Skripsi Civil Engineering:Kajian Stress Ratio Pada Direct Analysis Method Dan Effective Length Method Sesuai Dengan AISC 2010


BAB I  PENDAHULUAN  
1.1.  Latar Belakang  Baja merupakan salah satu material konstruksi yang sering digunakan dalam  konstruksi baik sebagai kolom dan balok pada bangunan bertingkat, jembatan, menara,  rangka  atap  dan  berbagai  konstruksi  sipil  lainnya.  Sekitar  akhir  abad  ke-18  dan  permulaan abad ke-19, besi tuang dan besi tempa sudah mulai banyak digunakan untuk  pembuatan struktur jembatan. Jembatan Lengkung Coalbrookdale yang dibangun oleh  Abrahan  Darby  III  di  Inggris  adalah  jembatan  pertama  yang  terbuat  dari  besi  tuang.

Segera  setelah  tahun  1840,  besi  tempa  mulai  menggantikan  besi  tuang.  Penggunaan  besi tempa pada bangunan konstruksi sipil yang pertama adalah Jembatan Brittania di  atas  selat  Menai,  Wales  yang  dbaangun  pada  1846-1850.  Pada  abad  ke-19,  muncul  material  baru  yang  dinamakan  dengan  baja  yang  merupakan  logam  perpaduan  antara  besi  dan  karbon.  Pada  tahun  1870,  baja  karbon  mulai  berkembang  pesat  dan  secara  perlahan menggantikan besi tuang dalam konstruksi sipil.
Pada  masa  dimana  komputer  belum  berkembang  pesat,  pembangunan  konstruksi sipil masih menggunakan perhitungan manual sehingga banyak menghambat  pembangunan  konstruksi  yang  rumit.  Namun  meskipun  masih  menggunakan  tenaga  manual, ternyata manusia juga sanggup membangun konstruksi baja yang sangat rumit.
Salah  satu  konstruksi  baja  yang  rumit  yang  berhasil  dibangun  dan  bertahan  sampai  dengan saat ini adalah menara Eiffle di Paris yang berhasil dibangun dalam waktu yang  cukup singkat yaitu tahun 1887-1889 dengan rangkaian lebih dari 18.000 buah besi.
Pada  era  globalisasi  sekarang  ini,  teknologi  komputer  sudah  sangat  berkembang  pesat.  Komputer  yang  dulunya  berukuran  besar,  sekarang  sudah  sangat  efisien  untuk  dibawa  kemana-mana.  Perangkat  lunak  juga  semakin  berkembang  baik  fungsi maupun grafis sehingga tidak dapat dielakkan bahwa pada jaman ini, komputer  merupakan alat bantu yang sangat berguna bagi semua lapisan masyarakat baik pelajar,  pebisnis dan tak terkecuali seorang insinyur sehingga hal tersebut harus menjadi suatu  titik  terang  positip  yang  wajib  disambut  baik  oleh  para  insinyur  sipil.  Telah  tersedia  begitu banyak perangkat lunak yang dapat membantu perhitungan dan perencanaan di   2  bidang teknik sipil seperti SAP2000, ETABS, STAADPRO, ANSYS, ABAQUS, dsb  sehingga human errordalam perhitungan manual dapat diminimalisir.
Dengan  berkembangnya  teknologi  komputer  tersebut,  maka  semakin  banyak  pula  insinyur  sipil  yang  mulai  beralih  dari  metode  perhitungan  manual  ke  metode  perhitungan dengan teknologi komputer sehingga perhitungan dapat dilakukan dengan  waktu  yang  relatif  singkat  dan  dapat  menghindari  terjadinya  human  error  dalam  perhitungan  secara  manual  sehingga  perhitungan  manual  yang  sangat  kompleks  bisa  disederhanakan  melalui  perangkat  lunak.  Namun  perlu  digaris  bawahi  bahwa  jika  pengguna perangkat lunak tersebut TIDAK MENGUASAI perangkat lunak yang akan  dia pakai, maka hal tersebut juga akan menghasilkan human erroryang dapat berakibat  fatal. Maka dari itu, manusia selalu harus mempunyai mental untuk selalu tidak lelah  dalam  mempelajari  sesuatu  hal  yang  baru  selama  berada  di  dunia  ini  terutama  untuk  para akademisi dan tak terkecuali dalam dunia konstruksi. Jadi meskipun sudah banyak  beredar  perangkat  lunak  canggih  yang  dapat  membantu  perencanaan  konstruksi,  jika  manusia  tidak  mau  mempelajari  dan  menguasai  perangkat  lunak  tersebut,  perangkat  lunak  tersebut  juga  tidak  dapat  memberikan  bantuan  apa-apa.  Dalam  menggunakan  perangkat lunak, yang dituntut bukanlah seberapa canggihnya program tersebut, tetapi  yang dituntut adalah penguasaan ilmu dari pengguna yang program tersebut.
