Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Stirena Dari Etilbenzen Melalui Proses Dehidrogenasi Katalitik Menggunakan Katalis Shell – 105 Dengan Kapasitas 100.000 Ton Tahun


 BAB I PENDAHULUAN
 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri sebagai bagian dari usaha ekonomi jangka panjang  diarahkan untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih baik dan seimbang yaitu  struktur ekonomi dengan dititikberatkan pada industri maju yang didukung oleh  ekonomi yang tangguh. Indonesia saat ini tengah memasuki era globalisasi dalam  segala bidang yang menuntut tangguhnya sektor industri dan bidang–bidang lain  yang saling menunjang. Hal ini tentunya memacu kita untuk lebih meningkatkan  dalam melakukan terobosan-terobosan baru sehingga produk yang dihasilkan  mempunyai daya saing, efisien dan efektif, disamping itu haruslah tetap akrab dan  ramah terhadap lingkungan.

Menanggapi situasi tersebut dan dalam upaya untuk mengurangi  ketergantungan import produk petrokimia, pemerintah menetapkan peraturan yang  mendorong perkembangan industri tersebut. Sejalan dengan itu industri petrokimia di  Indonesia seperti industri styrenemonomer, juga turut berkembang. Hal ini terutama  disebabkan oleh makin meningkatnya permintaan produk–produk plastik yang  menggunakan bahan dasar styrene monomer. Kegunaan utamanya adalah sebagai zat  antara untuk pembuatan senyawa kimia lainnya dan untuk memperkuat industri hilir  seperti :  1.  Polystyrene (PS), industri ini merupakan konsumen terbesar styrene monomer karena untuk menghasilkan 1 ton Polystyrene diperlukan 950 kg Styrene  Monomer. Kegunaannya untuk membuat general purpose polystyrene (HIPS).
2.  Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS), industri ini mengkonsumsi 600 kg styrene monomer untuk menghasilkan 1 ton ABS. Kegunaannya untuk pembuatan plastik  keras bagi komponen mobil, gagang telpon, pipa plastik, dll.
3.  Styrene Butadiena Latex (SBL),  industri ini mengkonsumsi 550 kg  styrene monomer  untuk menghasilkan 1 ton SBL .Kegunaannya untuk pembuatan  pelapis kertas dan pelapis karet.
4.  Impact Polystyrene Rubber (IPR), industri auto mobil.
 5.  Styrene Butadiene Rubber (SBR), digunakan dalam industri ban, radiator, heater,  dan sebagainya.
Styrene monomer adalah anggota dari kelompok aromatik monomer tak jenuh  yang mempunyai rumus molekul C6H5C2H5 dan mempunyai nama lain cinnomena.
Teknologi pembuatan styrene monomer pada mulanya kurang diminati sebab produk  polimer yang dihasilkan rapuh dan mudah patah, kemudian baru pada tahun 1937  pabrik Badische Aniline Soda Fabrics  (BASF) memperkenalkan terobosan baru  dalam bidang teknologi pembuatan styrene monomer dengan proses dehidrogenasi dari bahan baku ethylbenzene. Keduanya memproduksi styrene monomer dengan  kemurnian yang tinggi yang dapat menjadi polimer yang stabil dan tidak berwarna.
Sejak perang dunia II styrene monomer menjadi sangat penting karena kebutuhan  akan karet sintetis semakin meningkat, sehingga dibuatlah produk styrene monomer secara komersial dalam skala besar. Sejak itu produksi  styrene  monomer menunjukkan peningkatan yang pesat dan karena kebutuhan akan styrene monomer terus meningkat, maka dewasa ini semakin dikembangkan proses pembuatannya  yang lebih efisien dan modern.
Dari tahun ketahun kebutuhan styrene di Indonesia makin meningkat, hal ini  terlihat dengan meningkatnya impor styrene di Indonesia. Diperkirakan kebutuhan  tersebut akan meningkat pada tahun-tahun mendatang dengan makin berkembangnya  industri pengolahan styrene. Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik, kebutuhan  styrene di Indonesia dapat dilihat dalam Tabel 1.1 berikut.
Tabel 1.1 Kebutuhan Styrene di Indonesia Tahun   Jumlah ( ton ) 2005  19.328, 2006  25.179, 2007  36.123, 2008  50.825, 2009  73.516, (Badan Pusat Statistik, 2010)   Berdasarkan diskripsi diatas akan sangat menguntungkan apabila saat ini  mendirikan pabrik styrene monomer. Dilihat dari perbandingan harga bahan baku  dan hasil produknya, pendirian pabrik  styrene  monomer ini juga sangat  menguntungkan. Menurut data diperoleh data harga bahan baku (etilbenzen) yaitu  US$ 386/ton sedangkan harga produk yang dihasilkan (styrene monomer) yaitu US$  990/ton.
1.2  Perumusan Masalah Kebutuhan styrene di Indonesia belum dapat terpenuhi, dan di Indonesia  belum  banyak  berdiri pabrik yang memproduksi  styrene,  sehingga untuk  menanggulangi kebutuhan styrene  di dalam negeri maka dirasa perlu untuk  mendirikan suatu pabrik pembuatan styrene.
1.3 Tujuan Tujuan dari pra rancangan pabrik pembuatan styrene  adalah untuk  mengaplikasikan ilmu Teknik Kimia, khsnya di bidang perancangan, analisis  proses, dan operasi teknik kimia, sehingga akan memberikan gambaran kelayakan  pra rancangan pabrik pembuatan styrene.
1.4 Manfaat  Manfaat yang dapat diperoleh dari pra rancangan ini adalah tersedianya  informasi mengenai pabrik  styrene  sebagai intermediet sehingga dapat menjadi  referensi untuk pendirian suatu pabrik styrene.


Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Stirena Dari Etilbenzen Melalui Proses Dehidrogenasi Katalitik Menggunakan Katalis Shell – 105 Dengan Kapasitas 100.000 Ton  Tahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download