Skripsi Mathematics:Metode Subgradien Pada Fungsi Nonsmooth


BAB 1  PENDAHULUAN  
1.1  Latar Belakang  Zaman  yang  semakin  berkembang  membuat  persoalan  semakin  kompleks,  tidak  terkecuali  persoalan  yang  melibatkan  persoalan  matematika.  Kompleksitas  yang  semakin  meningkat  memunculkan  persoalan  yang  berbentuk  nonlinear.  Hal  tersebut  disebabkan karena munculnya faktor-faktor yang membuat ketaklinearan suatu fungsi.
 Fungsi  nonlinier  merupakan  fungsi  yang  memiliki  derajat  dua  atau  lebih.
 Beberapa  bentuk  fungsi  nonlinier  adalah  fungsi  kuadrat,  fungsi  kubik,  fungsi  eksponensial, dan fungsi logaritmik. Pada fungsi nonlinear dapat juga berupa fungsi  smooth dan  fungsi  nonsmooth.  Sebuah  fungsi  dikatakan  smooth jika  fungsi  tersebut  dapat  diturunkan  atau  differentiable disetiap  titik.  Sebaliknya  dengan  fungsi  nonsmoothyang kontinu juga mempunyai turunan, tetapi pada titik tertentu, misalnya  pada titik patah, turunannya merupakan turunan berarah.

  Fungsi  kontinu  nonsmooth dapat  dikaji  dari  sisi  analisis  konveksitas  dan  optimisasi (Aubin, 1984) dan dapat pula dikaji dari sisi analisis  nonsmooth  (Clarke,  1983).  Pada  analisis  konveksitas  dan  optimisasi,  fungsi  nonsmooth diselesaikan  dengan meminimum dan / atau memaksimumkan fungsi tersebut serta meninjau dari  segi  konveks  graf.  Pada  analisis  nonsmooth,  fungsi  nonsmooth dikaji  pada  sisi  Generalizad  directional  derivative atau  turunan  berarah.  Turunan  dari  fungsi  nonsmooth didefinisikan sebagai subgradien.
  1.2  Perumusan Masalah  Permasalahan  yang  akan  dibahas  adalah  bagaimana  menyelesaikan  persoalan  fungsi  nonlinear nonsmoothdengan metode Subgradien.
 1.3 Tujuan Penelitian  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  menyelesaikan  masalah  fungsi  kontinu  nonsmooth dengan metode Subgradien.
 1.4  Manfaat Penelitian  Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:  1.  Dapat  mencari  solusi  alternatif  untuk  menyelesaikan  persoalan  fungsi  nonlinear  nonsmooth.
 2.  Dapat  digunakan  sebagai  tambahan  informasi  dan  referensi  bacaan  bagi  yang  hendak melakukan penelitian serupa.
 1.5  Tinjauan Pustaka  Persamaan yang tidak linier dan mempunyai derajat dua atau lebih dari dua dikatakan  sebagai  fungsi   nonlinier.  Pada  fungsi  nonlinier  grafiknya tidak  berupa  garis  lurus,  melainkan  dapat  berupa  kurva  atau  garis  zig-zag.  Fungsi  nonlinier  kontinu  adalah  fungsi nonlinear dimana tidak terdapat celah (kosong) pada fungsi tersebut.
 Bentuk umum dari fungsi nonlinier   ( ) di mana      dan   merupakan koefisien.
 Fungsi nonlinier kontinu  nonsmoothmerupakan fungsi nonlinier yang berada  pada garis atau bidang patah dimana pada setiap garis maupun bidang adalah kontinu.
 Fungsi nonlinier kontinu nonsmooth merupakan fungsi patah namun konveks.
 Bentuk  umum  pertidaksamaan  untuk  fungsi  konveks  terdifferensialkan    adalah sebagai berikut:  
  Jika     konveks  dan  terdifferensialkan  maka    ( )  adalah  subgradien  dari  pada  . (Yi Zhang, 2013)  1.6  Metode Penelitian  Pada penelitian ini, metode yang digunakan bersifat literatur, yaitu dengan melakukan  penelitian  literatur,  penelitian  mandiri,  pengumpulan  bahan  melalui  buku-buku  referensi,  maupun  bahan-bahan  berbentuk  jurnal  yang  diperoleh  dari  perpustakaan  atau internet.
  Adapun langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai  berikut:  1.  Memaparkan beberapa jenis fungsi nonlinier.
 2.  Menjelaskan pengertian fungsi smooth dan nonsmooth.
 3.  Menjelaskan pengertian turunan fungsi nonsmooth.
 4.  Menyelesaikan fungsi nonsmooth dengan metode Subgradien.
 5.  Menyelesaikan contoh soal Subgradien yang diperoleh dari referensi.
  
yle='x � s a x� ��� '>  1.4  Tujuan Penelitian Andaikan   adalah  suatu  matriks  toeplitz  pada  persamaan  (1.3)  berorde        dimana        sehingga yang menjadi tujuan penelitian adalah mendeskripsikan  perolehan  formula  invers  matriks  toeplitz   dalam  teorema  serta  melakukan  pembuktian formula tersebut.
1.5 Manfaat Penelitian  Manfaat  penelitian  adalah  sebagai  bekal  pengalaman  praktis  untuk  menentukan  determinan  maupun  invers  matriks  toeplitz    pada  persamaan  (1.3)  berorde   dimana        .  Sebagai  referensi  dalam  menambah  wawasan  tentang  metode-metode yang dapat dipergunakan untuk menentukan nilai determinan dan  invers suatu matriks.
1.6 Metodologi Penelitian Langkah-langkah  yang  dilakukan  untuk  meneliti invers  matriks  toeplits   pada  persamaan (   )  berorde       dimana         adalah:  1.  Menelaah buku-buku yang berhubungan dengan matriks toeplitz  2.  Menentukan  nilai  determinan  matriks  toeplitz   dengan  menggunakan  operasi baris elementer  3.  Merumuskan  determinan   matriks  toeplitz    kedalam  teorema  dengan  mengamati pola rekursipnya serta pembuktiannya  4.  Merumuskan kofaktor matriks toeplitz  kedalam  dengan menggunakan  adjoin matriks dan serta pembuktiannya  5.  Menentukan  invers  matriks  toeplitz   kedalam  dengan  menggunakan  adjoin matriks dan serta pembuktiannya.

  Diasumsikan harga BBM konstan.
1.4  Tujuan Penelitian  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  meminimumkan  biaya  transportasi pendistribusian  produk  Semen  Padang  dengan  menggunakan  metode  potensial  sehingga dapat meminimalkan biaya dan memaksimalkan keuntungan.
1.5 Tinjauan Pustaka  Sebagai  sumber  pendukung  teori  dalam  penulisan  ini,  penulis  menggunakan  beberapa pustaka yang memberikan kontribusi dalam penyelesaian penulisan ini.


Skripsi Matematika:Metode Subgradien Pada Fungsi Nonsmooth
Download lengkap Versi PDF