BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Perkembangan kota sebagai salah satu pusat perdagangan dan bisnis menimbulkan banyak perubahan. Perubahan
yang paling jelas terlihat adalah
timbulnya persaingan bisnis yang semakin tajam. Hal ini ditandai dengan berdirinya usaha-usaha baru yang bergerak di
bidang penyediaan pangan. Selain timbulnya
persaingan bisnis yang tinggi, pola pikir dan prilaku masyarakat juga mengalami banyak kemajuan. Perkembangan pola
pikir tersebut, misalnya masyarakat
lebih tertarik untuk menginvestasikan uang mereka dengan mendirikan usaha seperti rumah makan atau
restoran agar dapat menghasilkan keuntungan
bagi mereka.
Persaingan merupakan hal yang
sangat menentukan keberhasilan maupu n kegagalan
suatu perusahaan dimana perusahaan yang tidak mampu bersaing akan segera tersisih dari lingkungan pasar.
Sebaliknya, persaingan akan semakin dimenangkan
oleh perusahaan yang inovatif dan kreatif dalam pengelolaan bisnisnya serta perusahaan yang berhasil
memuaskan konsumen mereka.
Hubungan yang baik akan tercipta
apabila usaha bisnis mampu memberikan kepuasan
kepada konsumen melalui produk yang dihasilkan sehingga pelanggan akan tetap setia untuk membeli produk yang
dihasilkan, sehingga dapat semakin bertumbuh
dan berkembang. Usaha bisnis juga harus mampu menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan lingkungan, khsnya
dengan konsumen.
Konsumen bebas memilih produk yang dibutuhkan atau yang diinginkan, memutuskan tempat pembelian, bagaimana
caranya, banyaknya pembelian, kapan membeli
dan alasan membeli. Pemasar sebagai pihak yang menawarkan berbagai produk harus dapat menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian dengan
merancang strategi pemasaran yang sesuai
dengan keinginan konsumen.
Bisnis yang bergerak dalam usaha
pelayanan pangan di kota saat ini jumlahnya cukup banyak , salah satunya
adalah Rumah Makan Garuda sebagai objek
penelitian. Karena berlokasi dipusat keramaian yaitu di Jl. Kapt. Pattimura No 328 , dimana lokasi berada didaerah
perkantoran. Alasan untuk mendirikan
rumah makan ini adalah merupakan hasil survey bahwa masih kurangnya sarana rumah makan terutama yang
menyediakan makanan spesifik Minang dan
Melayu dikota . Dengan melihat kesempatan inilah, maka didirikanlah Rumah Makan Garuda pada tahun
1976 (www.restorangaruda.com diakses pada 20 Maret 2010).
Rumah Makan Garuda telah banyak
dikenal oleh masyarakat , produk yang
dihasilkan di rumah makan ini pun halal dan aman untuk dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat dan rumah
makan ini dapat terus mempertahankan
eksistensinya ditengah persaingan bisnis makanan yang semakin tajam dikota , bahkan Rumah Makan Garuda
semakin menunjukkan kemampuannya untuk
terus berkembang dengan pesat. Hal ini membuktikan bahwa Rumah Makan Garuda yang bergerak
dibidang jasa yang berhubungan langsung
dengan konsumen mampu memenuhi harapan dan kebutuhan para konsumennya, dan ditopang oleh strategi yang
dijalankan yaitu dengan memberikan
pelayanan yang maksimal kepada pelanggan, menerapkan harga yang sesuai dengan kualitas produk, serta
meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan
untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen sehingga mampu mempertahankan keberhasilan yang diperoleh,
seperti yang telah dilakukan oleh Rumah
Makan Garuda hingga saat ini.
Tujuan pemasaran adalah memenuhi
dan memuaskan kebutuhan serta keinginan
pelanggan sasaran (Sunarto: 2006:83). Tetapi mengenal konsumen tidaklah mudah, para konsumen mungkin saja
menyatakan kebutuhan dan keinginan
mereka sedemikian rupa, tetapi bertindak sebaliknya. Oleh sebab itu kita perlu memahami prilaku konsumen yang
tidak pernah sederhana. Konsumen mungkin
tidak memahami motivasi yang lebih dalam, konsumen mungkin menanggapi pengaruh yang mengubah pikiran
mereka pada menit-menit terakhir.
