Skripsi Civil Engineering:Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Elastisitas dan Pola Penyebaran Retak Pada Beton


 BAB  PENDAHULUAN
 1.8. Latar Belakang  Seiring dengan  terus berkembangnya zaman di era globalisasi dan kemajuan teknologi  yang terus pesat. Hal ini mengakibatkan terus bermunculnya benda –  benda tak habis pakai (  limbah ) menumpuk karena tak semuanya dapat di daur ulang menjadi hal yang bermanf aat,  sehingga  keberadaannya  yang  terus  meningkat  menjadi  masalah  di  setiap  negara.  Salah  satunya limbah abu sekam padi ( hush ash ).
Bila dikaitkan dengan perkembangan zaman yang juga terus membutuhkan beton dalam  jumlah  besar sebagai  bahan dalam konstruksi. Hal  ini  mengakibatkan  munculnya  ide  baru  yang  dicetuskan  oleh  para  ahli  untuk  memanfaatkan  bahan  habis  pakai  /  limbah  sebagai  bahan pengganti maupun campuran dalam komponen pembuatan beton.

Beton  yang  merupakan  campuran  antara  semen,  agreat  kasar,  agregat  halus,  air  dan  dengan  atau  tanpa  bahan  tambahan  lainnya  dengan  perbandingan  tertentu.  Banyak  segi  keuntungan yang diperoleh dari beton, seperti  memiliki kekuatan yang besar tehadap tekan,  mutu  dapat  direncanakan  sesuai  kebutuhan  dan  mudah  didapat  serta  relative  memerlukan  biaya yang murah dalam pengangkutan, pencetakan dan perawatannya.
Hal ini mendasari saya untuk menggunakan limbah abu sekam padi ( hush ash ) sebagai  bahan   tambahan  dalam  pembuatan  beton,  yang  mana  sifat  penambahannya  berdasarkan  volume.  Sekam padi ( hush ash ) merupakan salah satu sumber silica yang mudah di dapat  dan murah, yang nantinya diharapkan menjadi beton yang memiliki  mutu  yang baik namun  dengan tidak menurunkan nilai kekuatan beton tersebut.
 1.2. Maksud dan Tujuan Penelitian  Adapun tujuan penulis dalam penelitian untuk tugas akhir ini sebagai berikut:  1.  Mengetahui   seberapa  besar  pengaruh  penambahan  abu  sekam  padi  untuk  mendapatkan  kuat  tekan,  kuat  tarik  belah,  elastisitas,  pola  dan  penyebaran  retak  beton dari sampel yang menggunakan abu sekam padi sebagai bahan tambahan dan  membandingkannya dengan beton normal.
2.  Memberikan  manfaat  yang  sangat  besar  di  bidang  konstruksi  bangunan  yang  membutuhkan kualitas beton yang tinggi dengan harga yang murah.
1.3  Pembatasan masalah Dalam  penelitian  ini  permasalahan  dibatasi  cakupan  /  ruang  lingkup  agar  tidak  terlalu luas. Pembatasan masalah meliputi :  1.  Mutu beton yang direncanakan pada umur 28 hari adalah K-175  2.  Penambahan material abu sekam padi sebanyak 5%, 10%, 15%, dari volume semen.
3.  Benda uji yang digunakan adalah silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, pelat ukuran ( 100 x 100 x 8 ) cm.
4.  Pengujian  yang  dilakukan  adalah  kuat  tekan,  kuat  tarik  belah  dan  elastisitas  dilakukan pada umur 28 hari untuk semua variasi.
5.  Pengamatan  pola retak pada pelat adalah pola penyebaran retak pada umur 45 hari  untuk semua variasi.
 1.4. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah kajian eksperimental  di  Laboratorium  Bahan  Rekayasa  Departemen  Teknik  Sipil  Fakultas  Teknik  Universitas  Sumatera Utara. Adapun tahap-tahap pelaksanaan penelitian sebagai berikut :  1.  Penyediaan  bahan  penyn  beton  berupa  semen,  pasir,  batu  pecah  dan  bahan  tambahan abu sekam padi  2.  Pemeriksaan bahan penyn beton.
