BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pemilihan Judul Kearsipan merupakan salah satu jenis pekerjaan
kantor atau pekerjaan tata usaha yang
dilakukan di setiap badan usaha pemerintah maupun swasta yang menyangkut penyimpanan warkat atau surat-surat
dan dokumen kantor lainnya.
Mengingat fungsinya sebagai
sumber informasi dan sebagai pusat ingatan bagi organisasi maka sangat penting untuk melakukan
pengelolaan arsip dengan konsisten agar
mudah ditemukan saat dibutuhkan sekalipun sudah lama diarsipkan .
Setiap bagian dalam kegiatan
oraganisasi membutuhkan arsip. Semakin besar suatu organisasi, maka semakin banyak pula
dokumen yang harus ditemukan kembali, sehingga
membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak, biaya yang lebih tinggi, dan perlengkapan dan peralatan yang semakin
lengkap dan canggih serta membutuhkan sistem
pengarsipan yang konsisten.
Mengingat begitu pentingnya arsip
dalam kegiatan perusahaan maka perusahaan
harus mengetahui, dan melaksanakan tata cara dalam mengarsip, sebab jika tidak ditangani dengan baik maka akan
menimbulkan hal-hal yang merugikan perusahaan.
Oleh karena itu pada kesempatan penulisan skripsi minor ini, penulis meneliti beberapa hal mengenai proses
pengarsipan yang belum dilaksanakan dengan tepat dan konsisten.
Lenni Marlina Marpaung :
Inkonsistensi Pengelolaan Arsip Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, 2008.
Repository © 2009 B.
Rumusan Masalah Masalah dapat
diartikan sebagai adanya kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Setiap perusahaan memiliki masalah
dan setiap masalah memerlukan suatu penyelesaian
yang tepat, dan mengingat masalah kearsipan merupakan masalah yang sangat kompleks maka penulis merumuskan
masalah: apakah pengelolaan arsip telah
dilakukan dengan tepat dan konsisten pada PTP Nusantara III (persero) Medan? C.1.
1 Tujuan penulisan Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah : 1. mendeskripsikan pengelolaan arsip di PTP
Nusantara III (persero) Medan 2. untuk
mengetahui apakah pengelolaan arsip pada PTP Nusantara III telah konsisten 1. 2
Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan
laporan ini adalah : 1. Bagi Penulis Sebagai bahan membandingkan teori pengelolaan arsip dengan
praktik yang didapat selama PKL (
Praktik Kerja Lapangan ) pada PTP Nusantara III Medan 2. Bagi Perusahaan Masukan
bagi perusahaan/organisasi untuk kelancaran aktivitas di perusahaan dalam pengelolaan arsip 3. Bagi Pembaca Dapat
dijadikan bahan informasi bagi pembaca dalam pelaksanaan pengelolaan arsip pada perusahaan/organisasi Lenni Marlina Marpaung : Inkonsistensi
Pengelolaan Arsip Pada PT. Perkebunan Nusantara
III (Persero) Medan, 2008.
Repository © 2009 D.
Metodologi Penelitian 1. Lokasi Perusahaan
PTP Nusantara III yang menjadi objek penelitian terletak di JLN.
Seibatanghari No.2 Medan.
Waktu pelaksanaan penelitian
dilakukan pada bulan Februari hingga bulan April 2.
Sumber Data A. Primer Yang dimaksud dengan data primer
adalah data mentah yang diperoleh dari hasil
penelitian langsung dan harus diolah kembali menjadi informasi yang dapat dimengerti oleh pengguna informasi B. Skunder Yang dimaksud dengan data skunder adalah data
yang diperoleh dari studi kepustakaan
yaitu penelahaan buku-buku, arsip-arsip dan catatan-catatan tertulis yang berkenaan dengan masalah yang diteliti dari
perpustakaan dan dokumen yang diperoleh
dari tempat penelitian.
3. Teknik Pengambilan Data Adapun teknik pengambilan data dilakukan
dengan cara : i. Praktek Kerja Lapangan
(PKL) yaitu dengan ikut praktek langsung dalam setiap proses teknis pengarsipan ii. Observasi, yaitu mengumpulkan data yang
dilakukan penulis berupa pengamatan
langsung terhadap aktivitas yang berkaitan dengan arsip iii. Studi dokumentasi, yaitu mengadakan
pencatatan langsung terhadap dokumen
atau arsip yang berhubungan dengan masalah yang diteliti Lenni Marlina Marpaung : Inkonsistensi
Pengelolaan Arsip Pada PT. Perkebunan Nusantara
III (Persero) Medan, 2008.
