BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pasar modal
pada dasarnya menjembatani hubungan antara pemilik dana (investor) dengan pengguna dana (emiten atau
perusahaan terbuka). Pasar modal menyediakan
sumber pembelanjaan dengan jangka waktu
yang panjang yang diinvestasikan
pada barang modal untuk menciptakan dana dan memperbanyak alatalat produksi
yang pada akhirnya akan menciptakan pasar dan meningkatkan kegiatan perekonomian yang sehat.
Transaksi pasar modal berlangsung
di bursa efek. Bursa efek bertujuan memperdagangkan
sekuritas (efek). Semua yang termasuk surat berharga biasa di sebut efek, seperti: surat berharga komersial,
surat pengakuan hutang, saham, obligasi,
sekuritas kredit, tanda hutang, right issue,
waran, dan produk-produk turunan
lainnya yang ditetapkan sebagai efek oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Saham adalah efek yang paling
banyak diperjual belikan di Bursa Efek.
Sebagai efek yang ditransaksikan
di Bursa Efek Indonesia, harga saham selalu mengalami fluktuasi harga. Fluktuasi ini
tergantung pada penawaran dan permintaan akan saham. Harga saham akan cenderung naik
apabila suatu saham mengalami kelebihan
permintaan dan apabila terjadi kelebihan penawaran maka harga suatu saham akan cenderung turun. Saham merupakan
komoditi investasi yang tergolong beresiko
tinggi. Hal ini disebabkan oleh sifat komoditinya sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik
perubahan di luar negeri maupun perubahan di dalam negeri, perubahan dibidang politik,
ekonomi, moneter, undang-undang, atau peraturan
pemerintah. Perubahan-perubahan ini berdampak positif dan dapat pula berdampak negatif.
Harga saham sangat erat
hubungannya dengan nilai perusahaan, dimana baik buruknya nilai suatu perusahaan sangat
berpengaruh terhadap harga saham perusahaan
itu sendiri (Brigham dan Houston 2006: 448). Kita ketahui bahwa struktur modal selalu dihubungkan dengan nilai
perusahaan, pada penelitian ini nilai suatu perusahaan digambarkan melalui perubahaan
harga saham.
Struktur modal meruapakan
perimbangan antara penggunaan modal pinjaman yang terdiri dari utang jangka pendek yang
bersifat permanen, utang jangka panjang dengan
modal sendiri yang terdiri dari saham preferen dan saham biasa (Sjahrial 2009: 179). Kebijakan struktur modal akan
berpengaruh positif terhadap nilai saham melalui penciptaan bauran atau kombinasi
sumber dana (hutang jangka panjang dan modal
sendiri) sehingga mampu memaksimalkan nilai saham.
Dalam kondisi tertentu perusahaan
dapat memenuhi kebutuhan dananya dengan
mengutamakan sumber-sumber dari dalam perusahaan, akan tetapi adakalanya juga kebutuhan dana sudah
sedemikian meningkat karena pertumbuhan perusahaan,
dan dana internal telah digunakan semua, maka tidak ada pilihan lain selain menggunakan dana yang berasal dari luar
perusahaan yang berupa hutang (debt).
Penggunaan hutang dalam suatu perusahaan akan menaikkan nilai saham, karena adanya kenaikan pajak yang merupakan
pos deduksi terhadap biaya hutang, namun
pada titik tertentu penggunaan hutang dapat menurunkan nilai saham karena adanya pengaruh biaya kepailitan dan biaya
bunga yang ditimbulkan dari adanya penggunaan
utang. Semakin tinggi harga saham, semakin tinggi nilai perusahaan.
Nilai perusahaan yang tinggi
menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan
kemakmuran pemegang saham juga tinggi.
Struktur modal merupakan salah
satu keputusan penting manajer keuangan dalam menjaga dan meningkatkan nilai perusahaan.
Sehingga keuangan harus lebih berhatihati dalam nementapkan struktur modal
perusahaan. Dengan adanya perencanaan yang
matang ketika menentukan sturuktur modal, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dalam
penelitian ini struktur modal diwakili oleh, Debt to Asset Ratio, Long Term Debt to Asset
Ratio, dan Equity to Asset Ratio.
Sektor kegiatan industri
manufaktur merupakan sektor yang cukup berprospek untuk kegiatan investasi. Hal tersebut
terlihat dari industi manufaktur nasional yang memiliki peluang tumbuh di atas laju
pertumbuhan ekonomi nasional. Pasca tahun 2020, tingkat pertumbuhannya akan mencapai 35%
terhadap produk domestikbruto (PDB)
(www.BisnisIndonesia.co.id, 2008).
Industri manufaktur memiliki
ruang gerak yang luas hingga tahun 2020.
Industri tekstil dan produk
tekstil yang sering disebut industri
tidak berospektif.
