Skripsi Mathematics:Sensor Beban Berbasis Serat Optik Dengan Prinsip Mikrobending


BAB I  PENDAHULUAN  
1.1. Latar Belakang  Sejak  diperkenalkan  oleh  Kao  dan  Hockham  bahwa  serat  optik  dapat  digunakan  pada  sistem  komunikasi,  metode  modulasi  cahaya  pada  serat  optik  telah  banyak  diinvestigasi.  Bentuk  metode  modulasi  ini  merupakan  dasar  dari  sensor  serat  optik.  Pada  tahun  1970-  an,  eksperimen  pertama  dilakukan  dengan  menggunakan serat optik dengan loss  rendah. Divais semacam ini disebut  Optical  Fiber Sensors (OFSs). Hal ini hanya berhubungan dengan aplikasi dalam bidang  telekomunikasi. Pada penelitian kali ini serat optik dikembangkan menjadi lebih  baik  dari  segi  aplikasi,  bukan  dalam  bidang  telekomunikasi  melainkan  dalam  bidang sensor. Dari kelemahan serat optik sebagai kabel transmisi data di bidang  telekomunikasi   yaitu  memiliki  loss atau  rugi  optik  yang  mengakibatkan  data  dapat  hilang,  maka  muncul  aplikasi  dalam  serat  optik  bahwa  kelemahan  serat  optik  tersebut  dapat  dimanfaatkan  untuk  mendeteksi  gaya.  Pada  penelitian  ini  akan  dikembangkan  sensor  beban  berbasis  serat  optik  dengan  prinsip  mikrobending.  Dengan prinsip ini maka serat optik akan dapat mengalami rugirugi  daya  optik  sehingga  serat  optik  dapat  mendeteksi  berapa  besar  gaya  yang  diterima oleh serat optik sehingga sinyal cahaya yang mengalami rugi optik atau  pelemahan  akan  ditransmisikan  untuk  dikonversi  menjadi  parameter  yang  dibutuhkan  dan  dalam  hal  ini  yaitu  besar  beban  terukur.  Sehingga  diharapkan  dengan prinsip dan teknik mikrobending ini pula serat optik dapat dimanfaatkan  sebagai  sensor  beban  yang  nantinya  diharapkan  dapat  diaplikasikan  pada  alat  timbang yang masih menggunakan sensor konvensional (analog).

