Skripsi Hukum Pidana:Faktor Pendorong Kenakalan Remaja Geng Motor Di Kota


BAB I PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG Kejahatan sebagai salah satu bentuk problema sosial merupakan sebuah  kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap lapisan masyarakat. Untuk menganalisa  atau mengadakan diagnosa terhadap kejahatan-kejahatan yang meningkat saat ini,  belum dapat dilakukan, karena keadaan pengetahuan kriminologi dewasa ini  belum memungkinkan untuk tegas menentukan sebab, mengapa orang melakukan  kejahatan, sehingga hanya baru dapat dicari faktor-faktor yang berkaitan dengan  kondisi masyarakat tertentu pada masa tertentu pula, yang berhubungan erat  dengan timbulnya kejahatan.
Menurut Walter Lunden, faktor-faktor yang berperan dalam timbulnya  kejahatan adalah sebagai berikut : a.  Gelombang urbanisasi remaja dari desa ke kota-kota jumlahnya cukup  besar dan sukar dicegah.
b.  Terjadi konflik antar norma adat pedesaan tradisional dengan normanorma baru yang tumbuh dalam proses dan pergeseran sosial yang cepat,  terutama di kota-kota besar.

c.  Memudarnya pola-pola kepribadian individu yang terkait kuat pada pola  kontrol sosial tradisionalnya, sehingga anggota masyarakat terutama  remajanya menghadapi “samarpola” untuk melalukan prilakunya.
 Pelaku kejahatan tidak saja didominasi oleh orang-orang dewasa, tetapi  juga telah menjangkiti anak-anak yang sebenarnya menjadi harapan bagi nusa dan  bangsa sebagai penerus cita-cita dan perjuangan bangsa.
 Ninik Widiyanti –Panji Anaroga, Perkembangan Kejahatan dan Masalahnya ditinjua  dari segi kriminologi dan sosial, Pradnya Paramita, Jakarta, 1987, hal. 2.
 Pada awalnya, kenakalan remaja hanyalah merupakan perilaku “nakal”  dari kalangan remaja yang sering dikatakan sedang mencari identitas diri.
Kenakalan remaja yang demikian ini tidaklah menimbulkan kekhawatiran  dikalangan masyarakat luas (orang tua, guru, teman, dan masyarakat umum),  tetapi justru perilaku yang demikian itu dapat dipahami sebagai suatu fase yang  akan terjadi dan akan dialami oleh setiap orang, yang pada akhirnya akan berlalu  begitu saja oleh masyarakat luas.
Saat ini, kenakalan remaja tampaknya bukan lagi bersifat nakal, tidak lagi  memperlihatkan ciri-ciri kenakalannya tetapi sudah menjurus pada tindakan brutal  seperti, perkelahian antar kelompok, penggunaan narkotika/obat terlarang,  perampasan, kebut-kebutan di jalan raya tanpa aturan, penyimpanganpenyimpangan seksual, dan tindakan-tindakan yang menjurus pada perbuatan  kriminal.
Penyebab utama maraknya kenakalan remaja saat ini adalah karena  kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh  terlalu sibuknya kedua orang tua mereka dengan pekerjaan, sehingga perhatian  dan kasih sayang kepada anaknya hanya diekspresikan dalam bentuk materi saja.
Padahal materi tidak dapat menggantikan dahaga mereka akan kasih sayang dan  perhatian orang tua.
Pada dasarnya setiap orang menginginkan pengakuan, perhatian, pujian  dan kasih sayang dari lingkungannya, khsnya dari orang tua atau keluarga,  karena secara alamiah orang tua dan keluarga memiliki ikatan emosi yang sangat   kuat. Pada saat pengakuan, perhatian, pujian, dan kasih sayang tersebut tidak  mereka dapatkan di rumah, maka mereka akan mencarinya di tempat lain. Salah  satu tempat yang paling mudah mereka temukan untuk pengakuan terebut adalah  dilingkungan teman sebayanya. Sayangnya, kegiatan-kegiatan negatif kerap  menjadi pilihan anak-anak tersebut sebagai cara untuk mendapatkan pengakuan  eksistensinya.
