Contoh Skripsi Agronomy:Efektivitas Pemberian Mikoriza dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Pada Waktu Tanam Yang Berbeda




PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kedelai (Glycine max (L) Merrill) mempunyai peranan cukup besar dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Komoditi tersebut merupakan sumberprotein nabati yang efesien dan menduduki tempat pertama diantara tanaman kacang-kacangan (Sumarno dan Harnoto, 1983). Produksi kedelai pada tahun 2004 hingga 2006 sempat meningkat, namun pergerakannya sangat lambat. Pada tahun 2004 hanya 723.483 ton, meningkat menjadi 808.353 tahun 2005 dan mulai menurun menjadi 746.611 ton tahun 2006. dan di tahun 2007 kembali turun menjadi 608.000 ton. Produksi kedelai di Sumatera Utara sendiri juga mengalami penurunan sebesar 2.697 ton atau 38.30 % dibandingkan tahun 2006. Penurunan produksi kedelai disebabkan penurunan luas panen sebesar 2.564 hektar atau 40,63 (BPS Sumut, 2008). Penurunan produksi kedelai dalam negeri terutama disebabkan oleh penurunan areal tanam  dan produktivitas  yang  rendah. Walaupun tidak bisa setinggi produktivitas di daerah sub-tropis  (>3 ton/ha), namun peluang peningkatan produktivitas kedelai di Indonesia masih sangat tinggi, yaitu dari 1 ton/ha menjadi 2 ton/ha  (Deptan, 2008). Selain melalui pengembangan sumberdaya genetik (varietas), penerapan berbagai inovasi teknologi pemupukan, penelaan terhadap waktu tanam serta pengelolaan hara dan tanah dapat mendukung upaya peningkatan produktivitas kedelai nasional. Salah satunya adalah menggunakan bahan organik seperti kompos dan agen hayati pengikat unsur hara atau mikoriza. Perkembangan areal penanaman kelapa sawit pada tahun 2006 mencapai lebih dari enam juta ha. Semakin luasnya perkebunan kelapa sawit maka proses produksi minyak sawit akan meningkat, sehingga Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)  yang  dihasilkan sebagai limbah terbesar juga meningkat(Witjaksana, 2006). TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) adalah limbah pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah. Setiap pengolahan 1 ton TBS (Tandan Buah Segar) akan dihasilkan TKKS sebanyak22 – 23% TKKS atau sebanyak 220–230 kg TKKS. Apabila dalam sebuah pabrik dengan kapasitas pengolahan 100 ton/jam dengan waktu operasi selama jam, maka akan dihasilkan sebanyak ton TKKS. Jumlah limbah TKKS seluruh Indonesia pada tahun 2004 diperkirakan mencapai 18.2 juta ton. Jumlah yang luar biasa besar namun belum dimanfaatkan secara baik oleh sebagian besar pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia. Alternatif pengolahannya adalah dengan menimbun (open dumping), dijadikan mulsa di perkebunan kelapa sawit, atau diolah menjadi kompos TKKS (Isroi, 2008).
Contoh Skripsi Agronomy:Efektivitas Pemberian Mikoriza dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Pada Waktu Tanam Yang Berbeda
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini 

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads 

Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.