Analisa ayakan agregat halus dan agregat kasar  Pemeriksaan berat jenis dan absorbsi agregat halus dan agregat kasar.
Pemeriksaan berat isi pada agregat halus dan agregat kasar serta abu sekam padi.
Pemeriksaan  kadar  Lumpur  (  pencucian  agregat  kasar  dan  halus  lewat  ayakan  no.200 ).
Pemeriksaan kadar liat (clay lump) pada agregat halus.
Pemeriksaan kandungan organik (colorimetric test) pada agregat halus.
Pemeriksaan keausan agregat kasar melalui percobaan Los Angeles.
3.  Mix design (perancangan campuran)  Penimbangan/penakaran  bahan  penyn  beton  berdasarkan   uji  karakteristik   K-175.
4.  Pengujian  kuat  tekan  beton,  elastisitas  dan  kuat  tarik  belah  beton  menggunakan  benda uji silinder.
5.  Pengamatan pola retak menggunakan benda uji pelat.
 1.5. Percobaan Pembuatan benda uji : Pembuatan beton dengan menggunakan abu sekam padi dan  factor air semen tetap untuk setiap variasi. Jumlah benda uji yang dibuat empat buah.
Benda uji yang dibuat adalah silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm serta  pelat ukuran 100 cm x 100 cm x 8 cm.
Adapun variasi yang digunakan adalah  :  a.  Variasi 1, tanpa penambahan abu sekam padi  ( beton normal ) b.  Variasi 2, penambahan abu sekam padi sebesar 5% dari volume semen c.  Variasi 3, penambahan abu sekam padi sebesar 10% dari volume semen d.  Variasi 4, penambahan abu sekam padi sebesar 15% dari volume semen Pengujian  slump  (slump  test  ASTM  C143-90  A),  untuk  mengetahui   tingkat  kemudahan pengerjaan ( workability ) setelah penggantian agregat dan sebelumnya.
Pengujian kekuatan tekan beton (ASTM C39-86) pada umur 28 hari.
Pengujian elastisitas beton (ASTM C.469-874) pada umur 28 hari.
Pengujian kuat tarik belah ( Splitting Test ) pada umur 28 hari.
Pengamatan pola retak untuk pelat 100 cm x 100 cm x 8 cm pada umur 45 hari   Tabel 1.1 Distribusi Pengujian Benda Uji Silinder dan Pelat Variasi  Uji Elastisitas  Beton Umur  28 hari Kuat Tekan  Beton Umur 28 hari Uji Pola Retak (pelat) Uji Kuat  Tarik Belah  Umur 28 hari Beton Normal 3  3  1   Beton + ASP 5% 3  3  1   Beton + ASP 10% 3  3  1   Beton + ASP 15% 3  3  1   Jumlah 12  12  4   Total jumlah benda uji silinder  yang digunakan untuk pengujian  kuat tekan, kuat tarik belah  dan  elastisitas  beton  yaitu  24  unit  silinder,  pengamatan  pola  retak  pada  pelat  sebanyak  4  unit.
 1.6  Gambar Benda Uji Gambar 1.1 Benda Uji Silinder Gambar 1.2 benda uji retak pada pelat beton 1.7. Manfaat Penelitian Dari penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat  bagi perkembangan teknologi beton, antara lain sebagai berikut :   1.  Memberikan  alternative  bahan  tambahan  pada  campuran  beton  dengan  harga  relative  murah,  tersedia  dalam  jumlah  yang  besar  serta  memberikan  pengaruh  yang  baik  bagi  beton.
2.  Dapat  meningkatkan  nilai  tambah  dan  nilai  guna  limbah  pada  pemanfaatan  bahan  buangan untuk bahan kontruksi.
3.  Menjadi  referensi  untuk  penelitian  selanjutnya  dalam  hal  pemilihan  bahan  campuran  beton, untuk mendapatkan beton mutu tinggi dan murah.


Skripsi Civil Engineering:Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Elastisitas dan Pola Penyebaran Retak Pada Beton
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download