Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Induksi Tunas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Dengan Pemberian α-Benzil Amino Purina dan α-Asam Asetat Naftalena Secara In –vitro




BAB I
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara penghasil minyak nilam terbesar di dunia yang  memenuhi kebutuhan minyak nilam dunia dengan pangsa pasar 90%. Pada tahun  2004, ekspor nilam Indonesia mencapai 2074 ton atau senilai US$ 27,137 juta. Namun, beberapa tahun terakhir posisinya mulai terancam oleh negara Cina, India,  dan Vietnam (Ditjenbun, 2006). Minyak nilam Indonesia sangat digemari pasar  Amerika dan Eropa terutama digunakan untuk bahan baku industri pembuatan  minyak wangi, kosmetika, farmasi dan industri yang lainnya. Minyak nilam  (patchouli oil) diperoleh dari proses penyulingan daun nilam (Pogostemoncablin  Benth). Dalam industri parfum, minyak nilam digunakan sebagai bahan fixative  (pengikat wewangian) yang sampai saat ini belum dapat disintesis (Wikardi, dkk,  1990). Di Indonesia, P. cablin tidak dapat berbunga, sehingga bentukan-bentukan  genotip baru hasil persilangan alami tidak dapat terjadi.
Akibatnya, keragaman  genetiknya  relative  sempit,  terutama  untuk  kandungan  minyak  (Mariska dan Lestari, 2003). Minyak nilam merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang memiliki  permintaan cukup tinggi. Negara pengimpor terbesar minyak nilam adalah Amerika  Serikat yakni tidak kurang dari 210 ton minyak nilam dibutuhkan rata-rata per tahun. Negara pengimpor lainnya antara lain Inggris, Francis, Swis, Jerman dan Belanda. Mengingat begitu besar prospek dari hasil tanaman nilam, maka perlu diupayakan  pembibitan yang menghasilkan kualitas tanaman yang baik. Dalam rangka  pengembangan pemanfaatan tanaman nilam maka usaha penyediaan bibit yang  bermutu dan bebas penyakit mutlak diperlukan. Teknik untuk memenuhi permintaan  tersebut yang tepat adalah teknik propagasi secara  in vitro  (kultur-  Jaringan)  (Bowo,dkk., 2007).
Patchouli alcohol adalah komponen utama minyak nilam (ada sekitar 40%)  yang digunakan sebagai standar mutu minyak nilam. Komponen penting lainnya  dalam minyak nilam ialah α,β, γ patchoulen dan α-buinesen. Produksi minyak nilam  melalui kultur jaringan sebagai pilihan lain cara produksi menarik untuk dipelajari. Beberapa laporan menyatakan bahwa kultur sel / kalus tidak memproduksi minyak  atsiri, kalaupun ada biasanya tidak sama dengan komponen-komponen minyak atsiri  dari tanaman utuh (Tjondronegoro dkk, 1997). Tanaman nilam merupakan tanaman perdu wangi berdaun halus dan  berbatang segiempat. Daun kering tanaman ini disuling untuk mendapatkan minyak  nilam (Patchouli oil) yang banyak digunakan di berbagai kegiatan industri. Fungsi  utama minyak nilam sebagai bahan baku pengikat (fiksatif) komponen kandungan  utamanya, yaitu patchouli alkohol (C15H26) dan sebagai bahan eteris untuk parfum  agar aroma keharumannya bertahan lebih lama.


Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Induksi Tunas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Dengan Pemberian α-Benzil Amino Purina dan α-Asam Asetat Naftalena Secara In –vitro
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini 

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads 

Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.