Skripsi Manajemen:Analisis Pembelian Kartu Seluler GSM Dan Three Pada Konsumen Di Pajak


 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang  Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupan  manusia terutama dunia usaha pada saat ini. Di samping itu banyaknya usaha yang  bermunculan baik perusahaan kecil maupun besar berdampak pada persaingan  yang ketat antar perusahaan baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Oleh  karena itu pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam  menghadapi persaingan, pengembangan usaha dan untuk mendapatkan laba,  sehingga perusahaan dapat mengembangkan produknya, menetapkan harga,  mengadakan promosi dan mendistribusikan barang dengan efektif.

Sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan  sulit diajak berpikir jangka panjang. Orang-orang yang cenderung berpikir jangka  pendek memang gemar mencari cara yang instan, mencari produk yang bisa  memberi keuntungan jangka pendek untuk menyelesaikan masalah yang ada di  depan mata saja. Sifat berpikir jangka pendek juga dipacu oleh krisis ekonomi  yang dialami Indonesia. Penurunan daya beli membuat konsumen harus berpikir  untuk mencari solusi dalam jangka pendek dulu. Membeli produk berdasarkan  anggaran juga menjadi ciri konsumen yang berpikiran jangka pendek. Ini sering  terjadi di kategori produk konsumsi seperti kartu seluler.
Semua lapisan masyarakat dari lapisan elit sampai pembantu rumah tangga  dari kota besar ataupun pelosok-pelosok di seluruh Indonesia dapat mengakses    sarana telekomunikasi yang ada. Pelayanan jasa telekomunikasi dibawa ke  daerah-daerah terisolir, meskipun hasilnya masih belum memuaskan.
Pertumbuhan pelanggan telepon seluler sampai dengan tahun 2006 sangat  berfluktuatif namun masih menunjukkan prospek yang baik. Jika pada 2006 total  jumlah pelanggan telepon (tetap, tetap nirkabel, dan seluler) mencapai sekitar 63  juta nomor, pada akhir 2007 mencapai sekitar 85 juta nomor, pada akhir tahun  2008 diproyeksikan mencapai 120 juta nomor dan pada tahun 2010 diprediksikan  mencapai 133 juta nomor (www.antara.co.id Terkait dengan pola pengambilan keputusan yang merupakan kegiatan  pemecahan masalah yang dilakukan individu dalam pemilihan alternatif perilaku yang sesuai dari dua alternatif perilaku atau lebih dan dianggap sebagai tindakan  yang paling tepat dalam membeli dengan terlebih dahulu melalui tahapan proses  pengambilan keputusan.
5 Maret 2009 ).
Telepon seluler didukung oleh SIM (Subscriber Identification Module)  Card yang dalam operasionalnya meningkatkan kebutuhan pelanggan terhadap  telekomunikasi yang cepat, mudah, menghasilkan  suara yang jernih dalam  berkomunikasi, dan memiliki jangkauan yang luas. Oleh karena itu berbagai jasa  layanan operator SIM Card bersaing ketat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan  tersebut. Dan sekarang, para operator SIM Card bersaing dalam penetapan harga  guna menarik calon pelanggan baru. Hingga saat ini telah tercatat tiga operator  SIM Card terbesar, yaitu Telkomsel, Indosat, Exelcomindo Pratama. Namun, hal  ini tidak mengurangi masuknya pemain baru dalam bisnis komunikasi ini. Bahkan  dalam kenyataannya pendatang baru merubah arah trend marketing dimana sistem    bundling merupakan salah satu langkah untuk menaikkan tingkat penjualan.
Pangsa pasar provider telepon seluler dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1.1 Pelaku Pasar, Jumlah Pelanggan, dan Pangsa Pasar Telepon  Seluler di Indonesia Operator  Produk  Teknologi Jumlah  Pelanggan Pangsa  Pasar PT. Telkomsel  Halo,Simpati, AS  GSM 900/1800  35,6 juta  55, PT. Indosat  Matrix, Mentari, IM3  GSM 900/1800  15,9 juta  24, PT. Excelcomindo  Xplor, Jempol, Bebas  GSM 900/1800  9,5 juta  14, PT. Bakrie Telecom  Esia, Ratelindo  CDMA 2000  1,6 juta  2, PT. Mobil-8 Telecom Fren  CDMA  1,4 juta  2, PT. Natrindo Seluler  Natrindo  CDMA 1800  -kurang  dari 0, PT.Sampoerna  Telekom  Sampoerna  CDMA 450  -kurang  dari 0, PT.  Pasifik Satelit  Nusantara  PSN GSM/AMPS  Satelite  -  kurang  dari 0,5  PT. Hutchison CP  Three ( 3 )  GSM 900/1800 -  kurang  dari 0,5  PT. Maxis  Axis  GSM 900/1800 -  kurang  dari 0,5  Sumber : http://udin-wiratno.blog.friendster.com(diakses 9 Maret 2009).
