Skripsi Manajemen:Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kedisiplinan Kerja Karyawan


 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Perusahaan merupakan suatu usaha yang dikelola ataupun dijalankan  perorangan atau secara bersama-sama (beberapa orang) untuk mencapai suatu  tujuan tertentu. Oleh karena itu, antara perusahaan dengan karyawan harus dapat  bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap kinerja  perusahaan adalah kedisiplinan kerja. Kedisiplinan kerja karyawan sangat  diharapkan oleh perusahaan dalam rangka merealisasikan tujuan perusahaan, baik  tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.
Kedisiplinan merupakan salah satu unsur pokok dalam upaya mencapai  kemampuan atau keberhasilan. Salah satu aspek kekuatan sumber daya manusia  itu tercermin pada sikap dan perilaku disiplin, karena disiplin dapat memberi  dampak kuat terhadap kemampuan mengejar sesuatu yang direncanakan.

Tindakan disiplin menuntut adanya hukuman terhadap karyawan yang gagal  memenuhi standar yang ditentukan. Oleh karena itu tindakan disiplin tidak  diterapkan secara sembarangan, melainkan memerlukan pertimbangan bijak.
Beberapa tujuan tindakan disiplin diantaranya adalah menciptakan bahwa  perilaku-perilaku karyawan konsisten dengan aturan-aturan perusahaan,  menciptakan atau mempertahankan rasa hormat dan saling percaya diantara  pimpinan dan bawahan, membantu karyawan supaya menjadi lebih produktif.
 Menurut Fathoni (2006:173), disiplin kerja dipengaruhi oleh banyak faktor,  yaitu tujuan dan kemampuan, kompensasi, teladan pimpinan, sanksi, balas jasa,  keadilan waskat (pengawasan melekat), ketegasan, dan hubungan kemanusiaan.
Semua faktor-faktor di atas sangat mempengaruhi setiap karyawan untuk  melakukan dan melaksanakan setiap aturan-aturan yang berlaku yang ada dalam  perusahaan tersebut.
Menurut Dharma (2004:388) jenis-jenis masalah disiplin yang dihadapi  karyawan antara lain adalah melanggar peraturan jam istirahat dan jadwal kerja  lainnya, melanggar peraturan keamanan dan kesehatan kerja, terlambat masuk  kerja, mangkir terutama sebelum dan setelah lebaran, bekerja dengan ceroboh atau  merusak peralatan, pasok, atau bahan baku, suka bertengkar, tidak mau bekerja  sama, atau perilaku lain yang tidak menyenangkan (mengganggu) sesama  karyawan, terang-terangan menunjukkan ketidakpatuhan, serta menolak  melaksanakan tugas yang seharusnya dilakukan.
Setiap karyawan disiplin di dalam menyelesaikan dan mengerjakan  pekerjaannya bisa saja dipengaruhi oleh karena kompensasi yang diterima oleh  karyawan yang memuaskan sehingga karyawan berusaha mematuhi dan berusaha  memberi yang terbaik di dalam pekerjaannya. Pemberian kompensasi yang  memuaskan, tentunya akan mendapat pengaruh yang kuat bagi perusahaan.
Kompensasi yang memuaskan tentunya akan memperoleh karyawan yang  berkualitas dengan cara menarik karyawan yang handal ke dalam organisasi dan  tentunya juga akan menarik minat orang untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Kompensasi yang tinggi akan mendorong karyawan untuk mentaati setiap  peraturan-peraturan yang diberikan dan diterapkan oleh perusahaan itu.
 Pemimpin sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan karyawannya  karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya. Pemimpin  harus memberi contoh yang baik, berdisiplin, jujur, adil, serta sesuai kata dengan  perbuatan (berintegritas yang tinggi). Dengan teladan pimpinan yang baik,  kedisiplinan bawahan pun akan ikut baik. Jika teladan pimpinan kurang baik  (kurang berdisiplin), para bawahan pun kurang disiplin.
