BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam rangka mengantisipasi
melimpahnya produksi CPO, maka diperlukan usaha untuk mengolah CPO menjadi produk hilir
dengan mendayagunakan setiap komponen
kimia yang terkandung didalam CPO menjadi bahan-bahan kimia lain seperti senyawa amida. Pengolahan CPO menjadi
produk hilir memberikan nilai tambah
tinggi. Produk olahan dari CPO dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu produk pangan dan non pangan. Produk pangan
terutama minyak goreng dan margarin.
Produk non pangan terutama oleokimia yaitu asam lemak, metil ester, senyawa amida, senyawa amina, surfaktan,
gliserin dan turunan-turunannya.
Senyawa amida dapat disintesis
dengan beberapa cara yaitu dengan dehidrasi garam ammonium, dimana asam karboksilat
dicampur dengan amina akan diperoleh garam
ammonium yang kemudian didehidrasi membentuk senyawa amida. Menurut Fessenden, R.J. dan Fessenden, J.S. (1986)
amida dapat disintesis dengan mereaksikan
antara ester dengan amoniak cair dan menghasilkan hasil samping etanol.
Asam palmitat merupakan salah
satu asam lemak yang terdapat dalam minyak kelapa sawit (CPO). Kandungan asam palmitat
dalam minyak kelapa sawit tinggi dan merupakan
komponen yang terbanyak didalam minyak kelapa sawit tersebut yaitu sebesar 40 – 46%.
Tabel 1.2. Kadar Asam Lemak Dalam
Minyak kelapa Sawit Kadar Asam Lemak Dalam Minyak kelapa Sawit Tipe Asam
Lemak Persentase Palmitic C16
44,3 % Stearic C18 4,6 % Myristic
C14 1,0 % Oleic Acid C18 38,7 % Linoleic Acid C18 10,5 % I-
Lainnya 0,9 % Hijau: Lemak
Jenuh; Biru: Satu Lemak tidak Jenuh; Jingga: Banyak Lemak Tidak Jenuh Dari komposisi asam palmitat di atas dapat
dibuat palmitamida dengan cara sintesa
antara asam palmitat dan urea, karena urea adalah bahan yang memiliki gugus polar juga non polar.
Industri palmitamida banyak
digunakan pada aplikasi seperti bahan baku pembuatan produksi karet. Pesatnya kemajuan industri tersebut menuntut
terjaganya pasokan bahan-bahan yang
merupakan bahan baku maupun bahan pembantu bagi kelangsungan produksi. Mengingat hal tersebut perlu kiranya segera
didirikan pabrik palmitamida.
1.2 Rumusan Masalah Dampak krisis
keuangan global sangat berimbas pada
sektor industri khsnya CPO. Harga
CPO semakin lama semakin menurun dan produksi CPO yang dihasilkan berlimpah. Salah satu usaha agar harga CPO tetap stabil
dimasa yang akan datang adalah dengan
melakukan diversifikasi produk-produk kimia yang berasal dari CPO. Salah satunya yang akan ditawarkan adalah
pembuatan palmitamida dari asam palmitat CPO.
Diharapkan pada tahun-tahun yang akan datang dampak krisis global tidak terjadi lagi
pada sektor industri.
1.3 Tujuan Rancangan Tujuan utama
pra rancangan pabrik pembuatan Palmitamida adalah untuk memanfaatkan CPO di dalam negeri yang semakin
melimpah untuk menjadikan bahan baku
dalam pembuatan palmitamida.
Berdirinya pabrik pembuatan
palmitamida akan menciptakan lapangan pekerjaan
dan mengurangi pengangguran yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan bangsa Indonesia.
1.4 Manfaat Rancangan Manfaat
yang diperoleh dari Pra rancangan Pabrik Palmitamida dengan kapasitas 6500 ton/tahun adalah memberikan
gambaran kelayakan (feasibility) pabrik ini
untuk dikembangkan di Indonesia. Dimana nantinya gambaran tersebut menjadi patokan untuk pengambilan keputusan terhadap
pendirian pabrik .
Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Palmitamida Dari Asam Palmitat Dan Urea Dengan Kapasitas 6500 TonTahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
