Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Respon Lingkungan Berbelanja Terhadap Pembelian Tidak Terencana


 BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar Belakang Masalah Sifat manusia cenderung konsumtif, yang berarti bahwa konsumen selalu  mengkonsumsi produk atau jasa sepanjang waktu. Perilaku konsumtif ini muncul  selain dikarenakan untuk pemenuhan kebutuhan yang sangat beragam, tetapi juga  untuk mengikuti trend yang berkembang di pasar. Oleh karena itu, para pemasar  harus dapat memahami keinginan dan kebutuhan konsumen tersebut, serta trend  yang sedang berlaku agar dapat menciptakan dan mengembangkan strategi  pemasarannya untuk memenangkan persaingan di pasar. Setiap strategi pemasaran  yang ditetapkan oleh pemasar akan berpengaruh terhadap perilaku konsumen.
Menurut Kotler dan Armstrong (2003:203), perilaku konsumen dapat dipahami  melalui rangsangan pemasaran dan lingkungan yang masuk kesadaran pembeli  serta karakteristik pembeli dan proses pengambilan keputusannya yang kemudian  menghasilkan keputusan pembelian tertentu.

Keputusan pembelian konsumen tidak hanya direncanakan, tetapi juga ada  keputusan pembelian yang tidak direncanakan atau yang disebut dengan istilah  impulsive buying. Pembelian tidak terencana berarti kegiatan untuk menghabiskan  uang yang tidak  terkontrol dan kebanyakan pada barang-barang  yang tidak  diperlukan oleh konsumen.  Barang-barang yang dibeli secara tidak terencana  (produk impulsif) kebanyakan adalah produk dengan harga murah yang tidak  terduga (Semuel, 2005). Hal ini dapat disebabkan oleh adanya faktor promosi  penjualan di setiap ruang pajang dalam lingkungan berbelanja. Promosi penjualan   yang mencakup hadiah, kupon, dan diskon dapat menjadi rangsangan-rangsangan  yang  mempengaruhi proses pengambilan keputusan, sehingga mempercepat  keputusan pembelian konsumen.
Menurut Negara dalam Semuel (2005), keputusan pembelian dapat didasari  oleh faktor individu konsumen yang  cenderung berperilaku afektif,  yaitu  kesenangan (pleasure) mengacu pada tingkat dimana individu merasakan baik,  penuh kegembiraan, bahagia, atau puas dalam suatu situasi; kegairahan (arousal)  mengacu pada tingkat dimana individu merasakan tertarik, siaga atau aktif dalam  suatu situasi; dan dominasi (dominance) ditandai oleh perasaan yang direspon  konsumen saat mengendalikan atau dikendalikan oleh lingkungan.  Keadaan  tersebut membuat konsumen kehilangan logika dalam berbelanja dan akhirnya  melakukan pembelian yang belum direncanakan sebelumnya (impulsive buying).
Indonesia sebagai negara yang mempunyai penduduk ketiga terbesar di  dunia dan merupakan negara yang memiliki tingkat konsumsi akan barang-barang  ritel yang tinggi pula (www.okezone.com, 2010), tidak mengherankan jika  perusahaan-perusahaan ritel baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri  bersaing untuk melakukan investasi di sektor ini. Hal ini menjadikan persaingan  di antara perusahaan-perusahaan sejenis semakin ketat dan diperlukan penerapan  strategi dalam usaha meraup pasar.
 TABEL 1.
Omzet Toko Modern Terbesar di Indonesia dalam US$. Juta Merek Toko  Format Toko  Tahun   Carrefour  Hipermarket   Ramayana  Departemen Store   Matahari  Departemen Store   Hypermart  Hipermarket   Giant  Hipermarket   Sumber: Majalah Ritel Asia, 2008 dalam www.bisnis.com Tabel 1.1 menunjukkan bahwa Matahari Departemen Store menduduki  peringkat ketiga omzet terbesar toko modern di Indonesia dengan nilai penjualan  US$. 472 juta. Hal ini membuktikan adanya persaingan ketat di antara  perusahaan-perusahaan ritel tersebut, sehingga Matahari Departemen Store harus  lebih mengembangkan strategi pemasarannya untuk meningkatkan nilai  penjualannya dan bersaing di pasar.
Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan pada Matahari Departemen  Store Plaza Medan Fair, terdapat beberapa faktor yang mendorong terjadinya  pembelian tidak terencana (impulsive buying) pada konsumen. Adanya diskon  besar-besaran, seperti diskon 50% +20% (penambahan diskon 20% setelah diberi  diskon 50%) pada produk, membuat konsumen tertarik untuk membeli satu  bahkan lebih dari satu produk. Konsumen dapat memanfaatkan fasilitas  pembayaran dengan kartu kredit ataupun penggunaan debit saat konsumen tidak  mempunyai uang tunai untuk membayar pembelanjaan produk dan ini akan  mendukung pembelian tidak terencana. Strategi pemberian voucher belanja  membuat konsumen tertarik untuk membelanjakan vouchernya dengan membeli  produk yang tidak direncanakan sebelumnya. Program promosi ‘beli 2 gratis 1’  yang ditampilkan pada produk mendorong konsumen untuk membeli produk   tersebut. Beberapa faktor tersebut sangat mempengaruhi perilaku afektif  seseorang dalam melakukan keputusan pembelian yang tidak direncanakan  sebelumnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka ingin dilakukan penelitian dengan judul:  “Analisis Pengaruh Respon  Lingkungan Berbelanja Terhadap Pembelian  Tidak Terencana (Impulsive Buying) Pada Matahari Departemen Store Plaza  Medan Fair.” B.  Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah respon lingkungan berbelanja yang terdiri dari kesenangan  (pleasure),  kegairahan (arousal),  dan  dominasi  (dominance)  berpengaruh terhadap pembelian tidak  terencana (impulsive buying) pada konsumen Matahari Departemen Store Plaza  Medan Fair?” C.  Kerangka Konseptual Menurut Negara dalam Semuel (2005), keputusan pembelian dapat didasari  oleh faktor individu konsumen yang  cenderung berperilaku afektif,  yaitu  kesenangan (pleasure) mengacu pada tingkat dimana individu merasakan baik,  penuh kegembiraan, bahagia, atau puas dalam suatu situasi; kegairahan (arousal)  mengacu pada tingkat dimana individu merasakan tertarik, siaga atau aktif dalam  suatu situasi; dan dominasi (dominance) ditandai oleh perasaan yang direspon  konsumen saat mengendalikan atau dikendalikan oleh lingku ngan.
 Keputusan pembelian yang dilakukan belum tentu direncanakan, terdapat  pembelian yang tidak direncanakan (impulsive buying) akibat adanya rangsangan  lingkungan belanja. Implikasi dari lingkungan belanja terhadap perilaku  pembelian mendukung asumsi bahwa jasa layanan fisik menyediakan lingkungan  yang mempengaruhi perilaku konsumen, dihubungkan dengan karakteristik  lingkungan konsumsi fisik (Bitner, et.al., dalam Semuel, 2005).
Berdasarkan uraian di atas, maka kerangka konseptual dibuat secara  sistematis dalam penelitian, yaitu respon lingkungan berbelanja yang terdiri dari  kesenangan  (pleasure),  kegairahan (arousal), dan  dominasi (dominance) mempunyai pengaruh terhadap pembelian tidak terencana (impulsive buying) pada  konsumen.
Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber: Semuel (2005), diolah Gambar 1.1 Kerangka konseptual Sumber: Semuel (2005), diolah D.  Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah: “Responlingkungan berbelanja yang  terdiri dari  kesenangan  (pleasure),  kegairahan (arousal),  dan  dominasi  (dominance)  berpengaruh dan signifikan terhadap pembelian tidak terencana  Respon lingkungan  berbelanja: 1.  Kesenangan (pleasure) (X1) 2.  Kegairahan (arousal) (X2) 3.  Dominasi (dominance) (X3) Pembelian Tidak Terencana  (Impulsive Buying) (Y)  (impulsive buying) pada konsumen Matahari Departemen Store Plaza Medan  Fair.” E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh  respon lingku ngan berbelanja, yang terdiri dari kesenangan (pleasure), kegairahan  (arousal), dan  dominasi  (dominance)  terhadap pembelian tidak terencana  (impulsive buying) pada Matahari Departemen Store Plaza Medan Fair.
2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan masukan  mengenai pengaruh respon lingku ngan berbelanja terhadap pembelian tidak  terencana pada perusahaan tersebut.
b.  Bagi Penulis Penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis untuk dapat menerapkan  ilmu yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan dan memperluas  wahana berfikir ilmiah dalam bidang manajemen.
c.  Bagi Peneliti Lain Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi  dalam melakukan penelitian pada bidang yang sama di masa mendatang.


Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Respon Lingkungan Berbelanja Terhadap Pembelian Tidak Terencana
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download