Skripsi Civil Engineering:Analisa Perbandingan Perhitungan Elemen Hingga Dengan Menggunakan Elemen Segitiga (Constant Strain Triangle) Dan Elemen Segiempat (Bilinear Quadrilateral)


 BAB I  PENDAHULUAN
 I.1 Umum  Seiring  dengan  perkembangan  teknologi,  maka  perencanaan  bangunan  sipil  juga  semakin  sulit.  Ini  dapat  terlihat  di  kota-kota  besar.  Selain  bangunan  sipil  yang  berupa  bangunan gedung, terdapat juga bangunan-bangunan sipil bukan gedung, misalnya jembatan,  menara  pemancar,  atau  rangka-rangka  bangunan  baja  yang  lain,  yang  memerlukan  perhitungan dan perencanaan yang lebih matang.
Metode  Elemen  Hingga  (Finite  Element  Method)  banyak  memberikan  andil  dalam  melahirkan penemuan-penemuan bidang riset dan industri, hal ini dikarenakan dapat berperan  sebagai  research  tool  pada  eksperimen  numerik.  Metode  Elemen  Hingga  (Finite  Element  Method) adalah metode numerik yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan teknik  dan problem matematis dari suatu gejala phisis.

Tipe masalah teknik dan matematis  yang dapat diselesaikan dengan metode elemen  hingga terbagi dalam dua kelompok, yakni kelompok analisa struktur dan kelompok masalahmasalah  nonstruktur.  Adapun  tipe-tipe  permasalahan  struktur  meliputi:  analisa  tegangan/stress  (yakni  analisa  truss  dan  frame  serta  masalah-masalah  yang  berhubungan  dengan  tegangan-tegangan  yang  terkonsentrasi),  buckling,  analisa  getaran.  Problem  non  struktur yang dapat diselesaikan dengan metode ini meliputi: perpindahan panas dan massa,  mekanika fluida termasuk aliran fluida lewat media porus, distribusi dari potensial listrik dan  potensial magnet.
Dalam persoalan-persoalan yang menyangkut geometri yang rumit, seperti persoalan  pembebanan  terhadap  struktur  yang  kompleks,  pada  umumnya  sulit  dipecahkan  melalui  matematika analisis. Hal ini disebabkan karena matematika analisis memerlukan besaran atau  harga yang harus diketahui pada setiap titik pada struktur yang dikaji. Penyelesaian analisis   dari  suatu  persamaan  diferensial  suatu  geometri  yang  kompleks,  pembebanan  yang  rumit,  tidak  mudah  diperoleh.  Formulasi  dari  metode  elemen  hingga  dapat  digunakan  untuk  mengatasi permasalahan ini. Metode ini akan mengadakan pendekatan terhadap harga-harga  yang tidak diketahui pada setiap titik secara diskrit. Dimulai dengan pemodelan suatu benda  dengan membagi-bagi dalam bagian yang kecil yang secara keseluruhan masih mempunyai  sifat yang sama dengan benda yang utuh sebelum terbagi dalam bagian yang terkecil.
Setelah dekade delapan puluhan perekembangan metode ini sangat pesat, karena pada  saat  itu  juga  telah  dikembangkan  dan  digunakan  komputer  untuk  penyelesaian  masalah  numeriknya. Jika tidak menggunakan komputer, metode elemen hingga ini mungkin sampai  sekarang  tidak  akan  digunakan  dalam  perhitungan  praktis,  karena  akan  memerlukan  waktu  yang  cukup  lama  dan  keakuratan  yang  kuran  baik.  Kemudian  setelah  dikembangkan  komputer maka metode ini menjadi maju sangat pesat dan menjadi alat yang handal bagi para  praktisi  teknik  sipil  untuk  meyelesaikan  berbagai  permasalahan  yang  ada  didalam  perhitungan analisa struktur. Pada awalnya banyak dikembangkan bahasa pemrograman yang  low  level  languange  dengan  diperkenalkannya  bahasa  assembly  dan  high  level  languange  seperti Fortran, Basic, Pascal dan lain-lain.
