%, Castrol sebesar
5%, Shell sebesar 4%, Agip sebesar 3%,
Motul sebesar 1%, dan pelumas lain-lain sebesar 11% (Petronas, Repsol, STP, Mobil 1, Valvoline, Indomobil oil, Federal,
Yamalube, Honda Genuine Oil).
Minyak pelumas atau lebih sering disebut oli
berfungsi sebagai anti gesek, bantalan,
penyekat, pendingin dan lain-lain tergantung pada komponen yang dilumasi. Oleh karena itu, jika kualitas
minyak pelumas yang digunakan tidak baik atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang
disarankan, maka dapat menyebabkan penurunan
kinerja mesin karena komponen-komponen yang bergerak tidak mendapatkan perlindungan yang optimal. Minyak
pelumas biasanya diklasifikasi dalam dua
standard yaitu SAE dan API Service. Kepercayaan bahwa untuk mendapatkan suara mesin yang lebih halus lebih
baik menggunakan pelumas yang lebih
kental. Pada awal mulai berkembangnya teknologi pelumas memang ada sedikit benarnya. Namun dengan teknologi aditif yang semakin maju,
maka paradigma tersebut sudah lama
ditinggalkan. (www.pertaminapelumasku.blogspot.com/ diakses 22 Februari 2010) Untuk segmen retail di dalam
negeri, Pelumas Pertamina memasarkan lebih dari 17 Brand, sementara untuk segmen industri
sebanyak 18 Br and. Untuk pasar luar negeri,
Pertamina memasarkan 3 Br and yang merupakan extension dari Brand di dalam negeri. (www.pertamina.com / diakses
tanggal 22 Februari 2010) Tabel 1.1
Pelumas Pertamina untuk Segmen Retail dan Segmen Industri Segmen Retail Segmen Industri Pelumas Mesin Mobil
Bensin Pelumas Mesin Diesel Tugas Berat Fastron 1. Meditran SX SAE 15W- 1. Fastron OW-50, API
SM 2. Meditran SC SAE 15W- 2. Fastron
10W-30, API SM 3. Meditran S SAE 10W,
30,40, 3. Fastron 10W-40, API SL 4. Meditran
SAE 30, 40, 4. Fastron 20W-50, API SL Pelumas
Transmisi dan Hidrolik Alat Berat Prima
XP 1. Translik HD 1. Prima XP 10W-40,
API SL 2. Translik HD 10W, 30, 50, 2. Prima XP 20W-50, API SJ Refrigerating Oils (Grease) Mesran 1. Kompen 1. Mesran Super 20W-50, API
SG/CD 2. Termo 2. Mesran 40 3. Termo Pelumas Mesin Mobil Diesel Pelumas Bantalan Industri dan Silinder Fastron 1. Sebana P Series 1. Fastron Diesel 15W-40,
API CI-4 2. Sebana Series Meditran 3. Sebana 1. Meditran SX 15W-40, CH-4 4. Medripal Series ISO VG 68, 100, 150 2.
Meditran SC 15W-40 5. Gandar 800 ISO VG 3. Meditran S-40 6. Gandar Mesran B
7. Silinao 160 M 1. Mesran B 40 Pelumas Transmisi Mobil Manual Rored 1.
Rored MTF 80 W90 GL 4 Pelumas Transmisi Mobil & Garden Tugas Sedang
Rored 1.
Rored EPA 90 GL 4 2. Rored EPA 140 GL 4 Pelumas
Garden Tugas Berat 1. Rored HDA 90 GL 5 2. Rored HDA 140 GL 5 Pelumas
Mesin Motor 4 Tak Enduro Segmen Retail 1.
Enduro 4T Racing 2. Enduro 4T Mesran 1.
Mesran Super 20W-50, API SG/CD Mesrania
1. Mesrania 2T Enviro 2.
Mesrania 2T Super 3. Mesrania 2T OB Grease/Gemuk
1. Gemuk Pertamina SGX 2.
Gemuk Pertamina SGX Pail Sumber :
www.pelumas.per tamina.com/ Skripsi Manajemen:Karakteristik Individu dan Faktor Psikologis Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Memilih Produk Pelumas Oli
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
