BAB PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Impian orang
tua agar anak mereka dimasa depan dapat menjadi orang yang sukses dan unggul
dalam persaingan, membuat
orang tua berlomba-lomba menyekolahkan anak
mereka di sekolah
terbaik sejak masih
kecil. Selain memberikan
pendidikan formal di sekolah,
orang tua juga berusaha memberikan pelajaran ekstra kepada anak mereka. Hal ini dilakukan orang tua dengan
harapan anak mereka akan mendapatkan pendidikan
yang maksimal. Pelajaran ekstra ini biasa disebut kursus atau les. Kursus atau
les sepertinya sudah menjadi
penting diberikan kepada anak,
untuk mengulang apa
yang sudah diajarkan
guru di sekolah.
Di beberapa tempat
kursus bahkan menawarkan
metode belajar yang
baru dan menarik
yang mempelajari lebih mendalam
daripada pelajaran sekolah. Salah satu kursus yang dianggap penting adalah kursus pelajaran berhitung atau matematika.
Lembaga Kursus
Matematika Jepang Metode
Sakamoto (Japanese Mathematics Center Sakamoto Method) menjadi
salah satu pilihan orang tua sebagai tempat
kursus anak mereka
khsnya yang duduk
di bangku SD,
untuk melatih kemampuan
matematikanya. Sakamoto adalah
salah satu kursus
Matematika yang menitik beratkan pada soal-soal cerita. Metode
Sakamoto telah diterapkan di beberapa negara termasuk
Jepang, Korea dan
Singapura yang memiliki
standar pengajaran matematika Sekolah Dasar terbaik di dunia
(Pearson's Education Global League Table 2012).
Di Indonesia
sendiri Kursus Sakamoto sudah
hadir di beberapa
provinsi dan untuk provinsi
Sumatera Utara sudah memiliki beberapa cabang atau biasa disebut dengan
JMC (Japanese Mathematics
Center). Salah satu
JMC tertua di
Sumatera Utara adalah JMC
Multatuli, yang beralamat di Jalan Haji Misbah Komplek Multatuli Medan.
Selain Lembaga
Kursus Sakamoto, sudah
ada banyak lembaga
kursus matematika lainnya,
yang juga masing-masing
menawarkan kelebihannya. Oleh karena itu
di tengah persaingan
yang semakin ketat
tersebut, mengharuskan JMC untuk terus
meningkatkan kualitas pendidikan
dan pelayanan jasanya.
Hal ini dilakukan
dengan tujuan untuk
tetap menjadi pilihan
orang tua dalam
memberikan pelajaran ekstra
kepada anak mereka.
Maka JMC berkewajiban
untuk menjamin keberadaannya sebagai lembaga
pendidikan kursus yang berkualitas,
karena itu, ada baiknya apabila
pihak pemilik JMC
melakukan evaluasi terhadap
penyelenggaraan pendidikannya.
Melakukan survei
terhadap orang tua
adalah salah satu
cara yang dapat dilakukan JMC
untuk mengetahui hal-hal
apa saja yang
menjadi kebutuhan dan keinginan
orang tua. Menganalisis suara pelanggan (Voice of Costumer/VoC) sangat penting untuk menjadi masukan bagi JMC
selaku produsen dan menjadi solusi bagi perusahaan
dalam mengembangkan produk
(jasa pelayanan) maupun
melakukan perbaikan secara
kontinu. Informasi yang
didapat dari orang
tua selaku konsumen akan
sangat membantu produsen
dalam mengevalusi kinerja
dan kualitas dari
jasa pelayanannya. Salah satu
alat yang dapat membantu produsen dalam mengetahui dan mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap
suatu produk adalah Quality Function Deployment
(QFD). QFD adalah
proses perencanaan untuk
mengarahkan desain, produksi, dan
pemasaran produk dengan
cara mengintegrasikan suara
pelanggan ke dalam
keseluruhan organisasi. Melalui
QFD, setiap keputusan
desain, produksi dan pengendalian dibuat
untuk memenuhi kebutuhan
yang yang diekspresikan oleh pelanggan. Pendekatan
ini menggunakan sejenis
diagram matriks untuk mempresentasikan
data dan informasi. (Evans et al, 2007) Penulis memilih menggunakan metode QFD karena QFD memiliki beberapa keunggulan yaitu: 1. Menyediakan format standar untuk
menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi persyaratan teknis, sehingga dapat memenuhi
kebutuhan konsumen.
2. Menolong tim perancang untuk memfokuskan
proses perancangan yang dilakukan pada
fakta-fakta yang ada, bukan intuisi.
3. Selama
proses perancangan, pembuatan
keputusan ‘direkam’ dalam
matriksmatriks (Matrix House
Of Quality) sehingga
dapat diperiksa ulang
serta dimodifikasi di masa yang
akan datang.(Maulana, Dwi 2008) Untuk itulah
penelitian ini dilakukan,
agar diperoleh pemahaman
yang lebih lengkap
tentang kepuasan konsumen
yang diukur berdasarkan
kepuasan kerja dan kualitas jasa.
