BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang Masalah Budaya
organisasi sangat diperlukan oleh setiap perusahaan yang perlu selalu dikembangkan dan disesuaikan dengan perubahan
lingkungan organisasi. Lingkungan organisasi
terdiri dari sumber daya manusia dengan latar belakang dan tingkatan yang berbeda. Dengan demikian, perubahan budaya
organisasi dilakukan terlebih dahulu melalui
pengubahan pola piker segenap sumber daya manusia di dalam organisasi.
Budaya yang merupakan nilai-nilai
kebiasaan yang diterima sebagau acuan yang diikuti dan dihormati. Budaya yang melekat
pada masing-masing individu yang akan tercermin
dalam inovasi, detil, hasil, individu, hasil, individu, tim, agresifitas, dan stabil pada saat melaksanakan pekerjaan dan
menjadi budaya yang diyakini oleh kelompok.
Jika budaya tersebut diterapkan secara berkesinambungan saat melaksanakan kerja dan yang disering disebut
budaya kerja. Itulah sebabnya perubahan
dalam budaya kerja sangat penting. Karena masalah budaya kerja terletak pada diri masing-masing dan mh budaya kerja
adalah diri sendiri (Triguno, 2004:29).
Perubahan budaya tersebut membawa dampak pada perubahan budaya kerja yang mau tidak mau harus dihadapi dan
serangkaian adaptasi harus dilakukan terhadap
keberagaman yang mengacu pada perbedaan atrib ut demografi seperti ras, agama, pendidikan / orientasi seksual.
Tantangan yang cukup kompleks
lainnya adalah mengubah budaya kerja lama yang sudah tidak sesuai lain dengan
nilai-nilai budaya kerja baru. Pada seluruh karyawan atas keinginan secara sukarela.
Orang tidak akan berubah kalau dia menyadarinya
dan menginginkan secara sukarela. Orang yang bersedia memberikan diri mereka dengan sukarela untuk memajukan
satuan kerjanya. Pada PT. Exson Solusindo
Pratama merupakan perusahaan yang bergerak dibidang advertising.
Perusahaan ini mempunyai visi,
missi dan nilai-nilai yang mencerminkan
oleh perusahaan seperti persahabatan
antar kawan, kerja keras dalam mencapai target serta adanya kegiatan-kegiatan lain diluar
perusahaan. Dan juga mencerminkan budaya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Komitmen karyawan terhadap
pelaksanaan budaya kerja perusahaan. Ini dapat juga dilihat dari Tabel 1.1 dan Tabel 1.2
dibawah ini : Tabel 1.
Rekapitulasi Absensi Karyawan
Januari JANUARI No Minggu Ke-
X (orang) St (Orang) Sc (Orang) I
(Orang) Ct (Orang) Tlb (Orang) Pc (Orang)
Jlh (Orang) I 02-01-2009 s.d
05-01-2009 - -
- - -
- 3 II 08-01-2009 s.d 12-01-2009 -
- - -
2 - - III
15-01-2009 s.d 19-01-2009 - 1
- - -
- - 1 IV 22-01-2007 s.d 26-01-2009 -
- - -
- - - V
29-01-2007 s.d 02-02-2009 - -
- 2 -
- - Jumlah 0
1 0 2
2 0 3 Sumber : Data PT. Exson Solusindo Pratama Tabel
1.
Rekapitulasi Absensi Karyawan
Februari FEBRUARI No Minggu Ke-
X (Orang) St (Orang) Sc (Orang) I
(Orang) Ct (Orang) Tlb (Orang) Pc (Orang) Jumlah (Orang) I 05-01-2009 s.d 05-02-2009 -
- 1 -
4 - - II
12-02-2009 s.d 16-02-2009 - -
- - 1
- - III 19-02-2009 s.d 23-02-2009 -
- 1 -
- - 1 IV
26-02-2009 s.d 02-03-2009 - -
- 3 -
- - Jumlah 0
0 2 3
5 0 1 Sumber : Data PT. Exson Solusindo Pratama Keterangan : X : Tidak hadir tanpa keterangan St : Sakit tanpa keterangan Sc : Sakit tanpa surat keterangan Dokter / rawat
inap I : Ijin C : Cuti Tlb
: Terlambat Pc : Pulang Berdasarkan
data pada Tabel 1.1 dan Tabel 1.2, disini dapat dilihat dengan kapasitas besar pada PT. Exson Solusindo
Pratama. Perusahaan ini harus lebih menerapkan
budaya kerjanya agar dapat mempertahankan kinerja pekerjaannya dengan pencapaian tinggi adalah komitmen
karyawan terhadap perusahaannya.
