Skripsi Manajemen:Sensitivitas Respon Konsumen Terhadap Ekstensifikasi Merek (Brand Extention) Pada Vaseline Hand & Body


 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang  Krisis global dalam perekonomian di Indonesia saat ini, membuat para pelaku  pasar dan produsen berlomba untuk memenangkan kompetisi yang sangat ketat.
Menghadapi kondisi krisis tersebut para  pelaku pasar dan produsen harus  menggunakan strategi untuk memasarkan produknya. Salah satu strategi untuk  memasarkan produk yaitu dengan ekstensifikasi merek atau perluasan merek (brand  extension). Perluasan merek dapat terjadi apabila perusahaan memutuskan untuk  menggunakan merek yang sudah ada pada produknya dalam satu kategori baru.
Strategi perluasan merek memberikan sejumlah keuntungan, karena merek tersebut  pada umumnya lebih cepat dihargai (sudah dikenal  sebelumnya),  sehingga  kehadirannya dapat cepat diterima oleh konsumen. Dan dari perspektif konsumen  merek yang terpercaya merupakan jaminan atas konsistensi kinerja suatu produk dan  menyediakan manfaat yang dicari konsumen ketika membeli produk atau merek  tertentu (Suyanto, 2007:11).

Kondisi krisis global saat ini memaksa sejumlah perusahaan menghentikan  produksi dan merumahkan karyawan. Namun yang dilakukan PT Unilever Indonesia  Tbk justru sebaliknya. Dalam situasi krisis, mereka justru melakukan ekspansi usaha  dengan membangun pabrik baru yang bisa menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja dan  juga melakukan perluasan merek (ekstensifikasi merek). Perluasan merek (brand  extension) inilah yang telah dilakukan oleh perusahaan Unilever Indonesia dalam  rangka memperkenalkan produk-produk baru dengan varian yang berbeda dengan  menggunakan merek yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk menghadapi banyaknya  perusahaan pesaing, termasuk perusahaan besar seperti P&G, Orang Tua/ABC,  Wings dan Indofood. Dengan adanya perusahaan pesaing tersebut  tidak akan  mengusik Unilever. PT Unilever Indonesia Tbk adalah pemimpin pasar di industri  consumer goods di Indonesia. Komitmennya adalah mengembangkan The Leading  Power Brand sebagai kekuatan sekaligus daya saing PT Unilever Indonesia Tbk. PT  Unilever Indonesia Tbk juga senantiasa mempelajari kebutuhan dan keinginan  pelanggan, melakukan inovasi, serta terus membangun citra produk.
Unilever Indonesia melakukan Brand Extension  pada beberapa produknya,  salah satunya adalah Vaseline Hand & body lotion yang dikembangkan ke dalam  beberapa kategori produk baru. Vaseline Hand & Body Lotion telah memenuhi  kebutuhan wanita Indonesia selama lebih kurang 75 tahun. Vaseline Hand & Body  Lotion  mengukuhkan citranya sebagai skin expert dengan mengadakan kampanye  komunikasi Vaseline Amazing Skin  –  sebuah kampanye global yang mengajak  setiap orang untuk melihat kulit lebih dekat dan personal. Seiring dengan peluncuran  kampanye komunikasi Vaseline Amazing Skin, PT Unilever Indonesia Tbk terus  berusaha memahami kebutuhan konsumen. PT Unilever mengadakan inovasi produk  barunya, Vaseline Healthy White yang terbukti secara klinis dapat membuat kulit  terlihat bersinar dan tampak lebih cerah hanya dalam 2 minggu. "Meningkatnya  pertumbuhan bisnis skin care tidak bisa dilepaskan dari peran serta kaum  perempuan, baik itu konsumen, tenaga riset, pemasar, hingga pekerja pabrik (www.unilever.com)”.
Di Indonesia, salah satu produk Unilever yang menjadi pemimpin pasar  adalah Vaseline Hand & Body Lotion. Menurut hasil survey yang dilakukan SWA bersama Mark Plus dan MARS, Vaseline Hand & Body Lotion adalah salah satu  produk yang memiliki brand value tertinggi pada tahun 2006 – 2008 untuk kategori  Hand & Body lotion.
Table 1.
Brand Value Hand & Body Lotion tahun 2006 -  (dalam persen) Merek   lue 2006  Brand Value 2007  Brand Value  Citra  57,5  67,7  266, Marina  17,2  43,6  89, Viva  12,7  39,1  79, Vaseline  12,0  38,2  48, Placenta   3,7    -    -Sumber : Majalah SWA edisi September  Tabel 1.1 menjelaskan Brand Value Hand & Body Lotion. Pada Tabel 1.1  Vaseline Hand & Body Lotion pada peringkat keempat dengan peringkat 79,1 pada  tahun 2008. Dibandingkan dengan peringkat pertama, terdapat perbedaan jumlah  persentase yang sangat jauh disebabkan karena masyarakat lebih dahulu mengenal  Citra Hand & Body Lotion dari pada Vaseline Hand & Body Lotion.
