BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Gliserol atau biasa disebut gliserin merupakan suatu
larutan kental tidak berwarna dan
mempunyai rasa yang manis. Jika direaksikan dengan air dan alkohol menyebabkan rasa dingin pada kulit (miner
,1953). Gliserol selain dapat dihasilkan dari minyak sawit (CPO, BPO, dan RPDPO), juga dapat
dihasilkan dari minyak inti sawit (PKO),
minyak kelapa (CNO) dan minyak babassu (sejenis palm yang hanya terdapat di Brazil). Dalam pengolahan minyak
(trigliserida) selain menghasilkan gliserol juga akan menghasilkan asam lemak yang juga dapat diolah
menjadi beberapa macam produk seperti :
asam laurat, asam kaprat, asam stearat, dan lain-lain.
Rumus molekul gliserol: CH2 - OH CH - OH CH2 – OH Kegunaan
gliserol antara lain: • Industri
makanan, meliputi: penambahan cita rasa makanan dan ekstrak makanan; •
Industri obat-obatan, meliputi: pelarut bahan obat-obatan dan
multivitamin; • Industri kosmetik,
meliputi: pembuatan lotion kulit, sabun kecantikan, bedak cair dan pembersih mata; • Industri polimer, meliputi: pembuatan
polyester dan alkyl resin; Industri tekstil, meliputi: proses pemintalan dan
penenunan; • Indus tri pelumas,
meliputi: fotografi, anti beku, pengolahan karet, larutan pembersih; Kebutuhan gliserol yang terus
meningkat setiap tahunnya, seperti data pada tabel berikut yang diperoleh dari Badan Pusat
Statistik (BPS) 200I-1 Tabel 1. Data
kebutuhan gliserol Tahun Kebutuhan
gliserol Sumatra Utara (Ton/tahun) Kebutuhan gliserol impor (Ton/tahun) 1992000 2001 2002
2003 2004 2005
2006 2007 2008
2009 1.481.579 1.672 1.757
1.894 1.987 2.124
2.219 2.357 2.470
2.685 20.8322.107 23.407 24.599
26.523 27.796 28.995
30.919 32.439 33.712
34.829 (Sumber: Badan Pusat Statistik,2009) Berdasarkan
tabel 1.1 diatas dapat diketahui kebutuhan gliserol mengalami peningkatan impor yang dilakukan dari kurva tahun 1999 –
2009 dengan kenaikan rata-rata sebesar 34,32
ton/tahun (% per tahun). Sehingga perlu didirikan pabrik gliserol yang
bertujuan untuk menekan nilai impor
gliserol setiap tahunnya.
Kebutuhan impor gliserol yang
semakin tinggi maka diperlukan peningkatan untuk memproduksi gliserol di Indonesia,
dengan meningkatkan kualitas produksi gliserol
yang lebih baik, misalnya produksi gliserol dari PT. Ecogreen yang kemurniannya mencapai 99,99% dengan bahan
bakunya Cruide Palm Cerner Oil (CPKO).
Dan juga bahan baku minyak nabati untuk pembuatan gliserol yang tersedia di Indonesia sangat banyak, misalnya minyak
kelapa (CNO). Perkembangan produksi minyak
kelapa di Indonesia terus meningkat khsnya di Sumatra Utara,seperti pada tabel berikut : Tabel 2. Data produksi minyak kelapa (CNO) Tahun Produksi CNO Sumatra Utara (Ton/tahun) Produksi
CNO di Indonesia (Ton/tahun) 1992000 2001
2002 2003 2004
2005 2006 2007
2008 2009 65.3967.354
76.784 85.998 101.477
112.062 134.786 143.132 144.506 168.087 197.453 242.06249.328 442.340 515.673 608.494 675.003 743.248 867.341 881.392 931.802 987.298 (Sumber : Badan Pusat Statistik, 2009) Pada
perancangan pabrik pembuatan gliserol ini, bahan baku untuk pembuatan gliserol adalah minyak kelapa (CNO).
Peningkatan produksi minyak kelapa terus naik, membutuhkan pengembangan sektor industri yang
mengolah minyak kelapa menjadi bahan
yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga harga jual minyak kelapa meningkat yang berdampak pemasukan pada
peningkatan pendapatan Negara.
1.2 Perumusan Masalah Tujuan perancangan pabrik
ini adalah merencanakan pendirian sebuah pabrik Gliserol dari Minyak Kelapa melalui proses
Hidrolisa dengan kapasitas produksi 20.000 ton / tahun.
1.3 Tujuan Pra Rancangan Tujuan Pra Rancangan
Pabrik Pembuatan Gliserol Dari Coconut Natural Oil (CNO) adalah untuk mengaplikasikan ilmu teknik kimia dalam pendirian pabrik pembuatan gliserol di Indonesia yang meliputi
neraca massa, neraca energi, spesifikasi peralatan, operasi teknik kimia, utilitas dan
bagian ilmu teknik kimia lainnya, juga untuk
memenuhi aspek ekonomi dalam pembiayaan pabrik sehingga memberikan gambaran kelayakan Pra Rancangan Pabrik
Pembuatan Gliserol Dari Coconut Natural Oil
(CNO).
1.4 Manfaat Pra Rancangan Manfaat atau kontribusi
yang diperoleh dari oleh Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Gliserol Dari Coconut Natural Oil
(CNO). Jika didirikan di Indonesia adalah seperti berikut ini.
1. Manfaat bagi perguruan tinggi.
a. Sebagai informasi untuk penelitian-penelitian
dan perancangan selanjutnya tentang
proses pembuatan Gliserol.
b. Sebagai bahan aplikasi bagi mahasiswa dari
teori-teori yang di dapat dalam perkuliahan
2. Manfaat bagi masyarakat.
a. Memberikan informasi kepada masyarakat khsnya
bagi yang ingin berwirausaha atau
mendirikan pabrik pembuatan Gliserol Dari Coconut Natural Oil (CNO).
b. Membuka pemikiran masyarakat terhadap
perkembangan sains dan teknologi.
Skripsi Chemical EngineeringPra Rancangan Pabrik Pembuatan Gliserol dari Coconut Natural Oil (CNO) dengan Kapasitas 20.000 TonTahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
