BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak
stabil menyebabkan daya beli masyarakat
menurun dan akibatnya konsumenlebih berorientasi pada harga.
Orientasi konsumen pada
harga menyebabkan merek menjadi kurang dipentingkan, tingkat loyalitas konsumen terhadap
merek produk tertentu semakin menurun,
dan hal tersebut memicu terjadinya perpindahan merek. Kenyataan seperti ini ternyata telah merubah perilaku
masyarakat dalam proses keputusan pembelian.
Secara jelas masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam membuat pertimbangan pembelian. Diantara
kecenderungan-kecenderungan tersebut adalah pergeseran orientasi dalam pembelian terhadap
sejumlah produk termasuk dalam memilih
sim card (kartu telepon).
Perusahaan selalu dihadapkan
padaancaman dari produk-produk atau komoditas
sejenis dari perusahaan lain, yang akan dengan mudah memasuki pasar dengan menyediakan produk atau jasa kepada
konsumen secara lebih baik, lebih cepat,
atau lebih murah, sehingga hal ini akan mengakibatkan perusahaan tersebut sulit untuk mempertahankan konsumen (Lemon,
2000:80) . Oleh sebab itu untuk tetap
eksis dalam lingkungan persaingan yang sangat ketat, perusahaan tidak mempunyai banyak pilihan kecuali berusaha
secara terus menerus untuk memahami
kebutuhan dan keinginan konsumen.
Suatu perusahaan penting mempertahankan
pelanggan yang sudah ada, karena biaya
untuk menarik pelanggan barulebih besar dibandingkan biaya untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada.
Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan
untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada adalah dengan meningkatkan kepuasan konsumen. Kepuasan dan
ketidakpuasan konsumen terhadap produk
merupakan konsep penting yang perlu dipahami pemasar karena dapat mempengaruhi perilaku konsumen
selanjutnya. Kepuasan merupakan perasaan
senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja
produk dan harapan-harapannya.
Ketidakpuasan konsumen merupakan
salah satu faktor penyebab terjadinya perpindahan
merek karena pelanggan yang tidak puas akan mencari informasi pilihan produk lain, dan mungkin akan berhenti
membeli produk atau mempengaruhi orang
lain untuk tidak membeli (Kotler & Keller, 2008 : 177-193).
Perpindahan merek (Brand swithing)adalah pola pembelian yang dikarakteristikkan dengan perubahan atau
pergantian dari satu merek ke merek yang
lain (Peter dan Olson, 2000 dalam Setiya ningrum, 2005:5). Perilaku berpindah merek dapat terjadi dikarenakan
beragamnya produk yang ada dipasaran
sehingga menyebabkan adanyaperilaku memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan atau karena terjadi masalah
dengan produk yang sudah dibeli maka
konsumen kemudian beralih ke merek lain.
Titik awal dari setiap pembelian
adalah adanya kebutuhan atau keinginan.
Konsumen akan membeli produk
karena alasan-alasan tertentu, atau paling tidak adanya keyakinan bahwa kemampuan produk dalam
memenuhi kebutuhan mempunyai nilai yang
lebih besar dibanding biaya yang akan dikeluarkan. Variasi produk yang bermacam ditambah aktivitas
promosi yang sangat persuasif dan harga
sim card (kartu telepon) untuk telepon selular yang harganya murah dengan bonus yang tinggi, tentu akan mendorong
munculnya perilaku perpindahan merek di
kalangan konsumen. Bermacam stimulan yang disodorkan di pasar bukan saja mempengaruhi perilaku perpindahan mereka
tetapi juga mendorong perilaku mencoba
produk baru bagi yang belum pernah mencobanya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada sekelompok segmen yang
saat ini belum termotivasi untuk mencoba
sim card (kartu telepon) merek Excelcomindo.