Perluasan merek (brand extension) Vaseline Hand & Body Lotion ke Vasline  Healthy White tentu saja memberikan pengaruh terhadap respon konsumen.
Konsumen atau bahkan pasar secara keseluruhan akan memberikan perhatian, minat,  keinginan, keyakinan bahkan mungkin pembelian terhadap Vaseline Healthy White . Banyak sekali stimuli eksternal yang bisa membentuk dan mempengaruhi respon  konsumen terhadap suatu produk (Simamora, 2004:199). Namun penulis berusaha  untuk lebih menyempitkan daerah penelitiannya yaitu pada mahasiswi Fakultas Ilmu  Komputer Universitas Sumatera Utara angkatan 2006 – 2008.
Penulis melihat bahwa mayoritas mahasiswi Pada Fakultas Ilmu Komputer  angkatan 2007 – 2008 lebih dominan dengan kaum wanita, yang mana sangat  membutuhkan Hand & Body Lotion untuk perawatan kulit. Hal ini dapat dilihat dari  penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada pasar padang bulan melalui divisi  pemasaran Hand & Body Lotion. Dimana terdapat banyak kaum wanita yang  menggunakan Vaseline Hand & Body Lotion. Dengan melihat data penjualan tahun  2008 yaitu Vaseline Healthy White sekitar 697.900 botol lebih tinggi dibandingkan  dengan produk Vaseline Hand & Body Lotion lainnya.
Tabel 1.
Jumlah Penjualan Vaseline Hand & Body Lotion Tahun  Pada Pasar Padang Bulan oduk  Jumlah Penjualan  Persentase  Fresh  botol  20 % White  697.900 botol  35% oisture  239.280 botol  12% Complete Care  398.800 botol  20% Firming  259.220 botol  13% Sumber : Divisi Pemasaran,data diolah Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan  penelitian dengan judul “Analisis Sensitivitas Respon Konsumen Terhadap  Ekstensifikasi Merek (Brand Extension) pada Vaseline Hand & Body Lotion (Studi Kasus Mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara).
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka peneliti  merumuskan masalah sebagai berikut : 1.  Seberapa besar tingkat sensitivitas respon konsumen terhadap ekstensifikasi  merek (brand extention) Vaseline Healthy White pada mahasiswi Fakultas Ilmu  Komputer Universitas Sumatera Utara? 2.  Apakah arah respon dari konsumen positif terhadap ekstensifikasi merek (brand  extension)  Vaseline Healthy White  pada mahasiswi  Fakultas Ilmu Komputer  Universitas Sumatera Utara ? C. Kerangka Konseptual Perluasan merek atau ekstensifikasi merek yang dilakukan PT Unilever Tbk  terhadap merek Vaseline Hand & Body Lotion  termasuk perluasan kategori dengan  tetap menggunakan merek induknya. Pembeli memiliki keterlibatan tinggi dengan  kategori produk dan merasakan perbedaan yang besar. Penelitian ini menggunakan  model Hierarchy of Effect karena mencakup area pengetahuan,area perasaan, dan  area tindakan (Simamora, 2003:128). Hierarchy of Effect terdiri dari 6 tahap yang  terbagi dalam 3 area dan dapat mencakup semua pertanyaan yang mendukung  penelitian serta dapat menggambarkan proses pengenalan merek sampai pada tahap  pembelian  secara detail sesuai dengan maksud penelitian, ditunjukan dengan  indikator: kesadaran konsumen terhadap merek, pengetahuan konsumen terhadap  merek, tingkat kesukaan konsumen terhadap merek, kecenderungan konsumen  terhadap tingkat pemilihan merek, keyakinan dan jaminan pada merek, dan tindakan  konsumen dalam memakai dan menggunakan merek. Sensitivitas respon merupakan  tingkat kepekaan atau perubahan kesadaran konsumen terhadap suatu kehadiran  suatu produk (dalam hal ini merek baru) yang mempengaruhi perilakunya dalam  memenuhi kebutuhannya sebagai dampak adanya perluasan merek Vaseline Hand &  Body Lotion.


Skripsi Manajemen:Sensitivitas Respon Konsumen Terhadap Ekstensifikasi Merek (Brand Extention) Pada Vaseline Hand & Body
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download