Ibarat  sebuah  senjata  sederhana  yang  dipegang  oleh  tentara  terlatih  dengan  senjata  canggih  yang  dipegang  oleh  orang  awam,  sangat  cocok  sekali  untuk  mengibaratkan  sebuah  perangkat  lunak  sederhana  yang  dikendalikan  oleh  seseorang  yang sangat menguasai perangkat lunak tersebut dengan perangkat lunak super canggih  yang  dikendalikan  oleh  orang  awam.  Pepatah  singkat  yang  sangat  cocok  untuk  menggambarkan hal di atas adalah “the man behind the gun”  yang penulis kutip dari  salah satu buku karangan bapak Wiryanto Dewobroto.
Sudah  menjadi  rahasia  umum  bahwa  developer  perangkat  lunak  tidak  ikut  bertanggung  jawab  untuk  setiap  kesalahan  yang  timbul  akibat  dari  pemakaian  perangkat lunak yang tidak didasarkan teori dasar dan penguasaan terhadap perangkat  lunak tersebut. Hal ini dapat dilihat dari kutipan disclaimeryang dinyatakan pada setiap  manual perangkat lunak. Jadi bisa disimpulkan bahwa perangkat lunak super canggih  yang sudah beredar di pasaran, tidak dapat menggantikan seorang ahli konstruksi yang  benar-benar menguasai bidangnya. Perangkat lunak hanyalah sebuah alat bantu untuk   3  para insinyur. Maka dari itu, pengguna perangkat lunak dalam hal iniadalah insinyur  dituntut untuk menguasai betul-betul perangkat lunak yang akan digunakan. Selain itu,  juga harus memahami asumsi-asumsi dasar analisis, memahami perilaku struktur yang  sebenarnya dan mampu membuat model struktur dan validasi hasilnya.
Pada  saat  ini,  perangkat  lunak  yang  beredar  sudah  dapat  digunakan  sebagai  alat  bantu  dalam  perencanaan  sipil  baik  konstruksi  beton  maupun  konstruksi  baja.
Konstruksi baja merupakan salah satu pilihan favorit sebagai material struktur di dunia.
Namun  untuk  Indonesia  sendiri,  penggunaan  material  baja  sebagai  bahan  konstruksi  ternyata  masih  kalah  populer  dibandingkan  dengan  beton.  Seringnya  struktur  baja  digunakan untuk pembangunan pabrik-pabrik, gudang-gudang maupun gedung-gedung  besar. Untuk kota Medan sendiri, kebanyakan konstruksi baja digunakan untuk gedung  olahraga futsal. Ruko (red:rumah toko) yang menjamur di kota Medan tempat kelahiran  penulis dapat diestimasi secara kasar 90 persen menggunakan konstruksi beton. Padahal  menurut hemat penulis, jika digunakan konstruksi baja, pembangunan akan lebih ramah  lingkungan dikarenakan konstruksi baja yang sudah dibuat terlebih dahulu di workshop.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah, mengapa penggunaan baja masih kalah populer  jika dibandingkan dengan beton di Indonesia? Penulis kemudian mencoba mencari tahu  alasannya dan penulis mendapatkan salah satu alasan yang dikemukakan dalam karya  tulis yang ditulis oleh bapak Wiryanto Dewobroto dalam “Seminar dan Pameran HAKI  2011”  dimana  bapak  Wiryanto  mendapatkan  bahwa  sering  dijawab  oleh  orang-orang  pada umumnya dengan jawaban singkat yaitu “Dikarenakan material baja yang relatif  mahal dibandingkan dengan beton.”  Penulis juga melihat bahwa peraturan baja yang ada di Indonesia juga relatif  tertinggal dari mancanegara, apalagi sejak diterbitkannya peraturan baru oleh American  Institute of Steel Construction (AISC) tahun 2010, maka peraturan baja Indonesia yakni  SNI 03-1729-2002 semakin relatif tertinggal. Dan akhir-akhir ini terdengar isu bahwa  sudah  dilakukan  pembahasan  mengenai  peraturan  baja  yang  baru  yang  akan  berpedoman pada perturan baja AISC 2010.
Jika  diamati  secara  seksama,  pada  peraturan  AISC  2010,  terdapat  perubahan  yang cukup mengejutkan jika dibandingkan dengan peraturan AISC 2005 yaitu dalam  bab  perencanaan  stabilitas  struktur.  AISC  2010  merekomendasikan  kepada  para  perencana  untuk  menggunakan  Direct  Analysis  Method  (DAM)  dalam  perencanaan   4  stabilitas  struktur  baja  yang  berbasis  komputer  dan  Effective  Length  Method (ELM),  sebuah metode yang sudah sangat dikenal lama, yang dulunya direkomendasikan pada  AISC  2005,  statusnya  sudah  dipindahkan  ke  bab  Appendix  sebagai  metode  alternatif.
Hal ini menjadi suatu tanda tanya besar pula apa itu  Direct Analysis Method  (DAM).


Skripsi Civil Engineering:Kajian Stress Ratio Pada Direct Analysis Method Dan Effective Length Method Sesuai Dengan AISC 2010
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download