Berdasarkan latar belakang
yang telah diuraikan
maka penulis mengambil judul “Analisis Tingkat
Kepuasan Konsumen Menggunakan Metode Quality Function Deployment(QFD); (Studi Kasus
Japanese Mathematics Center Sakamoto
MethodCabang Multatuli Medan)” 1.2 Perumusan Masalah Untuk tetap
bisa menjadi pilihan
orang tua maka
JMC Multatuli harus
bisa mempertahankan bahkan harus
meningkatkan kualitasnya, serta
mampu memenuhi harapan
pelanggannya. Apakah harapan
orang tua sebagai
konsumen terhadap keberadaan
JMC dalam membimbing
anak-anak mereka, dan
bagaimana tingkat kepuasaan orang tua siswa terhadap kualitas
JMC Multatuli saat ini sebagai gambaran bagi
JMC untuk perbaikan ke depan, Hal inilah yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini.
.
1.3 Batasan Masalah Agar penelitian
ini tidak menyimpang
dari tujuan yang
diinginkan, maka penulis membatasi masalah hanya
menganalisis tingkat kepuasan
konsumen JMC Multatuli dengan menggunakan metode Quality Function
Deployment.
1.4 Tinjauan Pustaka 1.4.1
Validitas dan Reliabilitas Para
ahli Psikometrika (ilmu
mengenai pengukuran dan
tes psikologi) telah menetapkan
beberapa kriteria penting
bagi setiap alat
ukur psikologi untu
dapat dinyatakan sebagai
alat ukur yang
baik, yaitu mampu
menghasilkan data dan memberikan informasi
yang akurat. Kriteria
termaksud antara lain
adalah valid, reliable, objektif, standar, ekonomis dan
praktis.
Sifat valid
dan reliabel diperlihatkan
oleh tingginya akurasi dan kecermatan alat ukur.
Instrumen ukur atau
tes disebut sebagai
tidak valid bila
tidak mampu menghasilkan informasi yang akurat mengenai
atribut atau variable yang diukurnya, yaitu
skornya tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Apabila informasi yang tidak akurat tersebut digunakan sebagai dasar
pertimbangan dalam pengambilan suatu kesimpulan atau
keputusan maka keputusan
dan kesimpulan tersebut
pastilah juga merupakan kesimpulan atau keputusan yang tidak
tepat.
Keputusan dan kesimpulan yang
tepat hanya dapat dicapai bila datanya diperoleh dengan
cara yang benar
dan menggunakan instrument
ukur yang memenuhi persyaratan. Disinilah pentingnya peranan reliabilitas
dan validitas dalam pengukuran.
Reliabilitas merupakan
penerjemahan dari kata reliability. Suatu
pengukuran yang mampu menghasilkan data
yang memiliki tingkat
reliabilitas tinggi disebut
sebagai pengukuran yang
reliabel (reliable). Estimasi
terhadap reliabilitas skor
tes dapat dilakukan melalui berbagai
metode dan tehnik
komputasi. Terdapat tiga
macam pendekatan estimasi
reliabilitas yaitu metode
tes-ulang (test-retest), metode
bentuk paralel (parallel-forms),
dan metode penyajian tunggal (single trial).
Sebagaimana halnya dengan
istilah reliabilitas, begitu
pula istilah validitas
haruslah diartikan sebagi
validitas skor atau hasil pengukuran yang diperoleh oleh tes tersebut.
Validitas adalah
pertimbangan yang paling
utama dalam mengevaluasi
kualitas tes sebagai instrumen ukur. Dari cara estimasi
yang disesuaikan dengan sifat dan fungsi setiap tes, tipe validitas dapat digolongkan
dalam tiga kategori besar, yaitu validitas isi (content
validity), validitas konstrak
(construct validity), dan
validitas yang berdasarkan kriteria (criterion-related
validity). (Azwar, 2012) 1.4.2 Quality Function Deployment Analisa Kepuasan
Pelanggan pada Pekerjaan Reparasi Kapal dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) adalah
sebuah jurnal Teknik
ITS oleh Abdul
Rahman dan Heri Supomo.
Pada penelitian tersebut
digunakan metode Quality Function Deployment (QFD) guna mengkonversi
suara pelanggan secara
langsung terhadap persyaratan teknis atau spesifikasi teknis
dari jasa. Metode QFD menghasilkan suatu analisa tingkat kepentingan
suatu atribut bagi
pelanggan serta untuk
menentukan target ke depan dari
PT. X.
Seorang Staf
pengajar Program Studi
Teknologi Industri Pertanian,
Jurusan Teknologi Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu bernama Zulman Efendi juga
telah melakukan penelitian
dengan menggunakan QFD
ini. Pada penelitiannya yang
berjudul “Penerapan Quality
Function Deployment (QFD)
untuk Peningkatan Kinerja Industri Kecil Bakso Sapi Berdasarkan
Kepuasan Pelanggan”. Analisis QFD digunakan untuk
mengelaborasi struktur mekanisme
dalam memutuskan keperluan konsumen
pada industri bakso
karena tidak adanya
standarisasikualitas bakso berdasarkan preferensi konsumen.
Saraswati seorang mahasiswa di Departemen
Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor, pada skripsinya yang berjudul
Peranan Statistika Dalam
Penerapan Six Sigma,
menyatakan bahwa Quality
Function Deployment adalah salah
satu alat yang digunakan
untuk mengetahui keinginan dan harapan konsumen yang
akan digunakan sebagai
panduan dalam merancang
suatu produk.
Skripsi Matematika:Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Menggunakan Metode Quality Function Deployment
Download lengkap Versi PDF
