Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Butinediol Dari Gas Asetilen Dan Formaldehid Dengan Kapasitas 2.500 TonTahun


                BAB I PENDAHULUAN
 1.1 Latar Belakang Sejalan dengan berkembangnya industri di Indonesia, semakin banyak  diversifikasi usaha telah dilakukan. Banyak bahan mentah atau setengah jadi diolah  menjadi produk intermediate atau produk jadi, sehingga mengurangi ketergantungan kita pada produk impor. Dalam usaha ini pemerintah memprioritaskan pada  pembangunan industri yang dapat merangsang pertumbuhan industri yang lain,  sehingga diharapkan pertumbuhan tersebut akan semakin pesat. (Anonim f , 2010) Pertumbuhan industri kimia di Indonesia patut dibanggakan. Tentu saja  banyak alasan mengapa pemerintah begitu bersemangat untuk mengembangkan  industri tersebut. Bukan hanya karena jumlah bahan baku yang cukup memadai di  tanah air maupun wilayah pemasaran yang luas melainkan prospek dan kelanjutan  industri kimia di Indonesia cukup cerah. Salah satu industri yang mempunyai  kegunaan penting dan mempunyai prospek yang bagus adalah industri Butinediol.

Butinediol dengan rumus molekul HOCH2C=CCH2OH mempunyai nama IUPAC  adalah 2-Butine,1-diol dan sering juga disebut dengan nama 1,4-Butinediol, 1,4-Dihidroxi-2butine, 2-butine-1,4-diol, 2-Butinediol, Bis (hidroximethil) asetilen, But-2-in-1,4-diol, dan Butinediol. (Anonim a , 2010) Pertimbangan utama yang melatarbelakangi berdirinya pabrik Butinediol ini,  pada prinsipnya adalah sama dengan sektor-sektor lain yaitu untuk melakukan usaha  yang secara sosial-ekonomi cukup menguntungkan. Karena sifatnya yang prospektif  dimasa yang akan datang, dalam pengertian potensi pasar, mudah diperoleh bahan  baku, yakni Asetilen dan Formaldehid, teknologi yang dibutuhkan dapat terpenuhi  dan terdapatnya tenaga pelaksana, maka keuntungan dapat dicapai dengan adanya  pendirian pabrik butinediol, namun sifat prospektif ini akan terlaksana dengan  keadaan modal yang memadai.
 Disamping itu dengan mendirikan pabrik butinediol yang merupakan pabrik  padat modal dan padat teknologi, diharapkan dapat memacu tumbuhnya industriindustri baru yang memakai butinediol, seperti industri butanediol, tetrahidrofuran,  dan piroplidone. Dengan memproduksi butinediol diharapkan dapat memenuhi  kebutuhan butinediol dalam negeri.   Selama ini untuk memenuhi kebutuhan  butinediol pemerintah mengimpor dari luar negeri, seperti dari negara Jepang,  Taiwan, Cina, Brazil, Jerman. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di  atas maka pabrik ini layak dipertimbangkan untuk didirikan di Indonesia. (Prasetyo,  2009)  Kapasitas pabrik butinediol ditentukan berdasarkan data impor butinediol  dalam negeri yang berasal dari negara-negara lain. Kebutuhan butinediol di  Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dari tabel  dibawah ini: Tabel 1.1 Data Impor Butinediol di Indonesia Tahun  Data Impor (kg)  2002  2003  2004  2005  2006  2007  2008  3.247.
3.155.577  3.154.260  2.382.401  3.050.810  3.362.778  3.117.610  3.420.445  Sumber : Badan Pusat Statistik, 2001 – 2008  Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan butinediol di Indonesia  semakin meningkat tiap tahunnya. Dengan menggunakan perhitungan least square dapat diperkirakan  kebutuhan impor butinediol pada tahun 2011 sebesar  3.290.710,4762 kg.
 1.2  Perumusan Masalah Mengingat kebutuhan dalam negeri Indonesia akan butinediol yang cukup  tinggi, tidak didukung dengan adanya industri domestik yang memproduksi  butinediol, sehingga untuk mencukupi kebutuhan Butinediol domestik dilakukan  dengan cara mengimpornya. Dengan tidak adanya pabrik Butinediol domestik  mengakibatkan harus diimpornya butinediol terutama dari Asia dan Eropa Barat.
Hal ini akan sangat merugikan negara karena pada saat sekarang ini harga Butinediol  impor dari Asia dan Eropa Barat masih tergolong cukup mahal. Dan mengingat  Indonesia memiliki bahan baku Formaldehid dan Asetilen yang berasal dari pabrik  yang cukup banyak dan potensial sehingga hal ini mendorong untuk dibuatnya suatu  pra rancangan  pabrik pembuatan Butinediol dengan tujuan mencukupi  kebutuhan  butinediol domestik.
1.3  Tujuan dan Manfaat Perancangan Secara umum, tujuan pra rancangan pabrik pembuatan Butinediol ini adalah  menerapkan disiplin ilmu Teknik Kimia khsnya di bidang perancangan, proses,  dan operasi teknik kimia sehingga dapat memberikan gambaran kelayakan Pra  Rancangan Pabrik Pembuatan Butinediol.
Manfaat pra perancangan pabrik pembuatan Butinediol adalah memberikan  gambaran kelayakan dari segi rancangan dan ekonomi pabrik sehingga akan  mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Hal ini, diharapkan akan dapat  memenuhi kebutuhan impor Butinediol domestik

Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Butinediol Dari Gas Asetilen Dan Formaldehid Dengan Kapasitas 2.500 TonTahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download