Skripsi Manajemen:Pengaruh Celebrity Endorser (Raffi Ahmad) dalam Periklanan kartu XL terhadap pembentukan Brand Image


 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Bintang televisi, aktor film, dan atlit terkenal banyak digunakan dalam  iklan majalah, maupun TV komersial untuk mendukung suatu produk. Bintang  iklan (celebrity endorser) berperan sebagai orang yang berbicara tentang produk,  yang akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang menunjukkan pada  produk yang didukungnya (Shimp, 2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penjualan produk meningkat akibat penggunaan selebritas sebagai model iklan  (celebrity endorser), sikap dan persepsi konsumen bertambah ketika selebritas  mendukung produk tersebut (Shimp, 2003).
Bintang iklan tidak hanya muncul dalam sinetron atau acara gosip artis (infotainment) yang sekarang marak di televisi, tetapi juga dalam iklan sebagai  pendukung merek (endorser). Mereka tampil pula sebagai presenter, co-presenter,  dan bintang tamu dalam berbagai program. Tidak heran kita menjadi akrab  dengan wajah mereka. Kita mengenal mereka, mulai dari sinetronnya, video klipnya, atau tentang program televisinya, penampilan pada website, juga tentang  problem rumah tangganya, rumah barunya, sampai tingkat pengetahuan  umumnya.