Sebagai tindak lanjutnya, PT.
Exson Solusindo Pratama menghasilkan tata nilai budaya kerja dan semangat baru. Program ini
meliputi perubahan proses dan system kerja
terutama dalam menetapkan sasaran kerja, bimbingan, dan system penilaian akhir yang dituangkan dalam system manajemen
kinerja. Tata nilai baru yang dikembangkan
saat ini adalah kebersamaan dan keteladanan.
Budaya kerja penting bagi
perusahaan tersebut membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian diperusahaan tersebut khsnya
untuk melihat seberapa besar budaya
kerja mempengaruhi komitmen karyawan di perusahaan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka
penulis tertarik untuk menulis skripsi dengan
judul “Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Komitmen Kerja Karyawan Pada PT. Exson Solusindo Pratama”.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar
belakang masalah diatas diperoleh perumusan masalah sebagai berikut: 1.
Apakah budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen kerja karyawan pada PT. Exson
Solusindo Pratama? 2. Variabel-variabel
manakah yang paling dominan yang terdiri dari inovasi, detil, individu, tim, dan agresifitas
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap komitmen kerja karyawan pada PT. Exson Solusindo Pratama? C. Kerangka Konseptual Organisasi
harus memiliki nilai-nilai tang telah diyakini, dijunjung tinggi dan menjadi motor penggerak oleh kebanyakan
anggota organisasi sebagai aturan main yang
sah untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, membuat nilai-nilai itu menjadi budaya organisasi, (Robbins, 2008:148). . Terdapat tujuh
karakteristik yang membentuk budaya
organisasi : (1) Inovasi (X1), (2) Detil (X2), (3) Hasil (X3), (4) Individu (X4), (5) Tim (X5), (6) Agresifitas
(X6) Allen dan Meyer (Panggabean,
2004:135) mendefinisikan komitmen organisasi
sebagai sebuah konsep yang memiliki tiga dimensi, yaitu affective, normative, dan continuance commitment.
Affective Commitment adalah
tingkatan seseorang karyawan secara emosi terikat, mengenal, dan terlibat dalam organisasi.
Continuance Commitment adalah resepsi nilai
yang dimiliki oleh karyawan berdasarkan yang didapat dan yang dikorbankan baik secara psikologis, social, fungsional dan
situal. Normative commitmentadalah tingkatan
seseorang secara psychological terikat untuk menjadi karyawan dari sebuah Detil (X2) Hasil (X3) Individu (X4) Tim (X5) Agresifitas
(X6) organisasi yang didasarkan kepada perasaan seperti kesetiaan, affeksi,
kehangatan, kepemilikan, kebanggan,
kesenangan, dan lain-lain.
Berdasarkan uraian di atas, maka
kerangka konseptual dapat dilihat pada Gambar
1.1 yang menjelaskan variabel budaya kerja (Inovasi, Detil, Hasil, Individu, Tim, Agresifitas) mempengaruhi komitmen
karyawan secara langsung yang dapat ditunjukkan
sebagai berikut : Budaya Organisasi Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber : Robbins (2008). (diolah).
D. Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara
atau dugaan sementara terhadap masalah penelitian
yang kebenarannya masih perlu dibuktikan melalui penelitian terhadap objek yang bersangkutan.
Berdasarkan perumusan masalah
yang telah peneliti kemukakan diatas, maka hipotesis penelitian ini adalah : ”Budaya
kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen kerja karyawan pada PT. Exson Solusindo Pratama”.
Komitmen Kerja Inovasi (X1)
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian Tujuan didalam
penelitian ini adalah: Untuk mengetahui
budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen kerja karyawan pada PT. Exson
Solusindo Pratama.
2. Manfaat Penelitian Manfaat di dalam
penelitian ini adalah : a. Bagi PT.
Exson Sulisindo Pratama Sebagai bahan
pertimbangan untuk menetapkan kebijakan baru perusahaan tentang budaya kerja yang
berpengaruh terhadap komitmen karyawan
dalam upaya mencapai efektifitas, tujuan dan kelangsungan perusahaan.
b. Bagi Penulis Memberikan kesempatan kepada
penulis untuk menerapkan teori yang telah
didapatkan di bangku kuliah dan menambah wawasan penulis dalam bidang manajemen sumber daya manusia khsnya
tentang budaya kerja dan komitmen kerja.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya Sebagai bahan
referensi yang dapat memberikan perbandingan dalam melakukan penelitian selanjutnya, khsnya
mengenai budaya kerja dan komitmen kerja.
Skripsi Manajemen:Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Komitmen Karyawan PT. Exson Solusindo
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