Dalam perkembangannya harga yang merupakan biaya yang dikeluarkan  untuk mendapatkan suatu produk atau jasa digunakan sebagai salah satu trik untuk  menjual produk seluler kepada pelanggan misalnya tarif seharga nol rupiah bisa  menggugurkan teori teori ekonomi, namun dalam komunikasi marketing belum  tentu sesuai dengan faktanya. Misalnya dengan membayar abonemen seharga 150  ribu rupiah per bulan gratis biaya percakapan lokal. Dalam bahasa marketing  dapat dimanipulasi menjadi sama dengan “Rp 0” padahal sistem tersebut bisa  dikategorikan sebagai penjualan secara bulk.
Pertumbuhan pangsa pasar pendatang baru dalam bisnis telepon seluler  dapat mengancam pemain lama di bisnis ini. Hal ini dapat dipicu penetrasi pasar    yang dilakukan oleh pendatang baru dalam baik dari strategi harga maupun  promosi yang dilakukan. Berbagai aspek pemasaran tersebut memudahkan  konsumen dalam memilih produk yang dibutuhkan dan melakukan keputusan  pembelian. Akibat edukasi besar-besaran oleh para new  comer  dan semakin  terjangkaunya berbagai layanan seluler oleh setiap lapisan masyarakat  menyebabkan pangsa pasar seluler di Indonesia pun terus mengalami peningkatan.
Peningkatan pengguna telepon seluler yang cukup fantastis terjadi pada tahun  2002 dimana pada tahun tersebut pertumbuhannya mencapai 76.3%. Dalam kurun  waktu tiga tahun yaitu tahun 2002 sampai tahun 2005 peningkatan pertumbuhan  pengguna telepon seluler mencapai diatas 50%. Sedangkan pada tahun 2006 dan  tahun 2007 peningkatan pangsa pasar telepon seluler mencapai 15.9% dan 20%  (http://udin-wiratno.blog.friendster.com Untuk memicu pertumbuhan pengguna kartu seluler, provider kartu seluler  melakukan peningkatan layanan yang diberikan seperti jaringan 3G, internet gratis  dan beberapa layanan lainnya yang memudahkan pelanggan. Dimana layanan  yang merupakan salah satu strategi kunci dalam bisnis jasa telekomunikasi,yang  mengakibatkan banyaknya layanan yang diberikan oleh provider seluler yang  terkadang tidak dibutuhkan oleh sebagaian besar pengguna telepon seluler.
9 Maret 2009).
Kondisi persaingan tarif serta layanan kartu seluler menyebabkan  banyaknya persepsi mengenai provider kartu seluler GSM, dimana persepsi  merupakan tindakan atau anggapan yang dihasilkan melalui pengumpulan  informasi yang didapatkan. Untuk itulah sebuah iklan dibuat: membentuk persepsi  terhadap sesuatu, sesuai dengan yang diinginkan si pembuat iklan. Ilustrasi,    bahasa, bahkan warna, jenis huruf dan media yang digunakan pun harus  disesuaikan dengan tujuan. (www.detikInet.com Pendatang baru dalam bisnis GSM yang cukup baik dalam melakukan  penetrasi pasar dan edukasi mengenai kemudahan dalam berkomunikasi ialah  produk kartu seluler Axis dan Three. Dimana pada kemunculannya memberikan  sebuah pelajaran baru bagi pemain lama dalam hal penentuan tarif dan strategi  marketing yang digunakan, HCPTI (PT. Hutchinson CP Telecom Indonesia)  merupakan salah satu pendatang baru yang dalam kedatangannya di dunia seluler  menawarkan berbagai tarif murah telepon interlokal dimana hal ini memberikan  pandangan baru dan perspektif baru dalam dunia telekomunikasi, selain itu  HCPTI yang meluncurkan Three sebagai brand andalannya (1 Apri 2007).


Skripsi Manajemen:Analisis Pembelian Kartu Seluler GSM Dan Three Pada Konsumen Di Pajak
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download