BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan
sehari-hari sering dijumpai
kegiatan-kegiatan yang bersifat kompetitif yang diwarnai persaingan atau
konflik. Konflik ini dapat terjadi antara dua orang (dua pihak) atau sejumlah orang
(kelompok).
Permainan adalah
suatu bentuk persaingan
antara dua orang
(dua pihak) atau
dua kelompok yang saling
berhadapan.
Teori permainan adalah
suatu alat yang membantu kita
untuk lebih mengerti bagaimana pengambil
keputusan berinteraksi dengan situasi. (Martin J. Osbone, Ariel Rubinstein,
2004). Teori permainan
(game theory) adalah bagian
dari ilmu matematika yang mempelajari interaksi antar
agen, di mana tiap strategi yang dipilih akan memiliki matriks perolehan (pay off)yang berbeda bagi tiap agen. Pertama
kali dikembangkan sebagai
cabang tersendiri dari
ilmu matematika oleh
Oskar Morgenstern dan
John von Neumann,
cabang ilmu ini
telah berkembang dengan begitu pesat hingga melahirkan banyak tokoh
peraih nobel, seperti John Nash (AS), Reinhard Selten
(Jerman), dan John
Harsanyi (AS) pada
tahun 1999 dan
Thomas Schelling (AS), Robert
Aumann (Israel) pada tahun 2005 dan Leonid Hurwicz (AS) pada
tahun 2007. Teori
ini dikembangkan untuk
menganalisa proses pengambilan keputusan
dari situasi persaingan
yang berbeda-beda dan
melibatkan dua atau
lebih kepentingan.
Dalam permainan,
pihak pertama disebut
dengan pemain baris
sedangkan pihak kedua disebut
pemain kolom.
Aturan-aturan dalam permainan
meliputi : 1. Langkah atau strategi yang dapat dipilih oleh
tiap-tiap pemain, Universitas Sumatera
Utara 2.
Informasi yang digunakan
oleh setiap pemain
yang memilih langkah
atau strategi, 3.
Pembayaran, yang didefinisikan
secara numerik, yang
harus dipenuhi oleh setiap
pemain setelah permainan selesai.
Masalah permainan
merupakan hal yang
menarik untuk dibahas
dalam matematika, sebab
permainan sangat berkaitan
dalam kehidupan sehari-hari, khsnya
di bidang ekonomi.
Hal tersebut tidak
dapat dihindari dalam
manajemen operasional suatu
perusahaan. Terutama dalam
manajemen strategi pemasaran
suatu produk, diperlukan pengkajian
faktor-faktor yang mendukung kelancaran
pemasaran suatu produk,
seperti kualitas suatu
produk, strategi pemasaran
dalam perusahaan tersebut, teknologi yang digunakan dalam
proses menghasilkan produk tersebut, dan harga dari produk tersebut.
Masalah pengambilan
keputusan pada pemasaran
2 merek sepeda
motor pada suatu
perusahaan merupakan suatu
kajian teori permainan.
Menurut data yang diperoleh
dari showroom Duta Jaya Motor masalah pemasaran sepeda motor Honda Vario dan Yamaha Mio mempunyai persaingan di pasaran. Oleh karena itu, penulis mengutip Honda Vario dan Yamaha Mio sebagai
objek judul penelitian dengan alasan karena melihat
bahwa kedua merek
sepeda motor sangat
bersaing di pasaran.
Penelitian ini
menggunakan teori permainan
agar perusahaan Honda
dan Yamaha mengetahui strategi apa yang perlu dilakukan
untuk meningkatkan tingkat penjualan dan
memperbaiki kelemahan masing-masing perusahaan.
1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang
akan dibahas dalam
penelitian ini adalah
bagaimana penerapan Aplikasi
Teori Permainan untuk
menentukan strategi pemasaran
optimum yang dilakukan oleh Honda Vario dan Yamaha Mio.
Universitas Sumatera Utara 1.3 Tinjauan Pustaka “Strategic market
definition concerns itself with market boundaries which are defined by
firms’ product offerings” (Kretschmer,T.,2009). Artinya
strategi pemasaran didefinisikan
dalam lingkupan pemasaran
yang ditentukan oleh
penawaran produk dari suatu perusahaan.
Matriks perolehan
(pay off matrix) adalah suatu
tabel berbentuk segi
empat dengan elemen-elemennya
yang merupakan besarnya nilai perolehan yang bersesuaian dengan
strategi yang digunakan
oleh kedua belah
pihak, diperoleh dari
situs (http://ririez.blog.uns.ac.id
teori permainan, halaman 3.) Ada 2 jenis
matriks pay-off yang digunakan, yakni : a. Matriks perolehan untuk permainan berjumlah
nol dari dua orang (two person zero sum
game).
m
a m am am ... amn dengan : m =
banyak strategi yang dimiliki pemain P n = banyak strategi yang dimiliki pemain
P a ij untuk i = 1, 2, ..., m dan j = 1, 2, ..., n dengan nilai perolehan
didefinisikan secara numerik yang
bersesuaian dengan strategi ke-i bagi
pemain P dan strategi ke-j bagi pemain P .
Matriks
perolehan tersebut merupakan
matriks perolehan terhadap
pemain pertama (P )
sehingga pemain P disebut
pemain baris yang
berusaha memaksimumkan perolehan
dan pemain P disebut
pemain kolom yang
berusaha meminimumkan perolehan.
Universitas Sumatera Utara b.
Matriks perolehan untuk permainan berjumlah nol dari norang (nperson
zero sum game).
Sesuai dengan
pengertian dalam teori
permainan, untuk jumlah
pemain n>2 dibentuk
menjadi 2 kelompok
yang juga saling
berhadapan/bersaing.
Pengelompokan ini dikenal dengan
istilah koalisi. Salah satu bentuk penyajian matriks pembayaran dapat dilihat pada contoh
berikut ini.
Skripsi Matematika:Aplikasi Teori Permainan Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Optimum Pada Honda Vario Dan Yamaha Mio
Download lengkap Versi PDF