Repository © 2009 iv.
Wawancara, yaitu dengan menanyakan langsung kepada pihak yang berwewenang untuk memberikan keterangan yang
diperlukan 4. Metode Analisis Data a.
Metode Analisis Deskriptif Yang dimaksud
dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis yang dilakukan dengan gambaran jelas mengenai masalah-
masalah yang akan diteliti dan menarik kesimpulan
yang bersifat khs kemudian membandingkannya dengan teori yang menyajikan dan menganalisis data sehingga
diperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah
yang diteliti b. Metode Deduktif Yang
dimaksud dengan metode deduktif yaitu metode yang dilakukan untuk mengambil kesimpulan khs yang berlaku umum di
perusahaan berdasarkan teoti yang
diterima secara umum sebagai suatu kebenaran Lenni Marlina Marpaung :
Inkonsistensi Pengelolaan Arsip Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, 2008.
Repository © 2009 BAB II PENGELOLAAN ARSIP PADA PTPN III(PERSERO) MEDAN
A. Profil Perusahaan 1. Sejarah Singkat
Perusahaan Pembentukan perusahaan diawali dengan proses pengambilan perusahaan-
perusahaan perkebunan milik Belanda oleh
Pemerintah RI pada tahun 1958yang dikenal
dengan proses nasionalisasi. Perusahaan perkebunan asing hasil nasionalisasi selanjutnya berubah menjadi perseroan
Perkebunan Negara (PPN), embrio yang turut membentuk perusahaan berasal dari NV. Rubber
Cultuur Maatschappij Amsterdam (RCMA)
dan NV. Cultuur Mij’de Oeskust (CMO) merupakan perusahaan perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia sejak
zaman Kolonial Hindia Belanda Salah satu perusahaan yang terbentuk diberi nama
Perusahaan Perkebunan Negara baru cabang
Sumatera Utara (PPN baru). Setelah beberapa kali mengalami perubahan bentuk sesuai dengan peraturan
perundang-undangan Pemerintah RI. Kemudian pada tahun 1968 PPN oleh pemerintah di
restrukturisasi menjadi beberapa kesatuan perusahaan Negara Perkebunan(PNP). Selanjutnya
pada tahun 1974 status hukum PNP diubah
menjadi PERSEROAN TERBATAS (PT) dan diberi nama PT.
PERKEBUNAN (PERSERO) Dalam rangka
peningkatan efisiensi dan efektifitas kegiatan usaha, perusahaan – perusahaan
dalam lingkungan BUMN Sub Sektor perkebunan dengan melakukan Lenni Marlina Marpaung : Inkonsistensi
Pengelolaan Arsip Pada PT. Perkebunan Nusantara
III (Persero) Medan, 2008.
Repository © 2009 kegiatan usaha berdasarkaan wilayah
eksploitasi, selain itu dilakukan perampingan struktur organisasi dari program
restrukturisasi tersebut telah dilakukan penggabungan 27 ( dua puluh tujuh ) BUMN
perkebunan yaitu PT. Perkebunan I sampai
dengan PT. Perkebunan XXXII dan satu BUMN Peternakan yaitu PT. Bina Mulia Ternak menjadi 14 BUMN perkebunan baru
yang diberi nama PT. Perkebunsn Nusantara
I sampai dengan PT. Perkebunan Nusantara XIV Kemudian pada tahun 1994 dilakukan
proses penggabungan manajemen, 3 BUMN
perkebunan terdiri dari PT. Perkebunan III ( persero) , PT. Perkebunan IV (persero), dan PT. Perkebunan V (persero).
Selanjutnya melalui peraturan- peraturan RI NO. 8 TAHUN 1996 TANGGAL 14 Februari 1996,
ketiga perusahaan tersebut yang wilayah
kerjanya di Propinsi Sumatera Utara dilebur menjadi satu yang diberi nama PT, Perkebunan III ( persero) yang
berkedudukan di Medan Sumatera Utara.
Skripsi Secretary:Inkonsistensi Pengelolaan Arsip Pada PT. Perkebunan Nusantara III
Download lengkap Versi PDF
