BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Produksi jagung tahun 2012 sebesar 19,39 juta
ton pipilan kering atau mengalami
peningkatan sebesar 1,74 juta ton dari tahun 2011. Produksi jagung 2014 18,84 juta ton atau mengalami penurunan 0,55
juta ton dibanding tahun 2012. Penurunan ini
terjadi karena penurunan luas lahan seluas 66,62 ribu hektare (1,68%) dan penurunan produktivitas sebesar 0,57
kuintal/hektar (1,16%)(BPS, 2013).
Salah satu upaya
untuk meningkatkan produksi jagung adalah dengan upaya pemupukan. Banyak pupuk yang telah diuji untuk
tanaman jagung. Mulai dari pupuk kimia
yang diproduksi di pabrik hingga ke pupuk organik. Pupuk organik banyak disukai oleh orang-orang dengan alasan
kesehatan dan demi menjaga kelestarian
lingkungan. Pupuk organik
cair (POC) yaitu pupuk organik dalam sediaan cair. Unsur hara yang terkandung didalamnya berbentuk
larutan yang sangat halus sehingga sangat
mudah diserap oleh tanaman, sekalipun oleh bagian daun atau batangnya.
Oleh sebab itu
selain dengan cara disiramkan pupuk jenis ini dapat digunakan langsung dengan cara disemprotkan pada daun
atau batang tanaman. Sumber bahan baku
pupuk organik tersedia dimana saja dengan jumlah yang melimpah yang
semuanya dalam bentuk limbah, baik limbah rumah tangga, rumah makan, pasar
pertanian, peternakan, maupun limbah organik jenis lain (Nassaruddin dan Rosmawati, 2011). Pupuk organik
Bio-Strong pupuk organik cair yang terbuat dari ektrak serbuk cendawan dan
lendir yang dihasilkan dari cacing kompos serta campuran dari bahanbahan
biomassa yang khs digunakan sebagai bahan pupuk tersebut. Mampu memberi
nilai tambah bagi tanaman pada saat pertumbuhan dan perkembangan tanaman, selain itu pupuk ini juga bermanfaat
dalam memperbaiki tanah dan mengandung
mikroorganisme yang dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman yang dipupuk. Pengaturan cara
penempatan pupuk memiliki tujuan berikut sebagai berikut Tanaman dapat memanfaatkan semaksimal mungkin
unsur hara dari pupuk melalui minimalisasi
pencucian dan penguapan.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk menghindari penguapan dan pencucian pupuk
adalah melakukan pemupukan yang berulang,
atau dengan kata lain mengatur frekuensi pemupukan pada tanaman. Damanik et al.
(2011) mengatakan penentuan waktu pemupukan yang tepat haruslah memperhatikan hal-hal sebagai berikut : (1)
Faktor iklim (2) Faktor jenis dan sifat pupuk
(3) Faktor fase pertumbuhan tanaman. Pupuk dasar yang
digunakan adalah jenis pupuk yang memiliki tipe slow release atau memiliki reaksi lambat di dalam
tanah. Salah satu jenis pupuk yang sering
digunakan sebagai pupuk dasar adalah pupuk majemuk NPK yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk NPK
(nitrogen phosphate kalium) merupakan pupuk majemuk cepat tersedia yang paling dikenal saat ini. Bentuk
pupuk NPK yang sekarang beredar di pasaran
adalah pengembangan dari bentuk-bentuk NPK lama yang kadarnya masih rendah. Kadar NPK yang banyak beredar adalah
16-16-16 dan 8-20-15. Kadar lain yang
tidak terlalu umum beredar adalah 6-12-15, 12-12-12 atau 20-20-20.
Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Terhadap Frekuensi Pemupukan Pupuk Organik Cair Dan Aplikasi Pupuk Dasar NPK
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