Karakteristik selebritas sebagai model iklan tersebut mencakup, keahlian  (expertise) mengacu pada pengetahuan, pengalaman, atau ketrampilan yang  dimiliki seorang pendukung yang berhubungan dengan topik iklannya.
Kepercayaan (trustworthiness)  mengacu pada kejujuran, integritas dan dapat  dipercayainya seorang sumber. Daya tarik (attractiveness) daya tarik bukan hanya    berarti daya tarik fisik, meliputi sejumlah karakteristik yang dapat dilihat khalayak  dalam diri pendukung, kecerdasan, sifat-sifat kepribadian, gaya hidup, keatletisan  tubuh, dan sebagainya (Shimp, 2003).
Salah satu alat yang digunakan perusahaan untuk mengarahkan  komunikasi  persuasif  pada pembeli dan masyarakat yang umum adalah  periklanan. Jika model iklan yang dipilih adalah dari kalangan selebritis, artis  maupun tokoh terkenal harus mampu mewakili karakteristik produk. Setiap artis  memiliki karakter tersendiri, mungkin karakter itu terbentuk lewat peran-peran  yang dimainkannya dilayar kaca, mungkin pula karakter itu terbangun lewat  kehidupan pribadinya.
Personifikasi merek pernah mengatakan merek memang terdiri dari dua  macam elemen, yaitu rasional dan emosional. Elemen rasional adalah apa yang  dikerjakan, diucapkan, dan ditujukan oleh merek itu sendiri. Sedangkan elemen  emosional adalah bagaimana merek tersebut dapat mengekspresikan,  mengucapkan, mempertunjukkan atau menjanjikan dirinya. Elemen emosional ini  ditentukan oleh apa yang disebut personalitas merek atau dikenal dengan istilah  Brand Image. Penggunaan endorser dari kalangan selebritis adalah sebagian dari  aspek emosi tadi. Kesamaan karakter antara image selebritis selaku endorser  dengan produk yang  diiklankan secara emosionlal jauh lebih menggugah  konsumen untuk memilih merek atau produk yang bersangkutan.
Raffi Ahmad sebagai selebriti pendukung dari produk kartu XL dipilih  sesuai dengan segmentasi yang ingin dituju oleh Perusahaan XL. Raffi Ahmad  dipilih Excelcomindo untuk mempertegas kembali segmentasi dari kartu XL yaitu  remaja dan keluarga, hal ini dikarenakan image yang dimiliki oleh Raffi Ahmad   dapat mewakili anak muda yang karismatik, serta dikenal banyak orang sebagai  selebriti yang banyak mengisi siaran televisi  saat ini. Selain daripada itu  bersamaan dengan segmentasi pasar yang dituju, Raffi Ahmad sebagai salah satu  artis yang mempunyai multitalenta. Selain sebagai bintang sinetron, Raffi Ahmad  juga pernah main dalam film, sebagai presenter program musik, bintang iklan dan  sebagai penyanyi. Dengan banyaknya kemunculan Raffi Ahmad di televisi  menjadikan Raffi Ahmad sebagai selebriti yang banyak dikenal masyarakat saat  ini.
XL pada saat ini merupakan penyedia layanan telekomunikasi seluler  dengan cakupan jaringan yang luas di seluruh wilayah Indonesia bagi pelanggan  ritel dan menyediakan solusi bisnis bagi pelanggan korporat. Layanan XL  mencakup antara lain layanan  suara, data dan layanan nilai tambah lainnya (value  added services). Untuk mendukung layanan tersebut, XL beroperasi dengan  teknologi GSM 900/DCS 1800 serta teknologi jaringan bergerak seluler sistem  IMT-2000/3G. XL juga telah memperoleh Ijin Penyelenggaraan Jaringan Tetap  Tertutup, Ijin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (Internet Services  Protocol/ISP), Ijin Penyelenggaraan Jasa Internet Telepon  untuk Keperluan  Publik (Voice over  Internet Protocol/VoIP), dan Ijin Penyelenggaraan Jasa  Interkoneksi Internet (“NAP”).
Mahasiswa adalah salah satu pasar potensial bagi Excelcomindo dalam  memasarkan produk kartu seluler Xl. Menurut prasurvei yang dilakukan penulis,  dimana survey tersebut dilakukan pada beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial  dan Politik  didapat kesan bahwa dalam periklanan  kartu XL yang dibintangi Raffi Ahmad mempunyai image yang baik, dengan   pesona yang ditampilkannya dapat membangun daya tarik tersendiri di hati  konsumen.
Berdasarkan alasan-alasan tersebut, penulis tertarik mengambil judul  penelitian “Pengaruh Celebrity Endorser (Raffi Ahmad) dalam Periklanan  kartu XL terhadap pembentukan Brand Image (Studi kasus pada Mahasiswa  S1 Fakultas Sosial dan Politik  )”.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya,  maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah celebrity endorser (selebriti pendukung) Raffi Ahmad yang terdiri dari  attractiveness,  trusthworthiness, dan  expertise  berpengaruh positif dan signifikan terhadap  pembentukan Brand Image produk XL?” C. Kerangka Konseptual Menurut Kotler dalam Royan (2004:8), seorang selebriti yang sangat  berpengaruh disebabkan memiliki kredibilitas yang didukung faktor keahlian, sifat  dapat dipercaya dan adanya kesukaan. Iklan sebenarnya merupakan bentuk  penyampaian pesan suatu merek kepada konsumen. Hanya masalahnya siapakah  yang nantinya akan menyampaikan pesan tersebut, apakah seorang olahragawan,  orang awam ataukah selebriti. Pemilihan selebriti dalam penyampaian pesan  tersebut nantinya diharapkan dapat menimbulkan dampak yang cepat dalam brand  awareness dan brand recognition. Seorang pemasar setidaknya harus jeli dalam  memilih seorang selebriti dan perlu dilakukan evaluasi terhadap selebriti.
 Brand Image adalah seperangkat keyakinan konsumen mengenai merek  tertentu. (Kotler, Armstong, 2001:225). Dalam pelaksanaanya, manfaat dari brand  image itu sendiri sangat positif yaitu perusahaan bisa mengembangkan lini produk  dengan memanfaatkan citra positif yang telah terbentuk sehingga perusahaan  harus memperhatikan bagaimana caranya untuk mempertahankan dan meningkatkan citra merek yang positif.
Ramat Susanta dalam Royan (2004:14) mengatakan bahwa penggunaan  model VisCAP menyatakan bahwa ada 3 faktor yang terdapat dalam Celebrity  Endorser yang dapat menghasilkan pembentukan brand image pada sebuah  produk, yakni: 1.  Daya tarik (attractiveness) bukan hanya berarti daya tarik fisik, meliputi  sejumlah karakteristik yang dapat dilihat khalayak dalam diri pendukung:  kecerdasan, sifat-sifat kepribadian, gaya hidup, keatletisan tubuh, dan  sebagainya  2.  Kepercayaan (trustworthiness) mengacu pada kejujuran, integritas, dan  dapat dipercayainya seorang sumber.


Skripsi Manajemen:Pengaruh Celebrity Endorser (Raffi Ahmad) dalam Periklanan kartu XL terhadap pembentukan Brand Image
Download lengkap Versi PDF