BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Karyawan merupakan salah satu
aset utama perusahaan, yang harus dipelihara dan dipenuhi kebutuhannya dengan
baik. Karyawan yang berada dalam perusahaan,
tidak hanya sebagai objek pencapai tujuan perusahaan, tetapi juga sebagai subjek yang berperan dalam menentukan
tercapai tidaknya tujuan perusahaan.
Karyawan adalah seseorang yang
bekerja pada suatu perusahaan dengan tenaga
(fisik dan pikiran) dan memperoleh balas jasa sesuai dengan peraturan dan perjanjian (Hasibuan, 2005 : 117). Bentuk
aplikasi atas pelaksanaan fungsi dan tugas
masing-masing karyawan dapat dilihat dari prestasi kerja yang dihasilkan.
Menurut Hasibuan (2005 : 95),
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas -
tugas yang dibebankan kepadanya yang
didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu.
Prestasi kerja dapat menunjukkan
seberapa besar kontribusi karyawan pada perusahaan
dalam mencapai standar kerja yang telah ditetapkan. Standar kerja perlu dijadikan sebagai tolok ukur dalam
mengadakan perbandingan antara apa yang
telah dilakukan dengan apa yang diharapkan. Setelah apa yang diharapkan tercapai, maka sebagai balas jasa / imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan adalah gaji dan insentif. Adapun
faktor - faktor yang dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah
gaji, insentif, uang kesejahteraan, pendidikan
dan pemeliharaan kesehatan.
Pemberian kompensasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktifitas kerja karyawan dan mempertahankan karyawan
yang berprestasi untuk dapat tetap berada
dalam perusahaan.
Menurut Sulistiyani dan Rosidah
(2003 : 206), kompensasi mencerminkan upaya
organisasi atau perusahaan untuk mempertahankan sumber daya manusia sebagai komponen utama dan merupakan komponen
biaya yang paling penting.
Disamping pertimbangan tersebut,
kompensasi juga merupakan salah satu aspek yang berarti bagi karyawan, karena bagi
karyawan besarnya kompensasi mencerminkan
ukuran nilai kinerja karyawan tersebut.
Menurut Hasibuan (2005 : 118),
kompensasi langsung merupakan hak karyawan dan menjadi kewajiban perusahaan
untuk membayarnya. Umumnya kompensasi langsung adalah balas jasa / imbalan yang diterima
karyawan secara langsung, rutin atau
periodik. Kompensasi langsung yang diberikan dapat berupa gaji dan insentif. Gaji adalah balas jasa yang
dibayarkan secara periodik kepada karyawan.
Sedangkan insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya di atas
standar kerja. Semakin besar prestasi kerja
seorang karyawan maka semakin besar pula kompensasi yang akan diterimanya.
Apabila seorang karyawan mampu
bekerja melebihi standar kerja yang ditetapkan maka karyawan tersebut berhak
menerima insentif yang berupa tambahan
penghasilan. Oleh karena itu seorang karyawan harus memiliki prestasi kerja yang baik untuk bisa memperoleh tambahan
penghasilan.
PT. Bank Muamalat, Tbk Cabang Medan merupakan salah satu bank umum nasional yang berbasis syariah yang telah
menerapkan sistem kompensasi yang sudah
sesuai dengan keputusan pemerintah. Dimana kebijakan manajemen Bank Muamalat memberikan kompensasi langsung kepada
karyawan outsourching berupa gaji pokok setiap bulan dan memberikan insentif kepada karyawan outsourching
yang dapat memperlihatkan kebehasilan prestasi yang melebihi prestasi kerja standar. Pada Bank Muamalat, karyawan
outsourching yang memperoleh gaji dan insentif adalah mereka
yang menduduki jabatan sebagai marketing,
administrasi kredit dan penagihan kredit. Adapun standar kerja yang ditetapkan perusahaan ditentukan dari jumlah
pendapatan bagi hasil yang berhasil dikumpulkan
oleh karyawan yang bersangkutan dengan nilai nominal diatas Rp150.000.000,-. Berikut ini adalah data
jumlah karyawan, gaji dan insentif yang diterima
karyawan pada tahun 2006 sampai dengan 2008.
Tabel 1.
Data Jumlah Karyawan, Gaji dan
Insentif PT. Bank Muamalat, Tbk Cabang Medan Tahun Jumlah karyawan Gaji
Insentif 2006 34 orang 509.064.000
187.200.
2007 38 orang
935.448.000 208.800.
2008 43 orang
1.299.000.000 236.400.
Sumber : Data Personalia PT. Bank
Muamalat Cabang Medan Berdasarkan tabel 1.1, dapat diketahui bahwa secara
keseluruhan jumlah gaji dan insentif
yang diterima karyawan outsourching pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 mengalami peningkatan, akan tetapi
secara individu gaji dan insentif yang
diterima karyawan outsourching tidak mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan, jumlah gaji
dan insentif yang diterima karyawan tidak
sesuai dengan prestasi kerja yang dicapai oleh karyawan tersebut. Karyawan menerima insentif dalam jumlah yang sama
walaupun pendapatan bagi hasil yang dicapai
mengalami peningkatan. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul :
“Pengaruh Kompensasi Langsung Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Bank
Muamalat,TbkCabang Medan”.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada PT.
Bank Muamalat Cabang Medan, maka
perumusan masalahnya adalah sebagai berikut“Apakah kompensasi langsung
berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT. Bank Muamalat Cabang Medan”.
C. Kerangka Pemikiran Hasibuan (2005 : 117-118),
kompensasi adalah semua pendapatan berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang
diterima karyawan sebagai imbalan atas
jasa yang diberikan perusahaan. Menurut Hasibuan (2005 : 118), kompensasi langsung merupakan hak karyawan dan
menjadi kewajiban perusahaan untuk
membayarnya. Kompensasi langsung yang
diberikan dapat berupa gaji dan insentif.
Menurut Hasibuan (2005 : 118),
kompensasi langsung yang diberikan kepada karyawan dapat berupa : a.
Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan serta mempunyai jaminan yang pasti, dengan
kata lain akan tetap dibayarkan walaupun
pekerja tersebut tidak masuk kerja.
b. Insentif yaitu tambahan balas jasa yang
diberikan kepada karyawan tertentu yang
prestasinya di atas prestasi standar.
Prestasi kerja adalah suatu hasil
kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan
tugas – tugas yang dibebankan kepadanya
yang didasarkan atas kecakapan,
pengalaman, dan kesungguhan serta waktu (Hasibuan, 2005 : 95).
Mathis dan Jackson (2002 : 78),
prestasi kerja mempengaruhi seberapa banyak
mereka memberikan kontribusi kepada perusahaan yang antara lain termasuk : 1.
Kuantitas kerja : volume kerja yang dihasilkan di atas kondisi normal.
2. Kualitas kerja : kerapian, ketelitian, dan
keterkaitan hasil dengan tidak mengabaikan
volume pekerjaan.
3. Pemanfaatan waktu : penggunaan masa kerja
yang disesuaikan dengan kebijaksanaan
perusahaan.
4. Kerjasama : kemampuan menangani hubungan
dalam pekerjaan.
Skripsi Manajemen:Pengaruh Kompensasi Langsung Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Bank Muamalat
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