Suatu produk akan mempunyai nilai lebih dimata
konsumen jika perusahaan mengetahui
perilaku konsumen dalam kaitannya dengan keputusan untuk membeli baik barang maupun jasa, untuk
mengetahui apa yang menjadikan konsumen
memutuskan pembelian suatu produk maka perlu ditentukan atributatribut yang
mendukung. Setiap provider berlomba-lomba dalam hal penekanan harga menyangkut masalah tarif telepon,
sms,dan akses internet serta pelayanan produknya
untuk menarik pelanggan, kualitas dan kapasitas jaringan untuk kemudahan komunikasi, serta promosi yang bagus
untuk membentuk citra dan menempatkan
posisi suatu produk kepada masyarakat.
Perusahaan Excelcomindo adalah salah satu
provider atau perusahaan telekomunikasi
terkemuka di Indonesia. Perusahaan Excelcomindo memahami bahwa pelanggan adalah faktor yang sangat
berpengaruh dalam kelangsungan hidup
perusahaan, oleh karena itu Excelcomindo sangat gencar meningkatkan kualitas, pelayanan kepada pelanggan,
minimalisasi harga seperti tarif telepon, sms, akses internet, serta promosi guna
mempertahankan dan meningkatkan jumlah
pelanggannya. Jumlah pelanggan beberapa provider dari tahun 2007-2009, terlihat
pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Perbandingan Pelanggan Provider Sim Card (2007-2009) Provider
2007 2008 2009 Telkomsel 47,8
65,3 82,0 Indosat
18,1 24,5 33,1 Excelcomindo 15,5
21,3 31,4 Sumber: www.xl.co.id, 2010 (diolah) www.detiknet.com, 2010 (diolah) Perusahaan Excelcomindo pada akhir-akhir ini
memberikan dorongan yang menarik kepada
konsumen seperti tarif telepon dan sms murah, harga voucer isi ulang terjangkau, akses internet murah,
jaringan yang bagus, akses internet cepat,
kualitas suara jernih, adanya hadiah, iklan yang menarik, dimana tidak menutup kemungkinan konsumen untuk berpindah
ke merek Exelcomindo.
Dengan alasan itu penulis memilih
judul “ANALISIS PERPINDAHAN MEREK PADA
PENYEDIA JASA TELEPON SELULAR DARI PROVIDER LAIN MENUJU EXCELCOMINDO”. Untuk mengetahui
motivasi perpindahan konsumen dari
provider lain ke Exelcomindo.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah
dikemukakan sebelumnya, maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut: Apakah faktor perpindahan merek (Harga, Kualitas, dan Promosi) menyebabkan
konsumen memilih Excelcomindo.
C. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual bertujuan sebagai pedoman
arah tujuan penelitian dan membantu
pemilihan konsep-konsep yang diperlukan guna pembentukan hipotesisnya (Wiratha 2006:24). Seiring
dengan banyaknya pengguna kartu sim cardmerek
Excelcomindo dikalangan mahasiswa fakultas kedokteran UISU maka penulis ingin mengetahui bagaimana
faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen berpengaruh terhadap keputusan
menggunakan kartu sim card Excelcomindo.
Pada penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terdiri harga, kualitas, dan promosi.
Lupiyoadi (2001:134) menyatakan
bahwa harga merupakan uang yang dibayarkan
oleh konsumen untuk memperoleh jasa yang diinginkan dengan membandingkan antara biaya dan manfaat yang
diperoleh (The Consumer’s costs and
benefits). American Society for Quantity Control mendefinisikan kualitas (quality)sebagai fitur-fitur dan karakteristik
– karakteristik dari sebuah produk atau
jasa secara keseluruhan yang bersifat pada kemampuan produk atau jasa tersebut dalam memenuhi kebutuhan – kebutuhan
yang telah dinyatakan atau tersirat
(Griffin, 2004 : 208).
Promosi adalah salah satu
variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam
memasarkan produk atau jasa Lupiyoadi
(2001:108). Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen,
melainkan juga sebagai untuk mempengaruhi
konsumen dalam kegiatanpembelian/penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
Skripsi Manajemen:Analisis Perpindahan Merek Pada Penyedia Jasa Telepon Seluler Dari Provider Lain Menuju Exelcomindo
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
