Skripsi Secretary:Sistem Penyimpanan Arsip Pada PT. Perkebunan Nusantara III


 BAB I  PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang   Salah satu masalah yang dihadapi suatu perusahaan dalam kegiatan  administrasi adalah masalah kearsipan. Jenis kegiatan yang banyak dilaksanakan  di berbagai kantor, baik kantor pemerintahan maupun kantor swasta ialah  pekerjaan menyimpan warkat, arsip ataudokumen. Kegiatan ini lebih dikenal  dengan istilah administrasi kearsipan atau kearsipan. Kearsipan mempunyai  peranan yang sangat penting dalam administrasi, yakni sebagai pusat ingat dan  sumber informasi dalam rangka melakukan kegiatan perencanaan, penganaliasaan,  perumusan, kebijaksanaan, penilaian, pengendalian, dan pertanggungjawaban  setepat-tepatnya. Tetapi walaupun begituada juga kantor-kantor yang belum  melakukan penataan arsipnya dengan baik.

 Beberapa factor yang menyebabkankantor-kantor belum atau tidak  melakukan penataan arsip sebagaimana mestinya antara lain kurang adanya  kesadaran pegawai, khsnya pimpinan kantor sendiri akan pentingnya penataan  arsip dalam kegiatan administrasi. Kemungkinan factor lain adalah tidak  tersedianya tenaga khs atauahli dalam bidang kearsipan.
 Kearsipan sebagai salah satu kegiatan dalam pembinaan manajemen suatu  perkantoran merupakan hal yang sangat penting. Hal ini haru disadari oleh  manajemen dan menyiapkan tenaga-tenaga yang terampil untuk melaksanakan  kegiatan kearsipan tersebut. Dengan adanya ketrampilan dalam masalah kearsipan     akan sangat membantu tugas pimpinan dalam kelancaran mekanisme kerja  perusahaan bersangkutan.
 Sistem kearsipan adalah cara memilih sistem yang sesuai dengan  perencanaan yang disepakati bersama dalam suatu perusahaan, yaitu memilih  salah satu dari macam-macam filling sistem.
 Sistem kearsipan disebut juga filling sistem yaitu merupakan kegiatan  yang berhubungan dengan arsip. Pada umumnya yang banyak dipakai oleh  perusahaan pemerintah maupun swasta adalah filling sistem nomor (sistem  klasifikasi numerical).
 Sistem kearsipan kurang mendapat perhatian yang semestinya oleh  berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta karena kurangnya perhatian  terhadap sistem kearsipan tidak hanya dari segi pemeliharaan dan  penyimpanannya tetapi juga dari sistem fillingnya, sehingga sulit ditemukan  kembali apabila sewaktu-waktu diperlukan.
 Oleh sebab itu sistem kearsipan yang baik adalah sistem yang mudah  dilaksanakan praktis dan ekonomis, mudah dimengerti, tidak memakan tempat  dan sesuai bagi organisasi (perusahaan) yang bersangkutan.
 Untuk lebih mengetahui bagaimana sistem kearsipan itu pada suatu  perusahaan maka penulis tertarik untuk menelitinya dengan judul  sistem  penyimpanan arsip pada PT. Perkebunan Nusantara III Medan.
   B. Perumusan Masalah  Penulis akan membatasi masalah pokok yang akan dibahas yaitu  bagaimana sistem kearsipan di PT. Perkebunan Nusantara III serta bagaimana  pelaksanaannya.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian  1.  Tujuan Penelitian  Untuk mengetahui sistem kearsipan yang dipergunakan oleh PT.
Perkebunan Nusantara III Medan.
2.  Manfaat Penelitian  a.  Bagi Perusahaan  Sebagai masukan untuk perbaikan-perbaikan tentang tata penataan  penyimpanan arsip pada PTPN III, sesuai dengan hasil dan analisa  penulis serta bahan-bahan untuk kepentingan skripsi minor ini.
b.  Bagi Penulis  Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khsnya  bagaimana sistem penataan arsip yang baik, sehingga penanganan  arsip tersebut efektif dan efisien.
c.  Bagi Pembaca  Sebagai bahan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang  kearsipan dalam suatu perusahaan.
   D. Metode Penelitian  1.  Lokasi Penelitian  Penelitian berlokasi di PT. PerkebunanNusantara III Jl. Sei Batanghari No  2 Medan, dan waktu penelitian dilakukan mulai bulan April sampai bulan  Mei 2008.
2.  Jenis Data  a.  Data Primer  Yaitu data dan informasi yang diperoleh langsung darikantor atau  perusahaan yang menjadi objek penelitian. Data dan informasi yang  diperoleh merupakan data otentik guna bahan perbandingan dengan  data dan informasi yang diperoleh dari penelitian kepustakaan.
b.  Data sekunder  Yaitu data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan  merupakan pengolahnya. Data sekunder dapat diperoleh melalui bukubuku, tulisan-tulisan ilmiah yang ada hubungannya dengan  pembahasan yang dilakukan dan dapat dijadikan bahan langsung  dalam penulisan ini.
3.  Teknik Pengumpulan Data  a.  Interview (wawancara)  Yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung mengenai  penyimpanan kearsipan.
b.  Obervasi (penelitian di lapangan)      Yaitu dengan melihat secaralangsung bagaimana penyimpanan  kearsipan pada PT. Perkebunan Nusantara III Medan.
4.  Metode Analisa Data  a.  Metode Deskriptif  Yaitu suatu proses mengumpulkan, mengklasifikasi dan menganalisa  data untuk menafsirkan sehingga diperoleh gambaran umum yang jelas  mengenai fakta yang dihadapi.
b.  Metode Deduktif  Yaitu suatu metode yang bertolak belakang dari kesimpulan umum  berupa teori-teori secara umum yang telah diterima sebagai suatu  kebenaran, selanjutnya menuju padakesimpulan khs berupa faktafakta yang berlaku dalam kenyataanmengenai fakta yang ada dalam  perusahaan.
   BAB II  PELAKSANAAN SISTEM PENYIMPANAN ARSIP  PADA PTP. NUSANTARA III MEDAN  A. Profil Perusahaan  1. Sejarah singkat  Pembentukan Perusahaan diawali dengan proses pengambil alihan  perusahaan-perusahaan milik perkebunan Belanda oleh Pemerintah RI pada tahun  1958 yang dikenal sebagai proses Nasionalisasi. Perusahaan perkebunan asing  hasil Nasionalisasi selanjutnya berubah menjadi Perseroan Perkebunan Negara  (PPN), Embrio yang turut membentuk perusahaan berasal dari NV. Rubber  Cultuur Mij”de Oeskust (CMO) merupakan perusahaan perkebunan Belanda yang  beroperasi di Indonesia sejak zaman Kolonial Hindia Belanda.
 Salah satu perusahaan yang terbentuk diberi nama Perusahaan Perkebunan  Negara Baru cabang Sumatera Utara (PPN Baru). Setelah beberapa kali  mengalami perubahan bentuk/status hukumsesuai dengan aturan perundangundangan Pemerintah Republik Indoneia. Kemudian pada tahun 1968 PPN oleh  pemerintah direstrukturisasi menjadi beberapa kesatuan perusahaan Negara  Perkebunan (PPN). Selanjutnya pada tahun 1974 status hukum PNP diubah  menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan diberi nama PT. Perkebunan (Persero).


Skripsi Secretary:Sistem Penyimpanan Arsip Pada PT. Perkebunan Nusantara III
Download lengkap Versi PDF