Skripsi Akuntansi:Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap PSAK No.16 dan Penyusutan Aktiva Tetap


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Perusahaan adalah organisasi yang mempunyai kegiatan tertentu untuk  pencapaian tujuan yang dibebankan kepadanya. Biasanya di samping mencari  laba, tujuan perusahaan mencakup pertumbuhan yang semakin baik (growth),  kelangsungan hidup (survival), kesan positif di mata publik (image). Dalam  mencapai tujuan ini, perusahaan memerlukan pengelolaan faktor-faktor produksi  yang baik sebagai sarana untuk memfasilitasi dan mendukung kelancaran aktivitas  perusahaan dalam menghasilkan produk baik barang maupun jasa. Salah satu  diantara faktor-faktor produksi tersebut adalah faktor modal berupa aktiva tetap.
Aktiva tetap merupakan harta berwujud yang dimiliki oleh perusahaan  yang dimaksudkan bukan untuk dijual, melainkan membantu aktivitas operasi  perusahaan serta mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Di dalam  laporan keuangan, perkiraan aktiva tetap biasanya cukup material, sehingga sangat  mempengaruhi besar kecilnya jumlah aktiva yang tercantum di neraca yang akan  mempengaruhi para pemakai laporan untuk mengambil keputusan. Oleh karena  itu, perusahaan perlu menerapkan kebijakan akuntansi aktiva tetap dan  penyusutannya yang berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan  No.16 dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.17 agar diperoleh laporan  keuangan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan kepada para pemakai  laporan keuangan.

Universitas Sumatera Utara Untuk memperoleh aktiva tetap dapat dilakukan dengan beberapa cara  antara lain dengan pembelian tunai, dengan pembelian kredit jangka panjang,  pembelian dengan surat berharga, diterima sebagai sumbangan, dibangun sendiri  dan tukar tambah yang selanjutnya harus disusutkan setiap periodenya menurut  metode penyusutan yang dipilih oleh perusahaan untuk mengalokasikan biaya  perolehan aktiva tetap tersebut kedalam periode-periode dimana perusahaan  menerima manfaat dari aktiva tetap tersebut. Kemudian dalam masa pemakaian  aktiva tetap tentu ada pengeluaran-pengeluaran yang terjadi sehubungan dengan  pemakaian aktiva tetap tersebut baik yang menambah umur maupun kegunaannya  seperti penambahan, perbaikan dan reparasi luar biasa dan lain-lain. Hal tersebut  harus dipertimbangkan dengan hati-hati, apakah layak untuk dikapitalisir sebagai  pengeluaran modal (capital expenditure)  atau dicatat sebagai beban (revenue  expenditure).
Aktiva tetap yang diperoleh dan dipergunakan dalam operasional  perusahaan terdiri dari berbagai jenis yang memiliki umur ekonomis yang  berbeda-beda, dalam hal tersebut menentukan perhitungan beban penyusutannya,  dan selanjutnya beban penyusutan tersebut mempunyai pengaruh terhadap  penentuan laba perusahaan.
Melihat begitu besarnya peranan aktiva tetap dalam membantu kelancaran  aktivitas operasi perusahaan dan dana yang dikeluarkan untuk perolehan aktiva  tetap relatif besar, biaya pengawasan, pemeliharaan, reperasi, penyisipan tanaman,  pemupukan, pergantian bagian-bagian tertentu dari aktiva tetap yang bersangkutan  dan biaya-biaya lain yang berhubungan dengan aktiva tetap tersebut, sehingga  Universitas Sumatera Utara dibutuhkan suatu penerapan akuntansi yang sesuai dengan Standar Akuntansi  Keuangan khususnya PSAK No. 16 agar menyajikan jumlah wajar yang  sesungguhnya tentang aktiva tetap tersebut dan tidak memberikan informasi yang  menyesatkan.
PT.Mara Jaya merupakan suatu perusahaan yang mengolah perkebunan karet dan  kelapa sawit. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, PT.Mara Jaya  menggunakan fasilitas-fasilitas yang aktiva tetapnya terdiri dari:  1.  Bangunan, sebagai kantor perusahaan 2.  Rumah, sebagai tempat tinggal assisten dan karyawan 3.  Tanah, sebagai tempat pengolahan tanaman 4.  Peralatan dan kenderaan, berupa alat-alat yang digunakan untuk membantu  operasional perusahaan.
5.  Inventaris, berupa peralatan yang mendukung keperluan dikantor misalnya  mesin ketik, meja, kursi,dll  Aktiva tetap berupa tanaman sawit, bangunan, yang dimiliki oleh PT.Mara  Jaya diperoleh dengan cara membangun sendiri sedangkan peralatan, kenderaan  dan inventaris diperoleh dengan cara pembelian kemudian Tanah di peroleh  dengan cara HGU (hak guna usaha).
Berdasarkan uraian diatas, penulis ingin memahami lebih jauh mengenai  kebijakan akuntansi aktiva tetap dan penyusutan aktiva tetap yang diterapkan  perusahaan dan membandingkannya dengan teori yang dipelajari dalam hal ini  PSAK No.16 dan PSAK No. 17 maka penulis melakukan penelitian dalam bentuk  skripsi yang berjudul: “Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap PSAK No.16 dan  Universitas Sumatera Utara Penyusutan Aktiva Tetap PSAK No.17 Pada PT.Mara Jaya, Medan”. Dengan  demikian, penulis dapat membandingkan dan menilai sampai sejauh mana  perusahaan menerapkan kebijakan akuntansi aktiva tetap dan penyusutannya yang  sesuai dengan PSAK No. 16 dan PSAK No.17 dalam aktivitas perusahaannya.
B.  Perumusan Masalah Guna memperjelas dan mengarahkan permasalahan yang mendasari penulisan  skripsi ini, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :  1.  Apakah kebijakan akuntansi aktiva tetap yang diterapkan oleh PT.Mara  Jaya telah sesuai dengan PSAK No.16? 2.  Apakah kebijakan akuntansi penyusutan aktiva tetap yang diterapkan oleh  PT.Mara Jaya telah sesuai dengan PSAK No.17? C. Batasan Masalah Masalah yang dibahas oleh penulis dalam penelitian ini terbatas pada satu  jenis kebun saja yaitu kebun kelapa sawit terfokus hanya pada Tanaman Belum  Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM).
D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah:  1.  Untuk menganalisa kebijakan akuntansi aktiva tetap pada PT. Mara Jaya  Medan apakah sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, dalam  hal ini PSAK No.
Universitas Sumatera Utara 2.  Untuk menganalisa kebijakan akuntansi penyusutan aktiva tetap pada PT.
Mara Jaya Medan apakah sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang  berlaku, dalam hal ini PSAK No.
E.  Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: 1.  Bagi penulis, untuk memperluas wawasan mengenai aktiva tetap secara  teoritis maupun aplikatif.
2.  Bagi perusahaan, sebagai bahan masukan mengenai kelebihan dan  kelemahan kebijakan aktiva tetap yang diaplikasikan serta diharapkan  dapat membantu perusahaan dalam menghadapi permasalahan aktiva tetap  nantinya.
3.  Bagi akademisi, sebagai bahan referensi bagi yang ingin melakukan  penelitian sejenis lebih lanjut.


Download lengkap Versi PDF