BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Indonesia
merupakan salah satu negara berkembang yang sedang giat melakukan pembangunan di segala bidang. Salah
satunya adalah pembangunan di bidang
industri. Sasaran penting yang ingin tercapai dalam pembangunan di bidang ini adalah agar bangsa Indonesia dapat
memenuhi kebutuhan sendiri, selain itu untuk untuk meningkatkan nilai tambah yang ditujukan
untuk menyediakan barang dan jasa yang
bermutu, meningkatkan ekspor, serta menghemat devisa untuk menunjang pembangunan selanjutnya. Disamping itu,
pembangunan industri juga diharapkan dapat
merangsang pertumbuhan ekonomi serta menyerap tenaga kerja, baik tenaga ahli, menengah maupun tenaga kasar.
Sehingga
melalui pembangunan industri ini diharapkan
dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, baik material maupun spiritual, sesuai dengan nilai
yang terkandung di dalam Pancasila dan
UUD1945 Asam salisilat merupakan salah satu bahan kimia yang cukup penting
dalam kehidupan sehari-hari serta
mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi karena dapat digunakan sebagai bahan baku dari
pembuatan obat-obatan seperti antiseptik dan analgesik, sebagai bahan pengawet serta
bahan baku untuk keperluan kosmetik (Wikipedia,
2011) Perkembangan konsumsi asam salisilat di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini didukung dengan
adanya industri-industri yang menggunakan
asam salisilat sebagai bahan baku utama. Perkembangan harga asam salisilat dipasaran internasional meningkat
seiring dengan meningkatnya permintaan yang
jauh melebihi kapasitas produksinya sehingga menjadikan permintaan bahan kimia ini melonjak drastis. Indonesia sendiri
masih mengimpoir asam salisilat karena industri
penghasil asam salisilat di
Indonesia masih tergolong sedikit.
Sehingga dengan adanya pabrik ini
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan asam salisilat dalam
negeri, serta dapat menghemat devisa yang selama ini digunakan untuk mengimpor asam salisilat dari luar negeri Adapun kebutuhan asam salisilat di Indonesia
terdapat pada tabel di bawah ini: Table
1.1 Data Kebutuhan impor asam salisilat di Indonesia Tahun Impor Jumlah (kg) 2006 578 2007
743 2008 964 2009 1.297 2010
1.554 (Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011) 1.2 Perumusan Masalah Kebutuhan
terhadap asam salisilat cukup tinggi di Indonesia. Untuk memperolehnya, Indonesia masih harus mengimpor
dari negara lain. Agar Indonesia tidak
mengimpor asam salisilat maka dibutuhkan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan asam salisilat dengan cara membuat
suatu pra rancangan pabrik pembuatan asam salisilat di Indonesia 1.3
Tujuan Perancangan Pabrik Tujuan pra rancangan pabrik pembuatan asam salisilat
dari phenol dan natrium hidroksida
adalah untuk menerapkan disiplin ilmu teknik kimia khsnya di bidang perancangan, proses dan operasi teknik
kimia sehingga akan memberikan gambaran
kelayakan pabrik pembuatan asam salisilat Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Asam Salisilat Dari Phenol dan Natrium Hidroksida Dengan Kapasitas 5.000 Ton Tahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
