Skripsi Akuntansi:ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA BANK DEVISA DAN NON DEVISA YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Kinerja bank merupakan hal yang penting karena merupakan cerminan dari  kemampuan bank dalam mengelola aspek permodalan dan aset nya dalam  mendapatkan laba, serta implikasi dari fungsi bank sebagai intermediary dimana  likuiditas bank  diukur berdasarkan kredit yang disalurkan kepada masyarakat  dibanding dana yang diberikan oleh pihak ketiga.
Fenomena yang terjadi adalah dimana keadaan perekonomian Indonesia di sektor perbankan mengalami keadaan yang pasang surut. Ketidakstabilan  disebabkan karena adanya ancaman globalisasi dan pasar bebas di kancah  ekonomi internasional. Terutama setelah krisis 2008 dan terkuaknya kasus bank  century membuat kondisi ekonomi perbankan sedikit goyang dan kepercayaan  masyarakat terhadap kinerja bank sedikit menurun.  Keadaan  ini  semakin  diperparah dengan naik turunnya cadangan devisa yang dimiliki Negara.  BI  memaksa melakukan evaluasi terhadap kinerja bank agar dapat mengembalikan  kepercayaan masyarakat dan kembali meningkatkan gairah di sektor perbankan.
Usaha yang dilakukan BI tidak sia-sia karena bank mengalami peningkatan  kinerja yang cukup baik pada periode 2009.

Berdasarkan pantauan BI pada tahun 2009, Capital adequacy ratio  yang  dimiliki bank-bank yang ada saat ini berada diatas batas minimum CAR sebesar  8%, namun jumlah Bank yang ada saat ini mengalami penurunan. Jumlah bank   umum sampai saat ini mencapai 121 buah. Jumlah tersebut turun dari 124 bank  pada tahun 2008,  106 diantaranya bahkan memiliki CAR > 12% per Oktober  2009. Dari jumlah bank tersebut masih terdapat 11 bank yang masih memiliki  modal inti di bawah Rp 100 miliar ( sumber : www.vibizdaily.com ). Keadaan  tersebut menandakan aspek permodalan yang dimiliki bank berada dalam kondisi  yang stabil. Total Aset yang dimiliki bank juga berada dalam level yang aman  dimana pada periode 2008-2009 berada diatas 5%.Likuidas bank masih berada  dalam level yang cukup buruk  karena banyak  bank yang likiuidasnya jauh  dibawah standart yang ditetapkan BI yaitu dibawah 80%, hal ini di karenakan  banyaknya kredit yang bermasalah dan juga tingkat suku bunga yang cenderung  tidak stabil.
Kondisi tersebut diatas dapat dianalisis melalui laporan keuangan yang  dimiliki bank. Berdasarkan peraturan bank Indonesia nomor: 13/ 1 /PBI/2011  tentang penilaian kesehatan bank umum, Bank wajib melakukan penilaian tingkat  kesehatan dengan pendekatan risiko (Risk-based bank Rating)  baik secara  individu maupun konsolidasi.Faktor-faktor yang digunakan adalah :  a. Faktor profitabilitas yang merupakan penilaian terhadap risiko inheren  dan kualitas penerapan manajemen risiko dalam operasional bank.
b. Faktor  Good Corporate Government.
c. Faktor rentabilitas meliputi penilaian terhadap kinerja earnings,sumbersumber earnings,dan sustainability earnings Bank.
d.  Faktor permodalan yang meliputi penilaian terhadap tingkat kecukupan  modal dan pengelolaan permodalan.
Pengukuran kinerja bank tentunya bukan hal yang mudah. Pengukuran versi  bank Indonesia mencakup Capital, Assets, Management, Earnings, dan Liquidity.
Penelitian ini mengesampingkan manajemen karena hal tersebut tidak dapat   dilihat dari luar. Rasio-rasio yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah  CAR (capital adequency ratio) , ROA ( return on assets), ROE ( return on  equity),dan LDR (  loan to deposit ratio).  Rasio-rasio tersebut sudah dapat  menggambarkan kinerja keuangan secara keseluruhan. CAR merupakan gambaran  bank dalam menyediakan modal minimum yang dimilikinya. Bagi bank yang  memiliki CAR dibawah standart harus segera memperoleh perhatian dan  penanganan  yang serius untuk diperbaiki (Kasmir:2002). ROA dan ROE  menunjukkan total asset yang dimilki dan laba yang dihasilkan bank, serta LDR  untuk melihat Fungsi bank sebagai intermediary.
