Skripsi Mathematics:Analisis Model Neuro-GARCH dan Model Backpropagation untuk Peramalan Indeks Harga Saham Gabungan


BAB  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Peramalan merupakan suatu kegiatan memperkirakan apa yang terjadi pada masa  mendatang berdasarkan nilai  masa  lalu  (Makridakis, 1999).  Kegiatan  peramalan  ini  sedang  banyak  dibicarakan.  Hal  ini  disebabkan  semakin  meningkatnya  kesadaran  untuk  mempersiapkan  dan  mengantisipasi  segala  kejadian  di  masa  mendatang. Peramalan dibutuhkan di berbagai bidang seperti bidang ekonomi dan  sosial politik.
Dalam melakukan peramalan tidak selalu berjalan dengan lancar. Terdapat  banyak  kendala  yang  dihadapi  sehingga  hasil  peramalan  yang  diperoleh  tidak  akurat. Salah satu kendala yang sering dihadapi dalam kegiatan peramalan adalah  data yang memiliki ragam yang cukup besar atau varians datanya tidak konstan.
Dalam  statistik,  kejadian  ini  disebut  dengan  heteroskedastisitas.  Masalah  heteroskedastisitas biasanya terjadi pada data ekonomi.

Salah  satu  model  peramalan  yang  dapat  digunakan  untuk  data  yang  bersifat  heteroskedastik  adalah Autoregressive  Conditional Heteroskedasticity (ARCH).  Model ARCHpertama  kali  diperkenalkan  oleh  Robert  F.  Engle  (Juli,  1982). Model  ini  dikembangkan  terutama  untuk  menjawab  persoalan tentang adanya volatilitas (varians tak konstan) pada data ekonomi dan bisnis, khususnya  dalam bidang keuangan. Menurut Engle, varians residual  yang berubah-ubah ini  terjadi karena varians residual tidak hanya fungsi dari variabel independen tetapi  tergantung  seberapa  besar  residual  di  masa  lalu sehingga  varians residual  yang  terjadi  saat  ini  akan  sangat  bergantung  pada  residual  periode  sebelumnya.  Oleh  karena itu, dalam model ini sebelum meramalkan variabel bebas dalam persamaan    regresinya  dilakukan  pula  peramalan  pada  varians residualnya  sehingga  varians residual data akan berubah setiap waktu.
Model  ini  kemudian  dikembangkan  oleh  Bollerslev  pada  tahun   menjadi General  Autoregressive  Conditional Heteroskedasticity(GARCH)  yaitu varians residual tidak  hanya  bergantung  dari  residual  periode  lalu  tetapi  juga  bergantung varians residual periode lalu.
Selain  model  tersebut,  model  yang  sering  digunakan  dalam  peramalan  adalah  jaringan  saraf tiruan  model Backpropagation.  Model  ini  dikenal  sebagai  model yang sangat baik dalam peramalan karena hasil peramalan yang diperoleh  akurat  dan  memiliki  kesalahan  yang relatif  kecil.  Model  dengan  jaringan  saraf tiruan ini  dilatih  dengan  seperangkat  data  untuk  bisa  mengenal  dan  mengidentifikasi  pola  data.  Proses  pelatihan  ini  disebut  tahap  belajar  (learning  process). Tahap  belajar  adalah  bagaimana  sebuah  konfigurasi  jaringan  dapat  dilatih  untuk  mempelajari  data  historis  yang  ada.  Dengan  pelatihan  ini,  pengetahuan  yang  terdapat  pada  data  dapat  diserap  dan  direpresentasikan  oleh  nilai-nilai  bobot  koneksinya.  Backpropagation adalah  salah  satu  metode  dari  jaringan  saraf tiruan  yang  dapat diaplikasikan  dengan  baik  dalam  bidang  peramalan  (forecasting). Backpropagationmelatih  jaringan  untuk  mendapatkan  keseimbangan antara  kemampuan  jaringan mengenali  pola  yang  digunakan  selama training serta kemampuan jaringan untuk memberikan respon yang benar  terhadap pola masukan yang serupa namun tidak sama dengan pola yang dipakai  selama pelatihan (Siang, 2005).