 Latar  belakang  mengapa  penelitian  ini   dilakukan  juga  karena  terdapatnya  beban berlebih pada jalan disebabkan penyelewengan pengawasan pada jembatan  timbang  terhadap  beban  kendaraan  yang  melintasi  jalan.  Dampak  nyata  yang  ditimbulkan  oleh  muatan  berlebih  (overloading)  adalah  kerusakan  jalan.  Untuk  dapat mengatasi hal tersebut, diperlukan alat timbang  beban kendaraan.  Saat ini   alat timbang yang ada masih menggunakan sensor konvensional (analog) sehingga  masih dapat mengalami gangguan elektromagnetik.
 Terdapat  beberapa  teknik  untuk  mengukur  beban  yang  sekarang  digunakan ini  yaitu  piezoelektrik,  lempeng  kapasitif,  hidrolik  dan  pelat  beban  yang  dibengkokkan,  akan  tetapi  metode  tersebut  memiliki  beberapa  kelemahan  yaitu  mudah  korosi,  jangkauan  kecepatan  kecil,  mudah  mengalami  gangguan  elektromagnetik, akurasi rendah, pembuatan dan instalasi yang sulit, ukuran besar  dan  harga  tinggi.  Perkembangan  teknologi  sensor  serat  optik  yang  memiliki  keuntungan  diantaranya  sensitivitas  tinggi,  tahan  terhadap  gangguan  elektromagnetik, suhu tinggi dan korosi dibandingkan dengan sensor  sebelumnya  dapat menjadi alternatif untuk mengukur beban.   Sensor  serat  optik  merupakan  basis  teknologi  yang  dapat  diterapkan  untuk  banyak aplikasi penginderaan. Sensor serat optik mempunyai banyak keuntungan  dibandingkan dengan sensor elektronik konvensional, keuntungan-keuntungan itu  antara lain adalah (1) mudah diintegrasikan dengan jaringan serat optik yang ada,  (2) tidak mengalirkan arus listrik, (3) tahan terhadap interferensi elektromagnetik  dan  interferensi  frekuensi  radio,  (4)  ringan,  (5)  tahan  terhadap  lingkungan  yang  korosif dan basah, (6) sensitivitas tinggi, (7) mempunyai kemampuan yang tinggi  untuk  membentuk  jaringan  sensing,  (8)  kemampuan  sensing multifungsi  seperti  regangan, tekanan, korosi, temperatur dan sinyal akustik. Perkembangan teknologi  komputer  saat  ini  yang  berkembang  pesat  juga  mempunyai  dampak  terhadap  perkembangan  teknologi  serat  optik.  Hal  ini  karena  kepraktisan  dari  peralatan  tersebut sehingga sangat mudah untuk dikembangkan lebih lanjut.
 Sensor Microbendadalah salah satu sensor serat optik awal dikembangkan  dan  telah  digunakan  oleh  beberapa  peneliti  selama  lebih  dari  tiga  puluh  tahun.
 Sensor  microbend  Serat  optik  telah  digunakan  dalam  beberapa  aplikasi  industri  seperti  pengukuran  tekanan  dalam  sistem  peralatan  antarmuka  [1],  suhu  dan pengukuran  tekanan  dalam  tangki  bahan  bakar  pesawat  [2],  investigasi karakteristik  berbagai  bidang  [3],  sensor  pH  [4],  akustik dan  sensor  perpindahan [5].
 Prinsip  kerja  dari  sensor  serat  optik  berdasarkan  pada  pemanfaatan  rugirugi  akibat  pembengkokan  mikro  (microbending)  pada  serat  optik  yang   mengakibatkan perubahan intensitas cahaya yang ditransmisikan oleh serat optik.
 Sehingga   serat  optik  dapat  digunakan  dalam  pengukuran  parameter-parameter  fisis diantaranya tegangan, tekanan, strain dan temperatur.
 Sensor serat optik yang didasarkan pada prinsip kerugian daya optik yang  disebabkan  oleh  pembengkokan  mikro  (mikrobending)  juga  memiliki  bentuk  padat  yang  baik,  struktur  sederhana,  biaya  rendah  dan  lainya.  Dengan  demikian  studi sensor serat optik dengan mikrobending menjadi sangat penting.
  Dalam decade terakhir, sensor berat berbasis serat optik, didasarkan pada  perubahan  pada  parameter  sinyal  optik  karena  regangan  serat  optik  akibat  berat  kendaraan  yang  lewat,  telah  mendapat  perhatian.  Sensor  ini  lebih  tahan  lama,  relatif  murah  dalam  pembuatan  dan  operasi.  Namun,  serat  optik  terutama  digunakan sebagai detektor untuk kendaraan karena akurasi rendah pada pengukur  berat (khsnya penimbang beban bergerak) dan ketergantungan tinggi terhadap  kondisi cuaca.
 Pada 1990-an , muncul sensor gaya berbasis serat optik untuk penimbang  dan kontrol sistem gerak pada kendaraan atau transportasi. Penggunaan serat optik  disetujui  karena  biaya  rendah,  kemudahan  instalasi  di  jalan-jalan  dengan  lalu  lintas  yang  padat.  Kabel  serat  optik  ditempatkan  dalam  alur  sempit  di  seberang  jalan yang dilapisi dengan karet yang tahan, dan transmisi tekanan ban kendaraan  pada kabel serat optik. Arus lalu lintas tidak boleh terganggu untuk waktu yang  lama,  sehingga  kemudahan  dan  kecepatan  instalasi  sensor  melebihi  kekurangan  sensor yaitu akurasi pengukuran rendah.
 1.2. Rumusan Masalah  Berdasarkan  latar  belakang  yang  ada,  maka  perumusan  masalah  dari  penelitian  ini  adalah  bagaimana  merancang  sensor  beban  berbasis  serat  optik  dengan  prinsip  mikrobending  sehingga  penggunaan  serat  optik  valid  sebagai  sensor beban. Dengan demikian dapat mengikuti perkembangan sensor dan dapat  diaplikasikan pada alat timbang seperti alat timbang kendaraan atau lainnya yang  masih menggunakan sensor konvensional (analog).
  1.3  Batasan Masalah Ruang lingkup penelitaian ini akan dibatasi pada :  1.  Perancangan  sensor  beban  menggunakan  serat  optik  mikrobending  sehingga terdapat beberapa kombinasi 2.  Pengujian kesetabilan laser sebagai sumber cahaya pada sensor  3.  Analisa  pengaruh  diameter  dan  jarak  kawat  terhadap  mikrobending  pada serat optik dengan Anova pada signifikansi 0.05  4.  Pengujian Validitas dan Reliabilitas Sensor Beban berbasis Serat Optik 1.4  Tujuan Penelitian  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1.  Untuk  mengetahui  kestabilan  laser  yang  digunakan  sebagai  sumber  cahaya pada sensor 2.  Untuk mengetahui pengaruh jarak dan diameter kawat terhadap respon  sensor beban menggunakan serat optik dengan prinsip mikrobending 3.  Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas sensor beban berbasis serat  optik 1.5. Manfaat Penelitian  Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, yaitu :  1.  Dapat membuat rancangan atau kombinasi sensor beban berbasis serat optik  dengan  prinsip  mikrobending  dengan  tingkat  respon  yang  berbeda-beda 2.  Diharapkan dapat diaplikasikan untuk sensor alat timbang kendaraan  yang masih menggunakan sensor konvesional (analog).


Skripsi Matematika:Sensor Beban Berbasis Serat Optik Dengan Prinsip Mikrobending
Download lengkap Versi PDF