Skripsi Mathematics:Mengatasi outlier dengan metode least trimmed squares (LTS) pada Regresi robust


  BAB  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang  Hal pertama yang dilakukan dalam analisis data adalah tahap persiapan yang meliputi  pengumpulan dan pemeriksaan data. Proses pemeriksaan  dilakukan untuk  menghindari kekeliruan dan ketidakcocokan data.
Data yang diperoleh tidak jarang ditemukan satu atau beberapa yang jauh dari  pola kumpulan data keseluruhan yang lazim didefenisikan sebagai pencilan (outlier).
Pencilan dapat dilihat sebagai pengamatan dengan sisaan yang cukup besar  (Aunuddin, 1989).  Pencilan adalah yang nilai mutlaknya jauh lebih besar daripada  sisaan-sisaan lainnya dan bisa jadi terletak tiga atau empat simpangan baku atau lebih  jauh lagi dari rata-rata sisaannya. Pencilan merupakan suatu keganjilan dan  menandakan suatu titik data yang sama sekali tidak tipikal dibandingkan data lainnya.

Oleh karenanya, suatu pencilan patut diperiksa secara seksama, berangkali saja alasan  dibalik keganjilan itu dapat diketahui.
Berbagai kaidah telah diajukan untuk menolak pencilan (dengan kata lain  untuk memutuskan menyisihkan amatan tersebut dari data, untuk kemudian  menganalisis kembali tanpa amatan tersebut). Penolakan begitu saja suatu pencilan  bukanlah prosedur yang bijaksana. Adakalanya pencilan memberikan informasi yang  tidak bisa diberikan oleh titik data lainnya, misalnya karena pencilan timbul dari  kombinasi keadaan yang tidak biasa yang mungkin saja sangat penting dan perlu  diselidiki lebih jauh. Sebagai kaidah umum, pencilan baru kita tolak jika setelah  ditelri ternyata merupakan akibat dari kesalahan-kesalahan seperti kesalahan  mencatat amatan bersangkutan atau kesalahan ketika menyiapkan peralatan. Bila  ternyata bukan akibat dari kesalahan-kesalahan semacam itu, penyelidikan yang  seksama harus dilakukan. (N.Draper & H.Smith, 1992)   Penilaian ketetapan model regresi tidak cukup hanya didasarkan pada besarnya  koefisien determinasi atau koefisien regresi tetapi perlu pemeriksaan sisaan (error)  dengan lebih seksama yang menyangkut antara lain kemungkinan adanya pencilan.
Identifikasi pencilan dan melihat bagaimana peranannya terhadap taksiran model  merupakan tahapan diagnosis yang perlu ditempuh terutama bila penaksiran modelnya  dilakukan dengan metode kuadrat terkecil. Prosedur analisis yang diharapkan adalah  prosedur yang menghasilkan keluaran yang cukup baik meskipun beberapa asumsinya  tidak terpenuhi secara sempurna. Metode lain yang dapat digunakan untuk mengatasi  pencilan adalah regresi robust. Prosedur ini dirancang untuk mengurangi pengaruh  data-data yang mempunyai pengaruh tinggi jika metode kuadrat terkecil digunakan.
Prosedur regresi robust cenderung mengabaikan sisaan-sisaan (error) yang  berhubungan dengan pencilan yang besar. (Aunuddin, 1989).
Ada beberapa metode dalam regresi robust yang dapat digunakan untuk  menangani data pencilan, salah satunya adalah metode  Least Trimmed Squares  (LTS).Olehnya itu, penulis tertarik melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul  “MENGATASI OUTLIER DENGAN METODE LEAST TRIMMED SQUARES  (LTS) PADA REGRESI ROBUST”.