Dari situasi diatas, maka bank-bank di Indonesia mulai melakukan perbaikan  kinerja terutama untuk meningkatkan likuiditasnya. Bank devisa dan bank non  devisa yang memiliki ruang lingkup aktivitas dan transaksi yang berbeda termasuk jenis bank yang mulai melakukan perbaikan tersebut. Bank devisa yang  yang memiliki izin melakukan transaksi keluar negeri memiliki peran yang sangat  besar dalam meningkatkan devisa Negara yang belum stabil serta aktivitasnya  sangat di pengaruhi keadaan perekonomian internasional, hal ini menyebabkan  kinerja bank tersebut akan mudah berubah-ubah sedangkan bank non devisa yang  hanya bisa melakukan aktivitas dan transaksi dalam ruang lingkup nasional hanya  mengandalkan kegiatan dalam negeri dan ruang lingkup yang terbatas tentu  kinerjanya akan sulit berubah, namun bukan berarti kinerja bank non devisa lebih  buruk daripada bank devisa.  Berdasarkan uraian diatas maka  akan dilakukan  analisis perbandingan kinerja Bank devisa dan bank non devisa.
 Penelitian mengenai analisis perbandingan kinerja bank devisa dan non  devisa telah dilakukan oleh Siti Parwita  Eka Kirana (2007) yang memberikan  hasil bahwa ROA, ROE dan LDR antara bank devisa dan non devisa tidak  memiliki perbedaan. Ardiana Marma  Jayanti (2008) dimana hasil penelitian  tersebut menunjukkan tidak adanya perbedaan ROA bank devisa dan non devisa  namun terdapat perbedaan antara ROE dan LDR bank devisa dan non devisa.
Penelitian lain yang dilakukan Dina Hastalona (2010) memperlihatkan hasil  bahwa tidak adanya perbedaan kinerja ROA dan ROE bank devisa dan non devisa  serta terdapat perbedaan LDR bank devisa dan non devisa.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:  1. Apakah ada perbedaan capital adequacy ratio (CAR) antara Bank Devisa  dan Bank Non Devisa ? 2. Apakah ada perbedaan return on asset (ROA) antara Bank Devisa dan  Bank Non Devisa ? 3. Apakah ada perbedaan return on equity (ROE) antara Bank Devisa dan  Bank Non Devisa ? 4. Apakah ada perbedaan loan to deposit ratio (LDR) antara Bank Devisa dan  Bank Non Devisa ?  C.Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :  1. Untuk menguji dan menganalisis perbedaan capital adequacy ratio (CAR)  antara Bank Devisa dan Bank Non Devisa.
2. Untuk menguji dan menganalisis perbedaan return on asset (ROA) antara  Bank Devisa dan Bank Non Devisa.
3. Untuk menguji dan menganalisis perbedaan return on equity (ROE) antara  Bank Devisa dan Bank Non Devisa.
4. Untuk menguji dan menganalisis perbedaan loan to deposit ratio (LDR)  antara Bank Devisa dan Bank Non Devisa.
D. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian yang akan dilakukan diharapkan dapat memberikan guna  dan manfaat bagi :  1. Penulis, untuk menambah dan mengembangkan wawasan berfikir secara  ilmiah serta mengimplementasikan teori yang didapat di bangku kuliah  khususnya yang berkaitan dengan kinerja perbankan.
2. Perbankan, dapat menjadi sumbangan penulisan berupa saran dan masukan untuk dasar pertimbangan atas kekuatan dan kelemahan yang  terdapat dalam kinerja bank devisa dan non devisa. Dengan mengetahui   kekuatan bank, maka bank dapat melakukan pengembangan usahanya,  sedangkan kelemahannnya dapat dijadikan dasar untuk perbaikan dimasa  depannnya dalam menghimpun dana dan menyalurkannnya kembali  kepada masyarakat.
3. Investor, untuk dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam menilai  kinerja bank sehinggga dapat menjadi acuan dalam mengambil keputusan  untuk melakukan investasi.
4. Akademisi, dapat menjadi rujukan dengan kajian yang sama untuk  pengembangan penelitian lebih lanjut.



Download lengkap Versi PDF