 Dewasa ini kenakalan remaja yang sedang hangat dibicarakan baik dari  segi faktor penyebab dan cara penanggulangannya adalah kenakalan remaja geng  motor. Kelahiran geng motor, rata-rata diawali dari kumpulan remaja yang hobi  balapan liar dan aksi-aksi yang menantang bahaya pada malam menjelang dini  hari di jalan raya. Setelah terbentuk kelompok, bukan hanya hubungan emosinya  yang menguat, dorongan untuk unjuk gigi sebagai komunitas bikers juga ikut  meradang. Mereka ingin tampil beda dan dikenal luas. Caranya, tentu bikin aksiaksi yang sensasional. Mulai dari kebut-kebutan, tawuran antar geng, tindakan  kriminal tanpa pandang bulu mencuri di toko, hingga perlawanan terhadap aparat  keamanan.
 Faktor lain yang juga ikut berperan menjadi alasan mengapa remaja saat  ini memilih bergabung dengan geng motor adalah kurangnya sarana atau media  bagi mereka untuk mengaktualisasikan dirinya secara positif. Remaja pada  umumnya lebih suka memacu kendaraan dengan kecapatan tinggi. Namun, ajang- http;//mulyanihasan.wordpres.com/2007/04/27/geng-motor-do-kota-bandung/,  diakses pada tanggal 24 november 2010, hal 9.
 http;//m.kompasiana.com/post/4cd6acc89bc1d45330000/prihatin-brutal-dan-tidakmanusiawi/, daikses pada tanggal 24 november hal 3.
 ajang lomba balap yang legal sangat jarang digelar. Padahal, ajang-ajang seperti  ini sangat besar manfaatnya, selain dapat memotifasi untuk berprestasi, juga  sebagai ajang aktualisasi diri. Karena sarana aktualisasi diri yang positif ini sulit  mereka dapatkan, akhirnya mereka melampiaskan dengan aksi ugal-ugalan di  jalan umum yang berpotensi mencelakakan dirinya dan orang lain.
 Geng motor sebenarnya sudah ada dari tahun 1978, yang dulu namanya  melegenda adalah geng motor Moonraker. Kota tempat tumbuh dan  berkembangnya geng-geng motor adalah kota Bandung. Namun seiring dengan  berkembangnya zaman kini mereka mulai menjalar ke daerah-daerah seperti  Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Ciamis, Cirebon, Subang dan bahkan sekarang di  Kota  pun ada ditemui beberapa geng-geng motor.
Disisi lain masalah kenakalan remaja geng motor ini telah  mencapai tingkat yang meresahkan bagi masyarakat dan merupakan problema  aktual yang dihadapi orang tua, masyarakat dan terlebih-lebih masalah penting  yang dihadapi oleh pemerintah dan Negara.
Keadaan seperti ini telah memberikan dorongan yang kuat untuk  membahas dan memcari alternatif jalan keluar yang terbaik dalam menanggulangi  masalah kenakalan remaja. Oleh karena itu penting sekali tanggapan terhadap  persoalan mengenai cara dan tindakan guna menghantarkan generasi muda yang  bertanggung jawab serta ikut dalam memberikan bantuan yang nyata kepada  bangsa dan negara di masa depan.
 Mulyani hasan, op cit, hal 9.
 2. PERMASALAHAN Kenakalan remaja geng motor dewasa ini semakin meningkat kualitas dan  kuantitasnya, dan kita akui hal ini menjadi masalah nasional yang dapat  mengganggu stabilitas nasional dan pembangunan serta persatuan dan kesatuan  bangsa. Remaja merupakan generasi dan potensi bangsa dalam pembangunan  untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Meningkatnya kenakalan remaja geng  motor dapat disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Dalam hal ini penulis ingin  mengemukakan beberapa permasalahan yang menjadi tolak ukur dalam  pembahasan mengenai materi ini, yang berkaitan dengan kenakalan remaja geng  motor yang ditinjau dari aspek kriminologi, yaitu: 1.  Bagaimana pandangan kriminologi terhadap kenakalan remaja? 2.  Apa faktor pendorong keikutsertaan remaja dalam geng motor di kota  ? 3.  Apa hambatan dan upaya yang dilakukan dalam penanggulangan  kenakalan remaja dari aspek kriminologi? 3. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN 1. TUJUAN PENULISAN.
