Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Compressed Natural Gas (CNG) Dari Biogas Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 45 Ton Tbs Jam


  BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang Kecenderungan  meningkatnya harga  bahan bakar minyak bumi dunia,  mengakibatkan juga meningkatnya pengeluaran pemerintah untuk memberikan  subsidi bagi lebih dari 40 juta kilo liter bahan bakar minyak (BBM) non industri.
Salah satunya adalah minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga. Maka  Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang mempunyai tugas membantu  Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi  dan sumber daya mineral, melalui Badan Penelitian dan Pengembangannya  melakukan serangkaian percobaan untuk dapat menggantikan minyak tanah yang  digunakan di rumah tangga dengan bahan bakar lain yang lebih murah dan tetap  aman. Untuk itu salah satu percobaan yang dilakukan adalah dengan menggantikan  minyak tanah dengan Bahan Bakar Gas (BBG) atau Compressed Natural Gas (CNG) (Lemigas, 2010).

Selain itu, penggunaan bahan bakar minyak bumi selama ini menyebabkan  tingginya tingkat pencemaran lingkungan melalui emisi yang dihasilkan, seperti CO2,  NOx, SOx, dll. Hal ini terkait langsung dengan isu dunia mengenai pemanasan global  sebagai akibat dari efek rumah kaca. Untuk itu, diversifikasi dan penguasaan  teknologi merupakan yang faktor penting disamping kesadaran akan kelestarian  lingkungan (Witono, 2009).
Sedangkan, bahan bakar CNG ini dianggap lebih bersih bila dibandingkan  dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan.
CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4). CNG disimpan dan  didistribusikan dalam bejana tekan, biasanya berbentuk silinder.  Gas alam  terkompresi adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Di Indonesia,  CNG dikenal sebagai BBG. Konversi ke CNG difasilitasi dengan pemberian harga  yang lebih murah bila dibandingkan dengan bahan bakar cair (bensin dan solar),  peralatan konversi yang dibuat lokal dan infrastruktur distribusi CNG yang terus  berkembang. Sejalan dengan semakin meningkatnya harga minyak dan kesadaran  lingkungan, CNG saat ini mulai digunakan juga untuk kendaraan penumpang dan   truk barang berdaya ringan hingga menengah. Sesungguhnya di Indonesia, CNG  bukanlah barang baru. Pencanangan untuk menggunakan CNG yang harganya lebih  murah dan lebih bersih lingkungan daripada bahan BBM sudah dilakukan sejak  tahun 1986 (Lemigas, 2010).
Secara umum lebih dari 80% komponen gas bumi yang dipakai sebagai BBG  merupakan gas metana, 10%-15% gas etana, dan sisanya adalah gas karbon dioksida,  dan gas-gas lain. Komponen mampu bakar dari gas adalah metana, karbondioksida,  dan hidrogen dalam jumlah yang bervariasi.
Tabel 1.1 Sifat Beberapa Bahan Bakar No  Karakteristik  Premium  LPG  CNG 1  Komposisi  C8H18  C3H8  CH 2  Densitas  752 kg/m  1,5 kg/m  0,6 kg/m  3  Berat Molekul  114,8 kg/kmol  44,09 kg/kmol  17,51 kg/kmol 4  Nilai Kalor  45950 kj/kmol  46360 kj/kmol  47476 kj/kmol 5  AFR Stoikiometri  14,57  15,6  16, 6  Temperatur Penyalaan min  360  o C  460  o C  521,4  o C 7  Kecepatan Nyala  20-40 m/s  0,82 m/s  0,66 m/s 8  Angka Oktan  88  110   (Burhanuddin, 2010) Komposisi CNG yang terdiri dari metana (CH4) ini dapat diperoleh dari gas  produk akhir pencernaan atau degradasi anaerobik bahan-bahan organik oleh bakteribakteri anaerobik dalam lingkungan bebas oksigen atau udara yang dikenal dengan  biogas, dimana komponen terbesar (penyn utama) biogas adalah metana (CH4, 54  – 80 %-vol) dan karbon dioksida (CO2, 20 – 45 %-vol) (Rohman, 2010).
Biogas dapat dibuat dari limbah organik, salah satunya limbah cair kelapa  sawit (LCKS). Pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) merupakan industri yang sarat  dengan residu pengolahan berupa limbah, yaitu sebanyak 70-75 %. Jumlah limbah  cair yang dihasilkan oleh PMKS berkisar antara 600-700 liter/ton tandan buah segar  (TBS). Saat ini diperkirakan jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh PMKS di   Indonesia mencapai 28,7 juta ton. Hal ini jelas akan menimbulkan kerusakan bagi  lingkungan hidup jika LCKS dibuang secara langsung karena LCKS memiliki  kandungan Biologycal Oxygen Demand (BOD) sebesar 212,8 g/L, Chemical Oxygen  Demand (COD) sebesar 347,2 g/L dan pH 4,1 (bersifat asam). Maka, pengolahan  LCKS menjadi biogas merupakan alternatif yang sangat baik karena selain dapat  memberikan nilai ekonomis juga dapat mengurangi kerusakan lingkungan hidup.
Dari hasil penelitian, potensi biogas yang dihasilkan dari 600-700 kg LCKS sekitar  20 m  biogas dan setiap m  gas metan dapat diubah menjadi energi sebesar 4.700 –  6.000 kkal atau 20-24 MJ (Siregar, 2010).
Berdasarkan faktor-faktor di atas, produksi CNG  dari limbah cair kelapa  sawit tampaknya dapat menjanjikan untuk dilakukan dalam mengurangi emisi gas  rumah kaca yang ditimbulkan limbah tersebut sekaligus mampu menyediakan solusi  bagi krisis energi yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.
1.2  Perumusan Masalah Perumusan masalah pra rancangan pabrik CNG dari Biogas Hasil Fermentasi  Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit ini yaitu diperlukannya alternatif energi  untuk mengatasi kelangkaan bahan  bakar  sekaligus untuk mengurangi tingkat  pencemaran lingkungan akibat emisi yang dihasilkan. Oleh karena itu, dipilih CNG  sebagai bahan bakar gas dari biogas dengan limbah cair kelapa sawit (LCKS) sebagai  bahan baku. Selain karena bersifat organik, jumlah LCKS yang dihasilkan tiap tahun  cukup besar dan jika tidak diolah dapat merusak lingkungan.
1.3  Tujuan Pra Rancangan Pabrik Ada beberapa tujuan pembuatan pra rancangan pabrik pembuatan CNG dari  limbah cair kelapa sawit , yaitu :  1.  Untuk memberikan informasi awal tentang kelayakan pendirian pabrik  produksi CNG dari limbah cair kelapa sawit.
2.  Untuk memberikan informasi tentang perkiraan tata rancangan pabrik  produksi CNG dari limbah cair kelapa sawit.
 3.  Untuk memperkirakan total biaya yang diperlukan dalam pendirian pabrik  produksi CNG dari limbah cair kelapa sawit serta tata letak pabrik yang akan  didirikan.
4.  Untuk menerapkan disiplin ilmu teknik kimia, khsnya bidang neraca  massa, neraca energi, utilitas, perancangan proses, operasi teknik kimia dan  bagian ilmu teknik kimia lainnya dalam pra rancangan pabrik CNG dari  Biogas Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit.


Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Compressed Natural Gas (CNG) Dari Biogas Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 45 Ton Tbs Jam
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download