Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Asam Benzoat Dari Toluena Dan Oksigen Menggunakan Mangan Asetat Sebagai Katalis Dengan Kapasitas 6.000 Ton Tahun


BAB I  PENDAHULUAN
  1.1. Latar Belakang  Perkembangan industri di Indonesia, khsnya industri kimia telah  mengalami peningkatan baik kualitas maupunkuantitas sehingga kebutuhan akan  bahan baku, bahan pembantu, maupun tenaga kerja semakin meningkat seiring  dengan berjalannya waktu.
Dengan melihat kenyataan tersebut, industri asam benzoat memiliki prospek  ke depan yang cerah. Hal ini karena asam benzoat merupakan senyawa kimia organik  produk industri kimia yang dapat menjadi bahan baku untuk industri kimia lain  seperti industri makanan, farmasi, dan lain - lain. Kegunaan asam benzoat antara lain  sebagai bahan pengawet makanan, dalam  farmasi sebagai antiseptik, bahan  pembuatan fenol, kaprolaktam, glikol benzoat, sodium dan potasium benzoat.

Asam benzoat terdapat di alam dalam bentuk turunan seperti garam, ester dan  amida. Getah benzoin (styrax benzoin) mengandung 20% asam benzoat atau  kombinasinya yang dapat dipecah dengan pemanasan. Resin Acaroid (Xanthorrhoca  haslilis) mengandung 4,5–7% asam benzoat. Sejumlahkecil terdapat pada kelenjar  bau dari berang-berang, kulit kayu cherry, berry, prem, cengkeh matang dan minyak  biji adas. Balsam dari Peru dan Tolu mengandung benzil benzoat dan juga asam  benzoat. Urin herbivora mengandung sejumlah kecil glisin yang merupakan turunan  asam benzoat dan asam hippurat. Sehingga dapat dikatakan bahwa asam benzoat  dalam bentuk murni tidak terdapat di alam. (Kirk & Othmer).
Pada saat ini kebutuhan asam benzoat di Indonesia sebagian besar diimpor  dari negara – negara lain seperti: Cina, Hongkong, USA, Belanda, Jepang, Perancis  dan Jerman.
Kebutuhan bahan baku merupakan faktor penting yang menentukan  kelangsungan produksi. Toluena dan oksigen merupakan bahan baku dalam  pembuatan asam benzoat ini. Oksigen dapat diperoleh secara murni dari PT. Aneka  Gas Industri, Tbk yang terletak diMojokerto, Jawa Timur. Kebutuhan toluena di  Indonesia dipenuhi oleh PT Makasar Petrosel dengan kapasitas produksi 150.000   ton/tahun, PT Trans Pacific PetrochemicalIndotama, Tuban Jawa Timur dengan  kapasitas produksi 250.000 ton/tahun, PT Humpuss Aromatic 4000 ton/tahun, PT  Citra Pacific Aromatic 72.000 ton/tahun. (BKPM, 2000)  Kebutuhan dunia akan asam benzoat setiap tahun mengalami kenaikan  sebesar 2% per tahun. (Kirk & Othmer). Dengan demikian, maka peluang pasar asam  benzoat masih luas dan dapat diperebutkan.
 Dalam perancangan kapasitas rancangan pabrik asam benzoat ada beberapa  pertimbangan:  1. Kebutuhan asam benzoat dalam negeri   Seluruh kebutuhan asam benzoat di Indonesia selama ini dipenuhi oleh impor  dari berbagai negara – negara tetangga, hal ini disebabkan karena belum adanya  pabrik asam benzoat yang telah berdiri di Indonesia (Kemenprin, 2011).
 Berdasarkan volume keseluruhan secara nasional, Indonesia mengimpor  sebesar 5.531,268 ton/tahun pada tahun 2009 yang ditunjukkan pada tabel 1.1 dari  berbagai negara dengan nilai barang hingga tiba di Indonesia (Cost Insurance  Freight) sebesar US $ 7.681.417 atau setara dengan Rp 69,224 M (Rp 9.012/1 US $ -  B.I kurs, Februari 2011).
Tabel 1.1 Kebutuhan Asam Benzoat di Indonesia berdasarkan data Impor.
Tahun  NET Weight  (Kg)  CIF Value  (US $)  2009  5.531.268  7.681.417  2008  5.556.717  9.168.626  2007  4.931.899  6.473.050  2006  4.793.607  5.648.727  2005  5.374.527  6.337.043  2004  6.992.876  5.781.082  (Sumber: Balai Pusat Statistik DKI Jakarta, 2010)  2.  Ketersediaan bahan baku   Dalam mendirikan suatu pabrik dan pemilihan proses serta bahan baku, perlu  dipertimbangkan ketersediaan bahan baku didalam negeri, hal ini ditujukan agar  dapat memudahkan kinerja pabrik sehinggaproses produksi dapat berjalan dengan  baik.