(sunset industry) merupakan salah
satu sektor yang justru berpeluang mendorong pertumbuhan industry manufaktur.
Produktivitas industri manufaktur
pada saat ini memiliki kontribusi yang cukup
besar dalam menentukan tingkat produktivitas nasional di Indonesia. Perbaikan produktivitas dan kinerja perusahaan sangat
erat kaitannya dengan kemampuan dalam menentukan
kebijakan pendanaan (financial policy).
Tabel 1.
Pengaruh Struktur Modal Terhadap
Perubahan Harga Saham Perusahaan Manufaktur
Keterangan Astra Internasional Unilever 2007
2008 2007 DAR 49,61%
49,74% 49,48% 52,23% LDAR
16,01% 16,45% 3,95%
4,71% EAR 42,44% 40,97%
50,47% 47,66% Harga Saham (Per lembar) Rp 27.300 Rp 10.550
Rp 6.750 Rp 7.
Sumber: www.idx.co.id (1 Mei
2010, Pkl 19.15 WIB) Tabel 1.1 memperlihatkan bahwa PT Astra Internasional
melakukan kebijakan struktur modal
dengan menaikkan Debt to Asset Ratio dari 49,61% pada tahun 2007 menjadi 49,74% pada tahun 2008.
Begitu juga dengan Long Term Debt to Asset
Ratio yang mengalami kenaikan dari 16,01% pada tahun 2007 menjadi 16,45% di tahun 2008. Sedangkan Equity to Asset Ratio
mengalami penurunan dari 42,44% pada
tahun 2007 menjadi 40,97% di tahun 2008. Ternyata mengakibatkan penurunan harga saham perusahaan dari Rp 27.300 di tahun
2007 menjadi Rp 10.550 di tahun 2008.
Pada PT Unilever kebijakan
struktur modal juga dilakukan dengan menaikkan Debt to Asset Ratio dari 49,48% pada tahun
2007 menjadi 52,23% pada tahun 2008.
Begitu juga dengan Long Term Debt
to Asset Ratio yang mengalami kenaikan dari 3,95% pada tahun 2007 menjadi 4,71% di tahun
2008. Sedangkan Equity to Asset Ratio
mengalami penurunan dari 50,47% pada tahun 2007 menjadi 47,66% di tahun 2008. Ternyata mengakibatkan penurunan harga
saham perusahaan dari Rp 27.300 di tahun
2007 menjadi Rp 10.550 di tahun 2008.
Berdasarkan permasalahan yang telah
dikemukakan sebelumnya maka penulis melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh
Perubahan Struktur Modal Terhadap
Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang
yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Perubahan
Variabel Struktur Modal yang terdiri dari
Debt to Asset Ratio, Long Term Debt to Asset Ratio, dan Equity to Asset Ratio berpengaruh terhadap perubahan harga saham
pada sektor industri manufaktur di Bursa
Efek Indonesia?” C. Kerangka Konseptual Perusahaan
manufaktur mempunyai penataan struktur modal yang kompleks.
aik � 5 a c (SZ ��] un elektronik PT Mas
Motors Mitsubishi gunakan untuk menawarkan seluruh produknya, maka penelitian ini hanya membahas tentang iklan
yang ditayangkan dengan menggunakan jasa
televisi (elektronik) adalah iklanMitsubishi untuk mobil Pajero Sport yang ditujukan kepada masyarakat
menengah keatas di berbagai stasiun televisi
karena didesain sebagai mobil keluarga. Sedangkan iklan dengan menggunakan media cetak seperti surat kabar
adalah iklan Mitsubishi untuk truk yaitu
Fuso dan Colt Diesel yang ditujukan kepada pengusaha angkutan karena truk ini digunakan untuk niaga.
Penayangan iklan Mitsubishi di
televisi maupun surat kabar diharapkan mengena pada sasaran konsumen, baik tentang
pesan iklan, audio, bintang iklan, dialog,
penampilan visual dan pengaturan. Rasa tertarik terhadap iklan mungkin dapat dimunculkan dengan pewarnaan, gambar,
atau pesan iklan yang menarik, dan hal
ini pada gilirannya akan semakin diperkuat oleh keorisinilan penampilan dan penynan kalimat dalam pesan iklan (Durianto,
2003). Iklan Mitsubishi yang ditayangkan di televisi maupun iklan
Mitsubishi yang ditayangkan di koran yang ada telah mampu menarik perhatian khayalak.
Desain Mitsubishi yang elegan dan fashionable
yang dituangkan dalam iklan itu sendiri seolah-olah mampu menarik minat beli khayalak untuk memilikinya.
Skripsi Manajemen:Pengaruh Struktur Modal Terhadap Perubahan Harga Saham Perusahaan Manufaktur
Download lengkap Versi PDF