Pada penulisan tugas akhir ini struktur yang ditinjau adalahelemen dua dimensi yakni  perbandingan  perhitungan   dengan  elemen  segitiga  regangan  konstan  (constant  strain  triangle) dan elemen segiempat (linear quadrilateral)  Elemen segitiga merupakan jenis elemen yang paling sederhana. Elemen semacam ini  sering  dinamakan  elemen  segitiga  regangan  konstan  karena  dapat  dibuktikan  regangan  di  setiap titik pada elemen tersebut adalah konstan. Matriks kekakuan dan matriks beban nodal  konsisten  dari  elemen  ini  dapat  diturunkan  dengan  menggunakan  persamaan  standar  yang  sederhana.  Pada  setiap  nodal  terdapat  paling  sedikit   2  derajat  kebebasan  yaitu  u   yang  merupakan  perpindahan  di  arah  x  dan  v  yang  merupakan  perpindahan  di  arah  y.  Dengan   demikian  akan  terdapat  3  derajat  kebebasan  masing-masing  untuk  u  dan  v  yang  dapat  dinyatakan sebagai fungsi perpindahan polinomial dengan 3 buah konstanta.
Gambar 1.1 Elemen segitiga regangan konstan.
Untuk  Elemen  Quadrilateral,  matriks    B   dari  suatu  elemen  tidak  tidak  lagi  merupakan  konstanta  yang  dapat  dikeluarkan  dari  integrasi,  karena  kedua  matriks  tersebut  masih merupakan fungsi dari Koordinat natural s dan t  Gambar 1.2 Elemen segiempat.
1.2 Latar Belakang Masalah  Pekerjaaan dalam perencanaan teknik sipil dengan menggunakan perhitungan sruktur  dua dimensi memerlukan waktu lama serta ketelitian yang cukup besar jika dilakukan secara  manual dan terdapat juga ketidakpastian pemikiran antara perbandingan penggunaan elemen   segitiga dan elemen segiempat, elemen manakah yang lebih akurat atau tidak dipergunakan.
Oleh  karena  itu,  diperlukan  suatu  alat  bantu  yang  dapat  mempermudah  pekerjaan  dalam  menyelesaikan perhitungan tersebut dan oleh karena itu dipakailah Program Microsoft Excel  yang nantinya akan sangat membantu dalam mengerjakan perhitungan yang akan dibuat.
Adapun struktur dua dimensi yang akan dibahas, memiliki gambaran umum sebagai  berikut:  200 mm 2000 mm 1000 mm Gambar 1.3 Gambar sketsa Kemudian,  struktur  ini  akan  dihitung  dengan  menggunakan  elemen  segitiga  atau  segiempat.
10000mm  200 mm 2000 mm 1000 mm Gambar 1.4 Pengerjaan dengan Elemen segitiga regangan konstan.
200 mm 2000 mm 1000 mm Gambar 1.5 Pengerjaan dengan Elemen segiempat.
I.3 Tujuan  Adapun  tujuan  penulisan  tugas  akhir  ini  adalah  untuk  membandingkan  hasil  yang  diperoleh  yaitu  dengan  perhitungan  struktur  jika  menggunakan  elemen  segitiga  regangan  konstan  (constant  strain  triangle)  dan  elemen  segiempat   (linear  quadrilateral)  serta  membandingkannya  dengan  nilai  secara  eksak.  Didalam  tugas  akhir  ini  juga  akan  dibahas  seberapa besar keakuratan dari hasil perhitungan kedua elemen tersebut.
10000mm 10000mm  I.4 Pembatasan Masalah Pada  tugas  akhir  ini,  ditinjau  suatu  struktur  dengan  bentang  yang  cukup  panjag  dengan  karakteristik tertentu. Yang menjadi batasan masalah adalah :  1.  Model  struktur  bangunan  adalah  struktur  dengan  panjang,  lebar  dan  tebal  struktur  yang tertentu.
2.  Menganalisa Lendutan yang terjadi akibat beban.
Analisis struktur yang dilakukan adalah adalah dengan Finite Element Method untuk  dua dimensi.
I.5 Metodologi  Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah analisa yaitu dengan  mengumpulkan data-data dan keterangan dari buku  yang berhubungan  dengan pembahasan  tugas akhir ini serta masukan-masukan dari dosen pembimbing, untuk perhitungan tabel-tabel  dan  matriks  dilakukan  dengan  bantuan  progran  Microsoft  Exel  2007.  Sedangkan  untuk  perhitungan gaya-gaya dalam yang terjadi pada komponen struktur dilakukan dengan Finite  Element Method.
I.6 Sistematika Pembahasan  Penulisan tugas akhir ini dilakukan dengan sistematika pembahasan sebagai berikut :  BAB I  Pendahuluan  BAB II  Tinjauan Pustaka  BAB III  Metode Analisa & Aplikasi  BAB IV  Hasil dan Pembahasan  BAB V  Kesimpulan dan Saran   


Skripsi Civil Engineering:Analisa Perbandingan Perhitungan Elemen Hingga Dengan Menggunakan Elemen Segitiga (Constant Strain Triangle) Dan Elemen Segiempat (Bilinear Quadrilateral)
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download