Dalam peramalan, hal terpenting yang akan dicapai adalah hasil peramalan  dengan nilai erroryang minimum. Semakin kecil nilai errormaka semakin akurat  hasil  peramalan  yang  diperoleh. Dalam  sebuah penelitian  Hakim  (2012)  menggunakan  model ARIMA sebagai  input  pada jaringan  saraf model Backpropagation (Neuro-ARIMA).  Hasilnya menunjukkan  bahwa  model NeuroARIMAmampu  menghasilkan error yang  lebih  kecil  daripada  model  Jaringan  SarafTiruan. Dalam jurnalnya Wahyu Purnamashidi (2013) menggunakan model    Neuro-ARCH(kombinasi  antara  model  ARCH dengan  jaringan  saraf tiruan  Backpropagation) untuk  meramalkan  data  saham  beberapa  perusahaan  dan  membandingkannya dengan  jaringan  saraf tiruan Backpropagation.  Dengan  membandingkan nilaiMSEdan MADdiperoleh  bahwa  peramalan  data  saham  menggunakan model Neuro-ARCHlebih  baik  daripada  jaringan  saraf tiruan  Backpropagation karena model Neuro-ARCHmemiliki nilai MSEdan MADyang  lebih kecil daripada jaringan saraftiruan Backpropagation.
Dalam penelitian lain Theta R. Ramadhani meramalkan return saham tiga  perusahaan  go  public dengan  mengkombinasikan  model  GARCH sebagai  pengembangan model ARCHdengan  model Backpropagationatau  disebut  juga  model Neuro-GARCH. Dengan menggunakan algoritma pelatihan Quasi Newton pada  pelatihan  jaringannya  penelitian  ini  memberi  kesimpulan  bahwa  model  kombinasi Neuro-GARCHmenghasilkan  peramalan  yang  lebih  baik  daripada  model Backpropagationkarena memilikiMSEdan MADyang lebih kecil.
Dari penelitian-penelitian  tersebut penulis  tertarik  untuk  menerapkan  teknik  gabungan  antara  jaringan  saraf  tiruan  dengan  model  GARCHyang selanjutnya disebut dengan Neuro-GARCHdalam meramalkan nilai Indeks Harga  Saham Gabungan  (IHSG)  kemudian  membandingkannya  dengan  peramalan  dengan menggunakan jaringan saraf tiruan model Backpropagation.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis mengambil judul penelitian “Analisis  Model Neuro-GARCHdan Model Backpropagationuntuk Peramalan Indeks  Harga Saham Gabungan”.
1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan  pendahuluan  dirumuskan  masalah  apakah  dengan  membuat  model  GARCH pada  data  kemudian  hasilnya  dijadikan  input pada  model  Backpropagation akan  menghasilkan  peramalan  yang  lebih  baik  daripada    langsung  menjadikan  data  aktual  sebagai  input pada  model Backpropagation  dilihat dari MAPEpada masing-masing model.
1.3 Pembatasan Masalah Masalah  yang  diteliti  dibatasi  pada  penghitungan  nilai MAPEpada hasil  peramalan dengan  model Neuro-GARCHdan  model Backpropagation. Dalam  penelitian ini  peramalan hanya dilakukan  pada  Indeks  Harga  Saham  Gabungan  untuk dua bulan kedepan (Januari dan Februari 2014) tanpa menghitung besarnya  resiko yang terkandung pada saham sehingga tidak dilakukan peramalan terhadap model volatilitasnya. Data yang digunakan diperoleh dari Webresmi Bursa Efek  Indonesia (www.idx.co.id)  yaitu  data  harian  saham  pada  IHSG  periode  Januari  2013-Februari  2014 Dalam  hal  ini  data  hanya  sebagai  bahan  untuk  perhitungannya  dan  tidak  memperhatikan  bagaimana  pengaruh  dan  fenomena  yang terjadi pada data yang digunakan.
1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji model Neuro-GARCHsebagai model  kombinasiantara model GARCHdan model Backpropagationdalam meramalkan  data Indeks Harga Saham Gabungan.
1.5 Manfaat Penelitian Penelitian  ini  diharapkan  dapat  bermanfaat  sebagai  informasi  bahwa  dapat  diperoleh model  baru  untuk  melakukan  peramalan  dengan  menggabungkan  jaringan  saraf tiruan Backpropagationdengan  metode  peramalan  deret  berkala dan menjadi bahan acuan untuk penelitian di masa yang akan datang.
  1.6 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam  tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Studi literatur Tahap ini dilakukan dengan mengidentifikasi permasalahan, mengkaji dan  menganalisis model  peramalan  data  volatilitas General Autoregressive  Conditonal  Heteroscedasticity,  jaringan  saraf tiruan  model  Backpropagation, dan  kombinasi  kedua  model  tersebut  yakni  model  Neuro-GARCH.  Penelusuran  referensi  ini  bersumber  dari  buku,  jurnal  maupun penelitian  yang  telah  ada  sebelumnya  mengenai  hal-hal  yang  berhubungan  dengan Neuro-

Skripsi Matematika:Analisis Model Neuro-GARCH dan Model Backpropagation untuk Peramalan Indeks Harga Saham Gabungan
Download lengkap Versi PDF