Disiplin harus diartikan sebagai "mendidik untuk perbaikan dan menjadi lebih  baik". Disiplin di sini tidak diartikan sebagai hukuman untuk orang yang bersalah,  tetapi merupakan didikan atau tuntunan untuk bermotivasi, bersikap, dan  berkinerja baik secara konsisten. Disiplin tidak hanya diterapkan pada saat  seseorang terbukti bersalah, tetapi dimulai dalam kondisi kerja normal untuk  meningkatkan komitmen dan kinerja. Seseorang yang terbukti bersalah dan  disiplin hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari disiplin.
Disiplin tidak hanya berlaku pada saat adanya pelanggaran yang dilakukan  oleh seseorang karyawan. Ataupun disiplin tidak identik dengan pemberian  hukuman bagi seseorang. Walaupun di dalam disiplin ada yang disebut dengan  punishment tetapi esensi dari pemberian disiplin itu bukan untuk menakut-nakuti  ataupun mengancam karyawan tetapi untuk mengarahkan karyawan mengikuti  semua peraturan-peraturan yang ada di dalam perusahaan, dan tentunya untuk  mencapai tujuan dari perusahaan itu. Jadi pada saat keadaan normal, disiplin juga  tetap berlaku dan berfungsi ditengah-tengah karyawan.
Perusahaan Umum Pegadaian adalah satu-satunya lembaga pemerintah yang  bergerak dibidang jasa penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat atas dasar  hukum gadai dengan jaminan barang. Kantor Wilayah Perum Pegadaian Medan   merupakan lembaga keuangan non bank yang ada di Indonesia dengan beragam  jasa yang terus dikembangkan. Sebagai lembaga keuangan non bank, Perum  Pegadaian berfungsi untuk mengelola dana yang ada pada masyarakat dengan  penyaluran atau pemberian kredit gadai dengan tingkat bunga (sewa modal) relatif  rendah guna membantu masyarakat yang mengalami kesulitan keuangan.
Perum Pegadaian dalam menjalankan aktivitasnya memerlukan kehati-hatian  dalam menjaga barang yang digadaikan oleh pelanggan. Kantor Wilayah Perum  Pegadaian Medan mempunyai tempat penyimpanan khs untuk barang-barang  yang telah digadaikan oleh pelanggan. Tempat tersebut berupa gudang untuk  menyimpan barang-barang besar seperti mobil, sepeda motor, kulkas, televisi dan  kluis untuk menyimpan barang-barang yang ukurannya kecil seperti emas, Bukti  Pemilik Kenderaan Bermotor (BPKB), Arloji.
Kantor Wilayah Perum Pegadaian Medan memberikan jaminan asuransi  kepada semua barang yang dititipkan pelanggan kepada perusahaan. Jika barang  yang dititipkan perusahaan mengalami kerusakan, maka pihak asuransi yang  ditunjuk oleh perusahaan akan bertanggung jawab untuk memperbaikinya. Tetapi  jika barang yang dititipkan hilang, maka karyawan yang bertanggung jawab dalam  penyimpanan barang tersebut harus menggantinya sesuai dengan barang yang  hilang. Untuk itulah diperlukan kedisiplinan karyawan agar hal-hal yang tidak  diinginkan tidak terjadi.
Bentuk lain kedisiplinan karyawan di Kantor Wilayah Perum Pegadaian  Medan yaitu jam masuk kantor pukul 08.00 WIB, jam istirahat makan siang pukul  12.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB dan jam pulang kantor pukul 17.00 WIB.
Jika ada karyawan yang terlambat masuk kantor biasanya dikenakan sanksi   berupa pemotongan gaji sebesar 2%-3% dan bila ada karyawan yang tidak hadir  tanpa keterangan yang jelas juga akan dikenakan sanksi berupa pemotongan  sebesar 4% perhari dari tunjangan yang diterima karyawan  Pada Tabel 1.1 di bawah dapat dilihat bahwa kedisiplinan karyawan Kantor  Wilayah Perum Pegadaian Medan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal  ini dapat terlihat dari masalah absensi yang terus berkurang setiap tahunnya.


Skripsi Manajemen:Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kedisiplinan Kerja Karyawan
Download lengkap Versi PDF