PENDAHULUAN
Latar Belakang
Produksi kedelai
nasional setiap tahunnya mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari data produksi kedelai
Indonesia yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik
(http://www.bps.go.id/sector/agri/pangan/table5.shtml, 2008) pada tahun 2004, 2005, 2006 dan 2007 berturut-turut
adalah sebagai berikut 723.483 ton, 808.353
ton, 747.611 ton dan 592.381 ton. Menurunnya produksi kedelai ini disebabkan oleh sedikitnya petani yang menanam
kedelai, luas lahan pertanian yang dapat
digunakan semakin habis dan kurang baiknya teknik budidaya yang digunakan petani.
Umumnya
pertanaman kedelai memanfaatkan lahan kering, tadah hujan maupun lahan sawah sehabis pertanaman sawah.
Menurut Las (2008) lahan yang tersedia
untuk perluasan areal kedelai di Indonesia sekitar 5,3 juta ha yang terdiri dari lahan sawah 2,1 juta ha dan lahan kering
sekitar 3,3 juta. Lahan kering terdiri lahan
kering masam sekitar 1,7 juta ha dan lahan kering tidak masam 1,5 juta ha.
Pemanfaatan
mikoriza, suatu bentuk asosiasi cendawan dengan akar tanaman tingkat tinggi, merupakan salah satu
cara untuk meningkatkan pertumbuhan
tanaman dan produktivitas lahan kritis. Karakteristik asosiasi mikoriza ini memungkinkan tanaman untuk
memperoleh air dan hara dalam kondisi
lingkungan yang kering dan miskin unsur hara, perlindungan dari patogen akar dan unsur toksik dan secara tidak
langsung melalui perbaikan struktur tanah.
Tanaman
bermikoriza akan mampu bertahan dari kondisi kering, miskin hara serta kondisi fisik tanah yang kurang baik. Pada
lahan salin, mikoriza mampu menahan laju
penurunan produktivitas lahan, karena dalam kondisi salinitas yang tinggi, cendawan mikoriza masih mampu bertahan dan
mensuplai air dan unsur hara bagi tanaman
inang (Subiksa, 2008).
Permasalahan
yang sering muncul pada pertanaman kedelai di tanah masam adalah kegagalan membentuk bintil akar
yang merupakan organ untuk menambat
nitrogen udara. Hal ini sering menjadikan kebutuhan nitrogen tanaman tidak tercukupi sehingga berakibat rendahnya
hasil tanaman. Di samping itu kemasaman
tanah sering diikuti oleh kekahatan unsur-unsur hara seperti Ca, Mg, K, P, Cu, Mo dan B serta keracunan Al, Fe dan
Mn (Sudadi dan Atmaka, 2000).
Contoh Skripsi Agronomy:Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Bermikoriza Terhadap Penambahan Rhizobium dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.

