Skripsi Secretary:Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Bagian Kemahasiswaan Fakultas


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang  Masalah-masalah baru yang kompleks timbul dengan tiada henti-hentinya  dalam suatu organisasi. Metode pemecahan masalah yang dimasa lalu untuk dapat  menyajikan informasi yang cepat, yang memungkinkan pimpinan organisasi  mengambil keputusan-keputusan yang penting dengan cepat pula.
 Kemajuan pesat dibidang teknologi, menuntut perubahan total dalam  orientasi pimpinan organisasi terhadap peranan informasi dalam mengambil  keputusan. Telah diketahui bersama bahwa sebagai obyek studi dan penelitian  ilmiah. Dengan kata lain, di negara-negara yang sudah maju, informasi dengan  segala aspek penanganannya telah mulai menuju kearah berkembangnya ilmu  informasi, yang biasanya dikenal dengan nama “informatika”.

 Komputer telah menambah teknologi baru dan canggih pada sistem  informasi. Akibatnya sebuah sistem informasi dengan menggunakan komputer  akan lebih mempunyai manfaat yang besar. Sesungguhnya pentingnya informasi  bagi pimpinan organisasi bukanlah merupakan hal yang baru. Sejak adanya  manusia yang hidup berorganisasi, sejak saat itu pula informasi telah selalu  diperlukan oleh pimpinan organisasi untuk membantunya melakukan tugasnya  selaku pimpinan organisasi. Perkembangan yang pesat dari teknologi informasi  merupakan akibat dari banyak faktor, salah satu diantaranya adalah perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebutuhan akan informasi dalam berbagai kegiatan manusia baik kegiatan yang terorganisasi maupun yang tidak     terorganisasi menunjukkan adanya peningkatan. Berbagai kegiatan yang  dilaksanakan sangat ditunjang oleh adanya informasi yang terus menerus, mulai  dari persiapan kegiatan sampai pada berakhirnya kegiatan tersebut.
 Dengan kata lain informasi sangat dibutuhkan mulai dari mempersiapkan  kegiatan sampai pada pencapaian tujuan yang diinginkan. Dalam penggunaannya  kadang-kadang pengertian informasi dikacaukan dengan pengertian data dan  fakta. Oleh sebab itu perlu kiranya diberikan suatu pengertian, baik mengenai  pengertian fakta, data, maupun informasi.
 Banyak istilah yang berhubungan dengan teknologi informasi karena  banyaknya perubahan dan tidak adanya kesepakatan istilah yang sering  digunakan. Beberapa istilah yang sering digunakan adalah sistem informasi  manajemen, sistem informasi manajemen berbasis komputer, teknologi informasi  (TI), teknologi ko mputer, manajemen informasi dan sistem informasi. Sistem  teknologi informasi juga memberikan lima peran utama di dalam organisasi, yaitu  untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, komunikasi, kolaborasi, dan kompetitif  (Jogiyanto:2003).
 Efesiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi  besarnya sumber atau biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.
 Efesiensi di dalam sistem teknologi informasi memiliki peran yang bertujuan  untuk menggantikan pengolahan transaksi oleh manusia dengan sistem teknologi  informasi. Peran sistem teknologi informasi yang kedua adalah efektifitas yang  memiliki arti sesuatu yang berhasil digunakan. Untuk meningkatkan efektifitas  pada sistem teknologi dapat dicapai dengan Sistem Manajeman Informasi    (Management Information System), Sistem Penunjang Keputusan (Decision  Support System), Sistem Pakar  (Expert System), Sistem Informasi Geografis  (Geographic Information System), Jaringan Neural Buatan (Artificial Neural  Network), Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System), dan  Kelompok Penunjang Keputusan (Group Support Systems). Sistem-sistem  teknologi informasi ini menyediakan informasi bagi para manajer di organisasi  untuk mendukung proses pengambilan keputusan mereka dengan lebih efektif.
 Peran ketiga dan keempat dari sistem teknologi informasi adalah komunikasi dan  kolaborasi. Komunikasi berarti suatu proses berupa penyampaian informasi,  gagasan, emosi untuk mencapai sesuatu bersama, sedangkan kolaborasi adalah  bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik  individu maupun lembaga. Pada sistem teknologi informasi komunikasi bertujuan  untuk mengintegrasikan pengguna dengan sistem teknologi informasi termasuk  para manajer secara elektronik. Peningkatan komunikasi dapat dilakukan dengan  menggunakan email  dan chat. Peningkatan kolaborasi dicapai dengan menggunakan video conference dan teleconference. Peran kelima dari sistem teknologi  informasi adalah kompetitif yang berarti persaingan, dimana peran ini bertujuan  untuk meningkatkan daya kompetitif yang berarti persaingan, dimana persaingan  ini bertujuan untuk meningkatkan daya kompetisi. Peran ini dapat dicapai dengan  menggunakan Strategic Information System (SIS). SIS merupakan sistem-sistem  teknologi informasi dan teknologi informasi apapun di dalam organisasi untuk  mengimpletasikan strategi untuk keunggulan kompetisi.


Download lengkap Versi PDF