Para pemasar harus mendalami
berbagai pengaruh terhadap para pembeli dan mengembangkan suatu pemahaman mengenai
bagaiman sebenarnya para konsumen
membuat keputusan pembelian mereka (Kotler: 2000:246), dalam hal ini
positioning dan brand awareness merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam
melakukan pembelian terhadap suatu perusahaan.
Positioning dan brand awareness
merupakan persepsi konsumen terhadap pembelian
secara keseluruhan. Persepsi konsumen terhadap positioning dan brand awareness yang dimiliki oleh Rumah Makan
Garuda mungkin akan dapat memberikan dampak positif bagi konsumen yang kemudian akan menciptakan minat bagi konsumen untuk mengambil keputusan
melakukan pembelian di Rumah Makan
Garuda Cabang Pattimura .
Positioning sering disebut
sebagai strategi untuk memenangi dan menguasai
benak pelanggan melalui produk yang kita tawarkan (Kartajaya: 2004:11). Kartajaya mempunyai definisi
sendiri, positioning didefinisikan sebagai the strategy to lead your customer credible,
yaitu upaya mengarahkan pelanggan anda
secara kredibel atau dengan kata lain upaya untuk membangun dan mendapatkan kepercayaan pelanggan. Semakin
kredibel anda di mata pelanggan, semakin
kukuh pula positioning anda. Menurut Ries dan Trout dalam Lupiyoadi (2001:48), positioningbukanlah hanya
menyangkut produk barang atau jasa tetapi tentang pemasar lakukan terhadap
pikiran dan benak konsumen.
Brand awareness (kesadaran akan
merk) dari perusahaan tersebut, dimana apabila
suatu perusahaan yang sudah berdiri lama dan memiliki reputasi yang baik dimata konsumen maka nama dari perusahaan
tersebut akan menimbulkan loyalitas
tersendiri di dalam hati para konsumen ,
sehingga Konsumen akan melakukan pembelian pada perusahaan
tersebut secara berulang-ulang. Suatu perusahaan terutama perusahaan pangan akan
mendapatkan nilai yang baik oleh para
konsumennya disebabkan oleh faktor-faktor pendukung yang biasa digunakan dalam bauran pemasaran jasa,
diantaranya yang sering di aplikasikan oleh
banyak perusahaan dewasa ini adalah seperti kualitas pelayanan yang baik, kenyamanan
serta lokasi yang mudah dijangkau oleh konsumen.
Pemberian atau pelayanan jasa
oleh perusahaan pangan mungkin dapat mengalami kegagalan dalam memberikan kepuasan
kepada konsumen apabila perusahaan tidak
mengetahui bentuk layanan yang
sebenarnya diinginkan konsumen .
Hal ini harus dapat dihindari oleh perusahaan-perusahaan rumah makan karena dalam membangun brand awareness
yang baik dimata konsumen perusahaan
harus menciptakan kesan yang baik pula tentu saja dengan mengetahui bentuk layanan yang diinginkan oleh konsumen .
Berikut ini adalah data jumlah konsumen
yang melakukan pembelian pada Rumah
Makan Garuda Cabang Pattimura .
Tabel 1.
Jumlah Konsumen/Hari Yang
Melakukan Pembelian di Rumah Makan Garuda
Cabang Pattimura No. Tahun
Jumlah Konsumen/Hari 1 Oktober
2009 2
November 2009 3
Desember 2009 4
Januari 2010 5
Februari 2010 6 Maret
2010 Sumber: Rumah Makan Garuda Cabang Pattimura (2010) Berdasarkan
latar belakang yang telah diuraikan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Analisis Pengaruh Positioning dan Brand
Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Rumah Makan Garuda Cabang Pattimura ”.
Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Positioning dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