 Adapun yang menjadi tujuan khs dari penulisan skripsi ini adalah  untuk melengkapi dan memenuhi syarat-syarat untuk memperoleh gelar sarjana  hukum pada Fakultas Hukum Unifersitas Sumatera Utara .
Selain itu penulisan skripsi ini juga dimaksudkan antara lain untuk:  1.  Untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab terjadinya kenakalan  remaja 2.  Untuk mengetahui apa yang menjadi faktor pendorong terbentuknya geng  motor kalangan remaja di kota .
3.  Untuk mengetahui hambatan apa yang dihadapidalam menanggulangi  kenakalan remaja serta upaya penanggulangannya.
2. MANFAAT PENULISAN Atas dasar tujuan tersebut, maka manfaat dari penulisan skripsi ini adalah: a) Secara Teoritis Penulis berharap karya tulis ilmiah yang berbentuk skripsi ini dapat  memberi manfaat bagi kalangan akademis pada khsnya dan masyarakat pada  umumnya yang membutuhkan informasi mengenai karateristik pembentukan geng  motor yang brutal serta faktor penyebab terbentuknya geng motor yang brutal dikalangan remaja.
Skripsi ini juga diharapkan dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan  dalam bidang hukum pidana serta yang berkaitan dengan kriminologi.
b) Secara Praktis secara praktis, skripsi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi aparat  penegak hukum khsnya kepolisian dalam menanggulangi kenakalan remaja  geng motor.
4. KEASLIAN PENULISAN  Penulisan skripsi yang berjudul “Faktor Pendorong Kenakalan Remaja  geng Motor di kota  ditinjau dari Aspek Kriminologi” yang diangkat  sebagai judul skripsi telah diperiksa melalui penelran kepustakaan Fakultas  Hukum dan tidak ditemukan judul yang sama. Berdasarkan hasil penelran  penulis di perpustakaan Fakultas Hukum Unifersitas Sumatera Utara, adapun  skripsi yang berjudul “Suatu Tinjauan Psikologi Kriminal tentang Kenakalan  Remaja dan Timbulnya Perkelahian Massal dikalangan Remaja” tidak memiliki  kesamaan dengan skripsi penulis.
Data yang dipakai guna melengkapi penulisan skripsi ini memanfaatkan  informasi yang diperoleh langsung dari responden, dan info yang diperoleh dari  media, baik itu media cetak ataupun melalui media internet. Sehingga data-data  yang dipakai secara garis besar adalah data yang faktual. Dengan demikian  keaslian skripsi ini dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
5. TINJAUAN KEPUSTAKAAN 1. Pengertian Remaja/Anak Masa remaja apabila diperhatikan perkembangan manusianya sejak masih  berada dalam kandungan sampai dengan masa kelahiran terlihat bahwa setiap  orang akan mengalami perubahan. Bila dilihat dari perubahan fisik, biasanya  perubahan tersebut hampir sama antara satu dengan lainnya. Seolah-olah ada  batas-batas perubahan yang sama antara satu dengan yang lainnya, selama proses  perkembangan berjalan. Tetapi ketika manusia memasuki masa remaja,  perkembangan antara pria dengan wanita terlihat perbedaan karena kodratnya. Hal  ini disebabkan mulai bekerjanya kelenjar kelamin pada setiap remaja. Masa   remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khas  dan perannya yang menentukan dalam kehidupan dan lingkungan orang dewasa.
Masalah mengenai kenakalan anak atau remaja merupakan masalah yang  selalu menarik, hal ini disebabkan karena kenakalan anak atau remaja akan selalu  terjadi pada setiap generasi bangsa. Apabila berbicara tentang anak atau remaja,  seringkali timbul pertanyaan, umur berapakah seseorang tersebut dikatakan  remaja?.
Sebenarnya batasan umur seorang remaja tidak dapat ditentukan begitu  saja. Karena di samping belum ada kesepakatan pendapat diantara para ahli  mengenai klasifikasi umur, juga disebabkan karena masalah tersebut bergantung pada keadaan masyarakat di mana remaja tersebut hidup dan bergantung dari  sudut mana pengertian itu ditinjau.


Skripsi Hukum Pidana:Faktor Pendorong Kenakalan Remaja Geng Motor Di Kota
Download lengkap Versi PDF