BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Kelapa
(Cocos nucifera L.)
merupakan komoditas perkebunan
yang memiliki nilai
ekonomis. Pada tahun
2009 luas areal
perkebunan kelapa di Indonesia
yaitu 3,8 juta ha, dengan produksi sekitar 3,2 juta ton kopra/tahun dan sekitar
98 % areal
perkebunan tersebut dalam
bentuk perkebunan rakyat
yang tersebar di beberapa
propinsi diantaranya, Riau, Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan Maluku Utara (Direktorat Jendral Perkebunan,
2009). Tanaman
kelapa (C. nucifera)
merupakan komoditi ekspor
dan dapat tumbuh
disepanjang pesisir pantai
khsnya, dan dataran
tinggi serta lereng gunung
pada umumnya. Kelapa
memiliki nilai ekonomis
yang tinggi karena merupakan tanaman serbaguna, seluruh bagian
pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
manusia sehingga pohon
ini sering disebut
pohon kehidupan (tree
of life) karena
hampir seluruh bagian
dari pohon, akar,
batang, daun dan buahnya dapat
dipergunakan untuk kebutuhan
kehidupan sehari-hari (Suhardiyono, 1995).
Luas areal tanaman kelapa rakyat di Indonesia
pada tahun 2007 mencapai 3.786.063 ha
dengan produksi 3.176.078
ton kelapa dan
tersebar di 33
provinsi (Direktorat Jendral
Perkebunan, 2009). Indonesia
merupakan Negara produsen kelapa terbesar kedua setelah
Filipina. Arti penting kelapa
bagi masyarakat juga tercermin dari luasnya areal perkebunan rakyat
yang mencapai 98% dari 3,89 juta ha total
areal kelapa serta
melibatkan lebih dari
7,13 juta rumah
tangga petani. Ekspor komoditas
kelapa mencapai US$ 288,47 juta dengan volume 724,160 ton pada tahun 2004 (Effendi, 2008). Berbagai
jenis hama menyerang
tanaman kelapa antara
lain B. longissima, Sexava sp,
Artona catoxantha, Setora nitens, Plesispa reiche, dan Oryctes rhinoceros
L. Hama O.
rhinoceros dapat merusak tanaman
kelapa tampak seperti
guntingan-guntingan/potongan-potongan
pada daun yang
baru terbuka seperti huruf “V” ,
gejala ini disebabkan kumbang menyerang pucuk dan pangkal
daun muda yang
belum membuka yang
merusak jaringan aktif
untuk pertumbuhan (Prawirosukarto
et al., 2003).
O.rhinoceros merupakan
salah satu serangga yang paling
merusak kelapa dan
kelapa sawit di
Afrika Selatan dan
Asia Tenggara serta
Kepulauan Pasifik Barat
(Giblin-Davis, 2001). Hal ini dapat
menyerang spesies palem
lainnya juga (Schmaedick,
2005). Kerugian ekonomi
untuk kelapa di
Asia dan Kepulauan Pasifik bisa tinggi
dan hasil dapat
berkurang, biaya tindakan pengendalian , biaya pembangunan perkebunan (penanaman kembali untuk
menggantikan pohon mati atau rusak
parah), dan karantina
prosedur untuk membatasi
penyebaran (Catley, 1969). Perkembangan
serangga di alam dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor dalam
(yang dimiliki oleh
serangga itu sendiri)
dan faktor luar
(yang berada di lingkungan sekitarnya).
Faktor dalam yang
turut menentukan tinggi
rendahnya populasi serangga
antara lain: kemampuan
berkembang biak, perbandingan kelamin,
sifat mempertahankan diri,
siklus hidup dan
umur imago.
Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Survei Pengaruh Budidaya Tanaman Kelapa Terhadap Persentase Serangan Oryctes rhinoceros L. (Coleoptera;Scarabaeidae)
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
