Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Daya Predasi Semut Myopopone castaneae (Hymenoptera Formicidae) Terhadap Larva Penggerek Pucuk Kelapa Sawit Oryctes Rhinoceros L. (Coleoptera Scarabaidae) di Laboratorium



BAB  I
Latar Belakang  
Kelapa sawit (E. guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman  perkebunan di Indonesia yang memiliki masa depan yang cukup cerah. Perkebunan kelapa sawit semula berkembang di daerah Sumatera Utara dan  Nanggroe Aceh Darussalam. Namun sekarang telah berkembang ke berbagai  daerah seperti Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah,  Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sunarko, 2007). Bagi Indonesia, tanaman kelapa sawit memiliki arti penting bagi  pembangunan perkebunan nasional. Selain mampu menciptakan kesempatan kerja  yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat, juga sebagai sumber perolehan  devisa negara. Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang  cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Kelapa sawit memiliki arti yang penting karena sampai saat ini Indonesia  merupakan salah satu produsen utama minyak sawit (CPO) dunia selain Malaysia  dan Nigeria (Yfet al, 2002).

Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Sumatera Utara pada tahun 2007  dapat mencapai 2 miliar dolar Amerika Serikat. Negara tujuan ekspor terbesar  CPO sumatera Utara adalah India, Belanda, China dan Singapura. Kondisi ini  berdasarkan nilai ekspor CPO Sumatera Utara tahun 2006 yang mencapai 1,79 miliar dolar AS. Berdasarkan catatan BPS angka produksi CPO per tahun  mencapai 4 juta ton dengan luas areal kebun kelapa sawit di Sumatera Utara   seluas 1,1 hektar atau nomor 2 setelah Provinsi Riau dengan luas 1,4 juta hektar  (BPS Sumut, 2007). Berbagai faktor dapat menyebabkan produksi kalapa sawit menurun salah  satu faktor tersebut adalah serangan hama tanaman. Serangan hama ini di areal  kelapa sawit dapat menimbulkan kerugian apabila tidak dikelolah dengan baik  (Girsang dan Daswir dalamNoprida, 2009). Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang kuat, walaupun demikian  tanaman ini mampu di serang hama. 
Hama kumbang tanduk (O. rhinoceros L.)  merupakan salah satu hama yang menyerang pertanaman kelapa sawit. Umumnya  menyerang tanaman kelapa sawit yang muda. Serangan hama ini dapat  menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama hingga 69%  dan menimbulkan kematian pada tanaman muda hingga 25%. Masalah kumbang  tanduk saat ini semakin bertambah dengan adanya aplikasi tandan kosong pada  kelapa sawit yaitu pada gawangan maupun pada sistem lubang tanam besar  (BPKKS, 2004). Pestisida kimia, khsnya insektisida, mempunyai dampak yang sangat  merugikan bagi keanekaragaman hayati serangga termasuk artropoda predator dan  parasit, terutama insektisida yang berspektrum luas. Resurgensi serangga sasaran  setelah aplikasi insektisida disebabkan karena tertekannya mh alami serangga  hama itu. Serangga lain yang mempunyai fungsi ekologi penting seperti serangga  penyerbuk juga ikut punah.


Contoh Skripsi Agroekoteknologi: Daya Predasi Semut Myopopone castaneae (Hymenoptera  Formicidae) Terhadap Larva Penggerek Pucuk Kelapa Sawit Oryctes Rhinoceros L. (Coleoptera  Scarabaidae) di Laboratorium
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini 

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads 

Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.