1.2 Perumusan Masalah  Masalah yang dibahas dalam kajian ini yakni bagaimana cara mendeteksi outlier yang  berpengaruh terhadap model regresi selanjutnya membuat model menjadi lebih baik  dengan tidak mengabaikan outlier. Metode yang digunakan yakni Metode Least  Trimmed Squares (LTS) sebagai salah satu metode penaksiran parameter model  regresi robust terhadap kehadiran outlier yang mampu menciptakan model regresi  yang lebih baik untuk data yang mempunyai outlier.
 1.3. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai dari model regresi Least Trimmed  Squares sebagai regresi robust terhadap kehadiran pencilan.
1.4. Kontribusi penelitian 1.  Mendapatkan informasi mengenai macam cara mendeteksi outlier 2.  Mendapatkan persamaan regresi dengan metode Least Trimmed Squares untuk  data yang mengandung outlier 3.  Memperoleh informasi ketepatan model Least Squares dan Least Trimmed  Squares sehingga dapat dipertimbangkan dalam mengatasi outlier 1.5 Tinjauan Pustaka Salah satu alternatif terhadap penduga least square yang bersifat robust adalah  pendugaan dengan kriteria meminimumkan.
Prosedur perhitungannya adalah :  1.  Pemilihan penduga awal 2.  Perhitungan  ^ i YY− 3.  Penyelesaian persamaan  0  ...
ii YXββ ε = + ++ untuk model fitnya  4.  Perhitungan dilanjutkan secara iteratif hingga tercapai kriteria  konvergensinya.
Metode Least Trimmed Squares tidak membuang bagian dari data melainkan  menemukan model fit dari mayoritas data. Metode ini menduga koefisien regresi  dengan meminimumkan kuadrat sisaan.(Aunuddin, 1989)   1.6 Metode Penelitian Metode LeastTrimmed Squares  Solusi koefisien regresi ( ^ β) pada metode Least Trimmed Squares (LTS)  dihitung pada subhimpunan data yang berukuran nilai cakupan/ coverage yang  disimbolkan dengan h. Penentuan subhimpunan data dilakukan dengan menggunakan  algoritma resampling dari seluruh kemungkinan subhimpunan yang dapat dibentuk  yaitu sebanyak kombinasi n dari h  atau  n h    . Subhimpunan data  yang diperoleh  merupakan sebaran data yang sudah terpangkas (trimmed distribution). [9] Kemudian  model dengan jumlah kuadrat residu yang terkecil dijadikan sebagai model fit.
Robust Statistik Prosedur  analisis statistik yang kita harapkan adalah prosedur yang  menghasilkan keluaran yang cukup baik meskipun beberapa asumsinya tidak  terpenuhi secara sempurna. Metode diagnosis sisaan ditujukan untuk menilai data  yang mengandung pencilan dan pengaruhnya terhadap hasil analisis. Dilain pihak,  prosedur statistik yang besifat robust ditujukan untuk mengakomodasi adanya data  yang mengandung pencilan dan sekaligus meniadakan pengaruhnya tehadap hasil  analisis tanpa terlebih dahulu mengadakan identifikasi data tersebut. Prosedur ini lebih  cepat dalam menanggulangi kelainan data. Diantara macam regresi robust yang  banyak digunakan yaitu Least Weight Squares (LWS), Least Median Squares (LMS)  danLeast Trimmed Squares (LTS).
Regresi robust diperkenalkan oleh Andrews (1972) dan merupakan metode regresi  yang digunakan ketika distribusi nilairesidu tidak normal dan atau adanya beberapa  outlier  yang berpengaruh pada model (Ryan, 1997). Metode ini merupakan alat  penting untuk menganalisa data yang dipengaruhi oleh outlier sehingga dihasilkan  model yang robust atau resistance terhadap outlier. Suatu estimasi yang resistant  adalah relatif tidak terpengaruh oleh perubahan besar pada bagian kecil data atau  perubahan kecil pada bagian besar data.


Skripsi Mathematics:Mengatasi outlier dengan metode least trimmed squares (LTS) pada Regresi robust
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download