PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kedelai
merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak.
Kedelai jenis
liar Glycine ururiencis merupakan
kedelai yang menurunkan berbagai kedelai
yang kita kenal sekarang (Glyicine max (L) Merril), berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia
dibudidayakan mulai abad ke-17 sebagai
tanaman makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai di Indonesia berasal dari daerah Manshukuo
menyebar ke daerah Mansyuria, Jepang (Asia
Timur) dan negara-negara lain di Amerika dan Afrika.
Di Indonesia saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang
tidak banyak mengandung air, seperti di
pesisir Utara Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Lampung dan Sumatera Selatan (
http//:www.warintek.ristek.go.id, 2007).
Berdasarkan
catatan Departemen Pertanian, pada tahun 1992 produksi kedelai nasional pernah
mencapai 1,8 juta ton namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama kemudian semakin menurun dari
tahun ketahun. Pada tahun 2000 produksi
kedelai menjadi 1,01 juta ton dengan luas panen 824.484 hektar serta produktivitas 1,1 ton/hektar, namun
empat tahun kemudian turun menjadi 723.483
ton serta luas panen 565.155 hektar dan produktivitas 1,2 ton/hektar pada tahun 2004. Badan Pusat Statistik mencatat,
produksi kedelai nasional tahun 2007 semakin
anjlok menjadi 608.263 ton karena luas panen yang menurun menjadi 464.427 hektar meskipun produktivitas tanaman
meningkat menjadi 1,3 ton/hektar
(http://www.indonesia.go.id, 2008).
Kedelai demikian kaya akan protein dan minyak,
sekitar 20% minyak dan 30% protein
terkandung pada biji-bijinya. Sampai sekarang walaupun peningkatan hasil telah diperoleh demikian
besar, impor kedelai masih terpaksa dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, karena itu nilai hasil tanaman ini demikian tinggi, maka para petani
dapat tetap mengusahakan peningkatan
hasil dan meluaskan areal penanamannya (Kartasapoetra, 1988).
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, pada
tahun 2000 sumber daya lahan kering
Ultisol yang terdapat di pulau Sumatera sekitar 5 juta hektar dan terlantar sekitar 2,5 juta hektar.
Diperkirakan terdapat potensi sumber daya lahan kering yang cukup besar/luas bagi pengembangan
areal pertanaman termasuk kedelai. Upaya
untuk meningkatkan produktivitas kedelai di lahan kering masam dapat ditempuh melalui dua pendekatan. Contoh Skripsi Agronomy:Pengaruh Penambahan Inokulum Rhizobium Terhadap Efektivitas Nodulasi dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) pada Tanah Ultisol
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.

