Skripsi Civil Engineering:Penelitian Balok Beton Bertulang Dengan Dan Tanpa Pemakaian Sikafibre


    BAB I PENDAHULUAN
 I.1. Latar Belakang Pada zaman sekarang ini, ada dua jenis material struktur yang umum digunakan : beton dan baja. Kedua jenis material tersebut kadang kala saling membantu satu sama lain, namun bisa juga berdiri sendiri-sendiri, sehingga banyak struktur dengan bentuk dan fungsi yang serupa dapat dibangun dengan beton dan/atau baja.
Beton sendiri memiliki keunggulan seperti : 1. Kuat tekan tinggi Campuran  beton  dengan persentase  tertentu  dapat  menghasilkan  mutu  beton  yang tinggi dan kuat tekan yang tinggi pula.
2. Kemudahan dalam bentuk Beton  dapat  dibentuk  sesuai keinginan  dimana beton  akan  mengikuti  bentuk cetakan/bekisting.
3. Harga yang relatif terjangkau Bahan yang digunakan umumnya mudah didapat serta harga yang lebih terjangkau.
4. Daya tahan yang baik Beton memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca serta memiliki umur pemakaian yang cukup panjang.
5. Biaya perawatan rendah Konstruksi beton jarang sekali memerlukan perawatan jika beton yang dihasilkan baik.

Namun  selain  memiliki  keunggulan  diatas,  beton  juga  memiliki  kekurangan seperti : 1. Beton cenderung retak Keretakan  pada  beton  dapat  terjadi sebelum  dibebani  yang diakibatkan  oleh suhu cuaca  yang  terlalu  tinggi, campuran  beton  yang  kurang  tepat,  dan  lainnya,  serta keretakan setelah dibebani jika melampaui beban maksimum.
 2. Berat sendiri yang cukup besar Beton  yang  memiliki  berat  jenis 2400  kg/m  dapat  menjadi beban  tambahan  pada struktur bangunan.
3. Pelaksanaan mempengaruhi kualitas beton Pelaksanaan di lapangan yang tidak diawasi dengan baik dapat mempengaruhi kualitas dari beton tersebut.
4. Kuat tarik rendah Kuat  tarik beton  normal tanpa  tulangan hanya berkisar  antara  9% - 15%  dari  kuat tekannya.
Namun,  seiring  dengan  kemajuan  dan  perkembangan  teknologi  beton, kekurangan-kekurangan  yang ada pada beton dapat diminimalkan. Salah satu topik  yang menarik untuk diteliti adalah keretakan pada beton. Ketika beton telah dipadatkan dengan baik, keretakan pada beton tetap dapat terjadi. Retak pada beton dapat menyebabkan korosi pada tulangan. Keretakan pada beton tersebut dapat diminimalkan dengan menambahkan campuran beton (concrete  admixtures)  jenis fiber kedalam molen sebelum  pengecoran.
Keuntungan  dari fiber yaitu daya  tarik  yang  kuat  serta  dapat mengurangi  retak susut (Shrinkage crack) pada beton.
Salah  satu  bagian  pada  konstruksi yang  penting adalah  balok.  Untuk  itu  perlu dilakukan penelitian terhadap balok yang menggunakan fiber dan tanpa menggunakan fiber.
I.2. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah : 1. Membandingkan  kuat  tekan  beton  yang  memakai fiber dan  tanpa  memakai fiber dengan test silinder dan balok beton bertulang 2. Menganalisa serta  membandingkan regangan  dan  beban  yang  terjadi  pada  balok beton bertulang yang memakai fiber dan tanpa memakai fiber.
3. Menganalisa serta membandingkan lendutan dan retak yang terjadi pada balok beton bertulang yang memakai fiber dan tanpa memakai fiber.
 4. Menganalisa  serta  membandingkan sudut kurvatur yang  terjadi  pada  pada  balok beton bertulang akibat lendutan yang memakai fiber dan tanpa memakai fiber.
I.3. Batasan Penelitian Adapun  pembatasan  penelitian yang  diambil  untuk  mempermudah  penyelesaian dan keterbatasan pengetahuan penulis dalam permasalahan balok beton bertulang yaitu : 1. Balok beton bertulang sesuai dengan batasan benda uji.
2. Komposisi  bahan SikaFibre yang  digunakan, diproduksi  oleh  PT.Sika  Indonesia tidak ditinjau.
3. Balok  beton  bertulang  diberikan  beban  terpusat  yang  dibebani  secara  berangsurangsur.
4. Balok ditumpu pada perletakan sendi dan rol.
I.4. Batasan Benda Uji Batasan benda uji dalam penyelesaian tugas akhir ini, yaitu : Tabel 1.1. Perbandingan Antar Benda Uji Benda Uji I Benda Uji II Mutu K- K- Dimensi Balok 15 x 20 x 320 cm 15 x 20 x 320 cm Tulangan Tarik 2D 2D Tulangan Tekan 2D 2D Tulangan Sengkang D6-12 cm D6-12 cm Jumlah Silinder 6 buah 6 buah Fiber Ada Tidak Ada  I.5. Mekanisme Pengujian Pengujian balok beton bertulang dengan dan tanpa penambahan fiber dilakukan di Laboratorium Rekayasa Struktur Program Studi Magister Teknik Sipil USU yang berlokasi di kompleks kampus Universitas Sumatera Utara, namun sebelumnya pemeriksaan agregat dilakukan di Laboratorium Beton Fakultas Teknik USU.
Penelitian  ini  menggunakan  2  (dua) buah  sampel. Sampel  I  (pertama)  adalah balok  beton  bertulang  dengan  menggunakan  fiber sebanyak 600 gram/m  beton yang diproduksi  oleh  PT.  Sika  Indonesia,  dan  Sampel II  (kedua)  merupakan  balok  beton bertulang tanpa menggunakan fiber. Sampel tersebut berukuran masing-masing 15 cm x  cm x 320 cm yang diletakkan pada perletakan sendi dan rol. Penelitian dilakukan dengan memberi  beban  sebanyak  2 (dua) buah  sepanjang  L/3  dengan  besar  masing-masing  ½  P dengan menggunakan alat Hydraulic Jack.
Untuk  mengetahui  mutu  beton  maka dilakukan  pengetesan  kuat  tekan  benda  uji silinder  dengan  ukuran  diameter  15  cm  tinggi  30  cm sebanyak 6 (enam) buah untuk masing-masing Sampel.
I.6. Metodologi Penelitian Metodologi yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah kajian eksperimental di Laboratorium. Adapun tahap-tahap pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut : 1. Penyediaan bahan penyusun beton dan tulangan.
2. Pemeriksaan  analisa  ayakan,  berat  jenis,  berat  isi,  dan  kadar  lumpur  pada agregat.
3. Pengerjaan bekisting dan tulangan.
4. Pengecoran benda uji.
5. Pengetesan balok beton bertulang dan silinder pada umur 28 hari.


Skripsi Civil Engineering:Penelitian Balok Beton Bertulang Dengan Dan Tanpa Pemakaian Sikafibre
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download