BAB I PENDAHULUAN
1 Latar Belakang Transportasi merupakan
salah satu sarana
yang digunakan oleh
manusia dalam melakukan
berbagai interaksi antar
manusia sebagaimana halnya
mahkluk sosial. Interaksi
tersebut dapat berupa
interaksi
sosial,ekonomi,politik, maupun budaya. Oleh
karena itu transportasi tidak dapat dipandang sebelah mata,karena hal tersebut
akan sangat berpengaruh
sekali terhadap kehidupan
sekelompok orang tertentu
di daerah tertentu.Mengingat pentingnya
peran sarana transportasi
dalam kehidupan manusia
maka diperlukan sarana
penunjang transportasi yang
baik diantaranya adalah jalan dan
jembatan Jembatan adalah struktur
yang dibangun dengan
tujuan menghubungkan menghubungkan
jalan yang terputus
karena rintangan seperti
sungai, lembah, laut.
Pada awalnya jembatan dibuat
sangat sederhana dengan menggunakan kayu. Seiring dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan
dan teknologi, jembatan
mulai dibuat dengan mengunakan beton atau beton yang
dikompositkan dengan baja. Kemudian, dengan berkembangnya
teknologi beton, mulailah
orang-orang membuat jembatan dengan menggunakan beton prategang.
Jembatan yang merupakan bagian
dari jalan sangat diperlukan dalam sistem jaringan
transportasi darat yang
akan menunjang pembangunan
nasional di masa yang
akan datang. Oleh sebab itu perencanaan,
pembangunan dan rehabilitasi serta pabrikasi perlu
diperhatikan dengan efektif
dan efisien mungkin,
sehingga pembangunan jembatan
dapat mencapai sasaran umur jembatan yang direncanakan..
Suatu hal yang penting dalam
perencanaan jembatan adalah menentukan jenis jembatan
yang akan dibangun. Sehingga dibutuhkan kemampuan perencanaan yang benar-benar
matang di bidang rekayasa. Hal tersebut penting sebagai bahan masukan dalam
penentuan material yang akan digunakan, teknik pengerjaan dan waktu serta perawatan jembatan di kemudian hari.Hal ini
dibutuhkan untuk dapat merencanakan dan membangun
suatu konstruksi jembatan
yang cukup kuat,
ekonomis, mudah dalam pelaksanaan dan tentunya sesuai dengan
waktu yang diharapkan oleh owner.
Beton dewasa
ini sudah banyak
dikenal di dunia
konstruksi, karena selain perawatannya
yang mudah beton juga dapat menahan beban yang cukup besar bila dibandingkan dengan material lainnya. Seiring
dengan kemajuan teknologi dunia konstruksi terus berupaya menciptakan suatu
struktur yang kuat dan dapat menekan biaya serta
tanpa mengabaikan unsur biaya,mutu, waktu.
Dewasa ini telah
dikenal beton pratekan, yakni
beton yang diberi penekanan terlebih dahulu melalui proses stressing sebelum
dibebani. Ternyata teknik
tersebut cukup efektif
karena selain beton
dapat memikul beban
yang lebih besar
dari sebelumnya dan
dapat memperkecil berat
sendirinya dan ukuran
penampangnya. Hal ini
jelas sangat menguntungkan
dunia konstruksi karena
volume bahan dapat
dikurangi sehingga berat profil menjadi lebih ringan dan beban
struktur atas yang dipikulkan ke pondasi juga
menjadi lebih kecil.
Dalam dunia jembatan
teknologi beton pratekan
sangat jelas sekali manfaatnya.
Dalam tugas
akhir ini penulis
akan merencanakan jembatan
dengan menggunakan struktur
box girder prestressed
segmental. Struktur beton
pratekan lebih ekonomis, karena
pada beban dan bentang yang sama dapat digunakan profil girder
yang lebih kecil.
Hal ini karena
pada beton pratekan memanfaatkan
momen sekunder akibat gaya
prategang untuk mengimbangi momen yang ditimbulkan akibat beban luar.
Pemilihan digunakannya
profil box girder
karena box girder
mempunyai beberapa kelebihan
antara lain:
Box girder dapat
digunakan untuk jembatan
dengan bentang dan
panjang yang besar Bentuk
interior dari box
girder memungkinkannya digunakan
untuk penggunaan lain
seperti jalur pipa gas,atau pipa air Bentuk
box girder cukup
memenuhi nilai estetika
pada jembatan sehingga penggunaannya mampu menambah keindahan kota 1.
2 Perumusan Masalah Dari latar belakang tersebut maka akan direncanakan
jembatan dengan struktur box girder
prestressed segmental. Permasalahan yang ditinjau antara lain : 1. Merencanakan pendimensian profil box girder
prestress 2. Menganalisa pembebanan
terhadap struktur jembatan 3. Bagaimana
menganalisa kehilangan gaya
prategang yang terjadi
pada box girder prestressed ? I. 3 Pembatasan Masalah Permasalahan dalam
perancangan beton prategang
begitu banyak dan kompleks. Oleh
karena itu, penulis
membatasi masalah yang
akan dibahas dalam tugas
akhir ini adalah: 1. Hanya merencanaan
dan menganalisa perhitungan struktur bangunan atas jembatan 2.
Tidak membahas perencanaan dan analisa perhitungan struktur bangunan
bawah 3.
Tidak merencanakan perletakan 4.
Teknik pelaksanaan dibahas hanya secara umum.
5. Tidak merencanakan perkerasan jalan diatasnya
6. Tidak meninjau profil sungai 7.
Data-data yang akan
digunakan untuk menentukan
dimesi jembatan adalah perencanaan dari penulis dan tetap mengacu
pada peraturan yang ada: a. Panjang jembatan 140 m dengan bentuk desain
seperti ini : b. Lebar jembatan 9 meter c. Mutu beton K- 8.Mutu baja pratekan digunakan
kabel jenis strand seven wires stress relieved ( 7 kawat untaian) dengan mengacu pada tabel ASTM
A- I. 4 Maksud Dan Tujuan Tujuan dari
penynan Tugas Akhir ini adalah untuk menjawab permasalahan yang ada, antara lain : 1.
Merencanakan pendimensian profil box girder prestress 2. Menganalisa pembebanan terhadap struktur
jembatan 3. Bagaimana
menganalisa kehilangan gaya
prategang yang terjadi
pada box girder prestressed ? I.5 Manfaat Adapun
manfaat dari Tugas Akhir ini antara lain : 1. Dapat merencanakan struktur
jembatan dengan profil box girder
prestressed yang sesuai dengan persyaratan struktur yang aman.
2. Dapat memahami konsep
perencanaan struktur jembatan yang menggunakan profil box girder prestressed.
3. Sebagai alternatif lain dalam
teknik perencanaan jembatan dengan
bentang yang cukup panjang dan medan yang cukup sulit.
1.6 Sistematika Penulisan Sistematika
penulisan Tugas Akhir ini dapat dilihat seperti diagram dibawah ini : NOT OK Pengumpulan
Data Studi Kepustakaan Preliminary Design Analisa Pembebanan Pemodelan Dan
Analisa Struktur Atas Jembatan Kontrol
Desain Penulangan Box Girder Gambar Desain Selesai
Skripsi Civil Engineering:Perencanaan Jembatan Dengan Menggunakan Profil Box Girder Prestress
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
