BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Produktivitas merupakan salah
satu faktor yang menentukan tingkat keefektifan
dan mutu untuk menghasilkan lebih banyak barang-barang maupun jasa-jasa. Pengukuran produktivitas merupakan
alat manajemen yang penting disemua
tingkatan ekonomi. Karena itu sudah saatnya dibicarakan alasan mengenai mengapa produktivitas itu harus
diukur.
Dalam bidang konstruksi,
produktivitasjuga merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan
keberhasilan suatu proyek. Peningkatan produktivitas
diharapkan menjadikan proyek menjadi selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan tanpa
pemborosan biaya. Peningkatan produktivitas
ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pekerja, kondisi pekerjaan proyek dan minimalnya aktivitas
pekerjaan yang tidak produktif.
Suatu pekerjaan konstruksi
dikatakan produktif apabila dalam pelaksanaannya,
proyek tersebut memiliki perencanaan yang baik. Dengan memilih peralatan yang tepat, ketersediaan
tenaga ahli, pengoperasian alat dengan benar,
diharapkan akan meningkatkan kinerja suatu proyek. Jika proyek menghasilkan keluaran yang sesuai rencana
dengan baik maka proyek tersebut dapat
dikatakan telah cukup produktif.
Pekerjaan pondasi merupakan salah satu dari
sekian banyak pekerjaan konstruksi yang
sangat mempengaruhi kecepatan dari sebuah proyek. Pondasi merupakan bagian struktur bangunan yang
berhubungan langsung dengan tanah dan
berfungsi untuk mentransfer beban yang diterima struktur ke tanah. Pekerjaan pondasi untuk bangunan gedung umumnya menggunakan
pondasi tiang pancang.
Salah satu jenis alat pancang
yang sering digunakan adalah impacting hammer.
Proyek pembangunan Apartemen City
View yang berlokasi di kawasan merupakan salah satu proyek yang direncanakan
memiliki jumlah lantai sebanyak 15
lantai. Pondasi yang digunakan pada proyek ini adalah pondasi tiang pancang yang mana menggunakan alat
pancang jenis impacting hammer type diesel hammer.
Seperti yang telah disebutkan di
atas bahwa pekerja merupakan salah satu penentu
keberhasilan suatu proyek. Penggunaan sumber daya manusia yang tepat akan mempengaruhi keberlangsungan suatu
proyek. Salah satu pendekatan untuk mencoba
mengukur hasil guna tenaga kerja adalah dengan memakai parameter indeks produktivitas yang salah satunya adalah
perhitungan kinerja pekerja melalui
perhitungan labour efectiveness rate (LUR) atau faktor utilitas pekerja (FUP).
Berdasarkan hal tersebut diatas maka dalam penelitian ini akan dianalisis produktivitas tenaga kerja pemancangan Proyek
Apartemen City View berdasarkan tingkat utilitas dalam bekerja
(labour utilization rate).
Pengerjaan tiang pancang yang
dalam proyek ini menggunakan impacting hammer,
mengikuti beberapa urutan aktivitas pengerjaan. Aktivitas-aktivitas ini memiliki besar durasi pengerjaan yang
berbeda-beda. Akibatnya, durasi aktivitas tersebut perlu dianilisis untuk melihat
aktivitas mana yang paling memperngaruhi pekerjaan pemancangan dengan juga meminimalisir
aktivitas-aktivitas yang tidak produktif.
Berdasarkan hal tersebut diatas
maka dalam penelitian ini akan dianalisis produktivitas tenaga kerja dari segi analisis
durasi aktivitas dibandingkan dengan kedalaman
pemancangan. Penelitian ini juga akan memberikan gambaran mengenai aktivitas-aktivitas yang kurang dan
tidak produktif dalam proses pemancangan
di Proyek Apartemen City View .
1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang
yang telah disebutkan di atas, maka yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana
tingkat utilitas pekerja (labour utilization rate) atau FUP pada pekerjaan pemancangan di Proyek City View, 2. Bagaimana produktivitas pemancangan tiang
pancang dengan menggunakan impacting
hammer type diesel hammer dari segi durasi aktivitas 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini yakni
: 1. Mengetahui tingkat produktivitas
kinerja tenaga kerja pada pekerjaan pemancangan
di Proyek City View, berdasarkan tingkat utilitas dalam bekerja (labour utilization
rate) 2.
Mengetahui hubungan variabel melalui uji korelasi 3.
Mengetahui produktivitas pemancangan tiang pancang satu tiang dan satu
titik pancang 4.
Mengetahui peringkat aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan pemancangan di Proyek City View, 5. Mengetahui faktor penyebab penghambat
produktivitas pada pekerjaan pemancangan
Proyek City View, 1.4.
Asumsi dan Batasan Masalah Adapun yang menjadi asumsi masalah pada
penelitian ini adalah : 1. Kondisi
pekerjaan tidak berubah selama penelitian 2.
Selama penelitian berlangsung, alat pancang yang digunakan berada dalam kondisi baik Adapun yang menjadi batasan
masalah pada penelitian ini adalah : 1.
Penelitian ini dibatasi hanya pada pekerjaan pemancangan untuk satu sambungan
dengan jenis tanah lanau berlempung
dengan kedalaman pemancangan 18
meter 2. Perhitungan produktivitas
pemancangan dibatasi pada perhitungan waktu saja 3. Pengamatan dilakukan pada jam mulai kerja
sampai dengan selesai perharinya 4. Penelitian ini dibatasi hanya pada daya
dukung pondasi tiang dengan jenis end
bearing 5. Penelitian ini dibatasi hanya
pada pekerjaan pemancangan dengan lapisan tanah dasar lempung padat 6.
Penelitian ini dibatasi pada pekerjaan pemancangan dengan menggunakan alat pancang tipe Diesel Hammer kode IHI
dengan tahun produksi 198 1.5. Manfaat
Penelitian Adapun manfaat penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai produktivitas pemancangan pada proyek City
View dengan meninjau batasanbatasan masalah yang ada sehingga dapat digunakan
sebagai bahan pertimbangan kepada segala pihak yang berkecimpung didalamnya
sehingga diharapkan juga dapat
memberikan masukan terhadap hal tersebut.
Skripsi Civil Engineering:Analisis Produktivitas Proses Pemasangan Tiang Pancang
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