  Adapun bahan baku yang digunakan dalam memproduksi asam benzoat dapat  dipenuhi oleh beberapa perusahaan domestik maupun internasional, yakni sebagai  berikut:  −  Toluena sebagai bahan baku diperoleh dari PT Trans Pacific Petrochemical  Indotama yang terletak di Tuban, Jawa Timur yang memiliki kapasitas  sebesar 100.000 ton/tahun.
−  Oksigen sebagai oksidator dapat diperoleh dari PT. Aneka Gas Industri, Tbk  yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur.
−  Katalis Mangan Asetat dapat diperoleh dari Tianjin Antimony Star Mining  Co., Ltd., Tianjin, RRC.
3. Kapasitas Produksi Pabrik  Kapasitas produksi pabrik asam benzoat yang menggunakan proses oksidasi  toluena yang telah berdiri di Amerika Utara yaitu Kalama Chemical dengan kapasitas  produksi 63.000 ton/tahun, Chatterton Petrochemical 4.500 ton/tahun dan Velsicol  Chemical 29.000 ton/tahun. (Kirk & Othmer, 1989).
Pabrik asam benzoat direncanakan berdiri pada tahun 2013 dan beroperasi  pada tahun 2015. Oleh karena itu perlu diketahui kebutuhan asam benzoat di dalam  negeri yang diambil dari data impor. Data statistik (tabel 1.1) menunjukkan impor  asam benzoat dari luar negeri yang diproyeksikan setara dengan jumlah kebutuhan  dalam negeri.
 Dari pertimbangan tersebut ketersediaan bahan baku yang masih mutlak  untuk didapatkan dan kebutuhan domestik akan asam benzoat di Indonesia yang  semakin tinggi dari tahun ke tahun, maka kapasitas produksi pabrik pembuatan asam  benzoat yang diharapkan beroperasi di Indonesia adalah 6.000 ton/tahun.
 Dari data Kementerian Perindustrian RI, 2011 pabrik penghasil asam benzoat  tidak terdapat di Indonesiasehingga kebutuhan asam benzoat di Indonesia masih  bergantung dari negara – negara tetanggadengan nilai impor yang cukup tinggi.
Kapasitas tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga  dapat mengurangi ketergantungan impor serta dapat mengekspor untuk mencukupi  kebutuhan dunia ke berbagai negara.
 I-4    1.2 Perumusan Masalah  Pada umumnya, asam benzoat digunakan sebagai bahan pengawet untuk  makanan yang sampai saat ini masih diimpor dari negara tetangga dan  penggunaannya cenderung meningkat daritahun ke tahun. Kebutuhan pasar  domestik yang terus meningkat tersebut menyebabkan penting adanya pertimbangan  pembangunan pabrik asam benzoat dengan menggunakan proses yang efisien,  ekonomis dan ramah lingkungan.
Pra rancangan pabrik pembuatan asam benzoat dari toluena melalui proses  oksidasi dengan menggunakan mangan asetatsebagai katalis diharapkan merupakan  solusi yang tepat untuk memenuhi kriteriatersebut. Pertimbangan untuk mendirikan  pabrik kelak diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik serta  menerapkan Indonesia sebagai negara penghasil asam bezoat yang kemudian dapat  mengekspor asam benzoat untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
1.3 Tujuan Pra Rancangan Pabrik  Secara umum, tujuan pra rancangan pabrik pembuatan asam benzoat melalui  proses oksidasi dengan dibantu oleh katalis mangan asetat adalah untuk menerapkan  disiplin ilmu teknik kimia khsnya di bidang perancangan dan operasi teknik  kimia.


Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Asam Benzoat Dari Toluena Dan Oksigen Menggunakan Mangan Asetat Sebagai Katalis Dengan Kapasitas 6.000 Ton Tahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download